16 Biksu Thudong Datang Semarang, Beristirahat di Vihara

Maya K. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 74 dibaca
Bisik.id
16 Biksu Thudong Datang Semarang, Beristirahat di Vihara

Gambar atau konten salah?

16 biksu Thudong yang melakukan perjalanan Thudong dari Candi Sima Jepara tiba di Kota Semarang pada hari ini. Mereka akan singgah di Semarang dan menginap di Vihara Mahabodhi sebelum melanjutkan perjalanan.

Para biksu tiba di perbatasan Demak‑Semarang pukul 10.54 WIB. Mereka disambut dan diiringi oleh puluhan pesilat dari PSNU Pagar Nusa. Saat memasuki wilayah Kecamatan Genuk, warga setempat sudah berbaris di pinggir jalan menunggu belasan biksu Thudong melintas. Panas terik matahari tak mengurangi antusiasme masyarakat untuk memberi semangat dan menyapa para biksu.

Para biksu Thudong tiba di Masjid Al Falah Genuk pukul 11.30 WIB. Mereka kemudian beristirahat dan makan siang di pelataran masjid.

Salah satu pesilat Pagar Nusa Genuk, Alip Bahrul Ilmi (17), mengaku sangat senang bisa menyambut kedatangan para biksu Thudong. Ini adalah kali pertama ia bertemu dengan biksu.

“Rasanya sangat senang bisa mengawal dari perbatasan Demak ke Genuk, jaraknya dua kilometer ada,” kata Alip kepada kami, Minggu (24 Mei 2026). “Nunggu tadi dari sekitar jam 09.00 WIB, ada sekitar 70‑an dari Pagar Nusa Genuk yang ikut mengawal,” tambahnya.

Alip juga sempat berbincang singkat dengan salah satu biksu Thudong. Dari obrolan itu, dia baru mengetahui ada biksu dari Indonesia. “Tadi tanya mau lanjut ke mana, katanya mau lanjut ke Klaten dari Jepara. Tadi juga sempat tanya sih, kan saya tahunya biksu dari Thailand doang, terus tadi dibilangin sama biksunya, ‘ini kita dari Indonesia, cuma tadi kumpulnya di Jepara’ gitu,” ujar Alip.

Ketua panitia kegiatan Thudong Jawa Tengah, Sundoko, mengatakan bahwa rombongan ini berangkat dari Jepara pada Rabu (20 Mei 2026) dan direncanakan tiba di Klaten pada Sabtu (30 Mei 2026).

“Dari Jepara, kemudian Demak, Semarang, Ungaran, Salatiga, Boyolali, Klaten. Kita mulai di tanggal 20 hari Rabu kemarin dan akan berakhir di hari Sabtu tanggal 30 Mei nanti di Klaten di Candi Sewu,” kata Sundoko.

Sundoko menuturkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh biksu dari seluruh Indonesia. Ini adalah kali pertama Thudong Jawa Tengah diselenggarakan. “Diikuti oleh 16 bhante dari seluruh Indonesia. Paling jauh dari Papua, ada yang dari Medan, ada yang dari Lampung, ada yang dari Mojokerto, Banyumas, Boyolali,” ujar Sundoko.

“Nanti di Semarang akan ada satu tambahan bhante, jadi 17. Tetapi nanti pada saat sebelum masuk ke Klaten itu ada tiga lagi yang keluar karena segera menjalankan tugas di Medan,” lanjutnya.

Tempat yang diusung dari perjalanan Thudong ini adalah Walk for Peace. Sundoko menjelaskan tema tersebut dipilih sebab tujuan perjalanan ini yaitu menyebarkan misi perdamaian. “Salah satunya karena melihat situasi dunia saat ini ya. Kita ingin menyebarkan misi perdamaian dan juga kegiatan yang kita laksanakan dalam rangka menyongsong Hari Raya Waisak,” pungkasnya.

Perjalanan ini menyoroti semangat persatuan dan perdamaian di antara komunitas keagamaan di Indonesia. Dengan melibatkan biksu dari berbagai provinsi, kegiatan ini memperkuat jaringan spiritual dan sosial yang berakar pada nilai kedamaian.

ThudongbiksuVihara MahabodhiPSNU Pagar NusaWalk for Peacemisi perdamaianWaisak

Komentar

Memuat komentar...