16 Juli: Hari Ular, AI, dan Veteran Atom

Lina F. · 7 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
16 Juli: Hari Ular, AI, dan Veteran Atom

Gambar atau konten salah?

Tanggal 16 Juli menjadi hari yang cukup padat dengan berbagai peringatan, baik di tingkat global maupun nasional di beberapa negara. Mulai dari momen untuk meningkatkan kesadaran terhadap lingkungan hidup, hingga penghormatan bagi para veteran yang terlibat dalam uji coba nuklir, semuanya diperingati pada hari yang sama.

Hari Ular Sedunia

Setiap 16 Juli, dunia memperingati Hari Ular Sedunia. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kesadaran tentang betapa beragamnya spesies ular—ada lebih dari 3.500 jenis di seluruh dunia—dan betapa pentingnya peran mereka dalam ekosistem.

Peringatan ini juga ingin menantang pandangan buruk yang sering melekat pada ular. Banyak orang yang takut atau membenci hewan melata ini. Padahal, ular adalah predator alami yang membantu mengendalikan populasi hama. Lewat peringatan ini, masyarakat di seluruh dunia diajak untuk lebih menghargai ular, mendukung upaya konservasi, dan menyebarkan informasi yang benar tentang mereka.

Kata "snake" dalam bahasa Inggris berasal dari bahasa Inggris Kuno, "snaca". Para ilmuwan percaya bahwa ular berevolusi dari kadal darat sekitar 174,1 juta hingga 163,5 juta tahun yang lalu. Fosil ular tertua yang pernah ditemukan, Eophis underwoodi, berasal dari Inggris dan diperkirakan hidup sekitar 167 juta tahun lalu.

Jauh sebelum ilmuwan mengenali ribuan spesies ular, hewan ini sudah muncul dalam berbagai mitologi kuno dan menjadi bagian penting dari tradisi keagamaan. Dalam Alkitab, misalnya, Iblis mengambil wujud ular di Taman Eden untuk menggoda Hawa memakan buah terlarang, yang berujung pada pengusiran Adam dan Hawa dari taman tersebut.

Mitologi Irlandia punya kisah tentang Santo Patrick yang berpuasa selama 40 hari di puncak bukit pada abad ke-5. Selama itu, ia diserang ular. Untuk melindungi diri, ia mengayunkan tongkatnya dan mengusir semua ular dari Irlandia ke laut. Legenda inilah yang sering dipakai untuk menjelaskan kenapa Irlandia tidak punya ular liar, meskipun secara ilmiah hal itu lebih disebabkan oleh faktor geologi dan zaman es.

Sementara itu, dalam legenda Tiongkok ada cerita tentang siluman ular putih yang hidup di bawah air. Siluman itu berubah menjadi wanita setelah jatuh cinta pada seorang manusia. Mereka menikah dan punya anak laki-laki. Namun, seorang biksu Buddha bernama Fahai membongkar identitas siluman itu dan menyegelnya di bawah pagoda di tepi danau.

Cerita-cerita rakyat semacam ini sering menggambarkan ular sebagai makhluk jahat atau berbahaya. Gambaran itu diduga ikut membentuk persepsi negatif masyarakat terhadap ular selama berabad-abad. Padahal, secara ekologis, ular punya peran penting sebagai predator yang membantu mengendalikan hama dan menjaga keseimbangan alam.

Hari Apresiasi Kecerdasan Buatan

Di Amerika Serikat, 16 Juli diperingati sebagai Hari Apresiasi Kecerdasan Buatan. Hari ini dibuat sebagai bentuk pengakuan atas kekuatan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang telah mengubah banyak industri dan kehidupan sehari-hari.

Hari ini ditetapkan oleh AI Heart LLC pada Mei 2021. Tujuannya adalah untuk menghargai kontribusi positif AI bagi umat manusia. Di saat yang sama, peringatan ini juga menyoroti pentingnya etika dalam pengembangan AI dan mendorong percakapan nasional tentang hubungan antara kecerdasan buatan dan etika.

Kecerdasan buatan berbeda dengan kecerdasan alami yang dimiliki manusia dan hewan. AI adalah kemampuan yang ditunjukkan oleh mesin untuk melakukan tugas-tugas yang membutuhkan kecerdasan. Penelitian AI didefinisikan sebagai kajian ilmiah tentang agen cerdas—sistem atau mesin yang mampu memahami lingkungannya dan mengambil tindakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Pada awal perkembangannya, istilah kecerdasan buatan dipakai untuk menggambarkan mesin yang bisa meniru kemampuan kognitif manusia, seperti memecahkan masalah dan belajar. Namun, banyak peneliti AI modern tidak lagi membatasi definisi itu. Mereka mendeskripsikan AI sebagai sistem yang mampu bertindak secara rasional, sehingga kecerdasan tidak harus diwujudkan dengan cara yang sama seperti manusia.

Perjalanan perkembangan AI sendiri mengalami berbagai fase, dari kemajuan pesat hingga periode perlambatan.

Konsep kecerdasan buatan pertama kali muncul sebagai unsur dalam karya-karya fiksi. Salah satu contoh paling terkenal adalah novel Frankenstein karya Mary Shelley. Kisah itu mengangkat berbagai pertanyaan yang kini menjadi bagian penting dalam pembahasan etika AI, terutama tentang hubungan antara manusia, teknologi, dan tanggung jawab terhadap ciptaan.

Pada awal abad ke-20, para filsuf dan matematikawan mulai mempelajari konsep penalaran mekanis. Penelitian tentang logika formal kemudian mengantarkan Alan Turing pada gagasan tentang komputasi. Ia mengemukakan bahwa sebuah mesin dapat meniru setiap proses penalaran logis yang bisa dibayangkan dengan memanipulasi simbol "0" dan "1". Gagasan ini kemudian dikenal sebagai tesis Church-Turing—konsep bahwa komputer digital pada prinsipnya mampu meniru setiap proses penalaran formal.

Hari Apresiasi Kecerdasan Buatan diciptakan untuk mendorong pengguna teknologi lebih mengenal sejarah AI, memahami penerapannya saat ini, serta mempertimbangkan bagaimana mereka bisa berpartisipasi dalam perkembangan bidang yang terus berkembang pesat ini.

Hari Penyerahan Kepulauan Manu'a

Setiap 16 Juli, Amerika Serikat memperingati Hari Penyerahan Kepulauan Manu'a. Hari ini untuk mengenang bergabungnya Kepulauan Manu'a dengan Samoa Amerika.

Kepulauan Samoa terbentuk sekitar satu juta tahun lalu akibat aktivitas vulkanik. Wilayah ini pertama kali diketahui oleh bangsa Eropa pada 1722, ketika penjelajah Belanda Jacob Roggeveen singgah dalam pelayarannya di Samudra Pasifik.

Jauh sebelum kedatangan orang Eropa, kepulauan ini telah dihuni oleh berbagai suku Polinesia. Para sejarawan meyakini bahwa kawasan itu adalah salah satu pusat budaya Polinesia tertua yang masih bertahan hingga kini, dengan permukiman yang diperkirakan telah ada sejak sekitar 1000 SM.

Pada abad ke-19, kekuatan-kekuatan kolonial mulai memperebutkan Kepulauan Samoa karena letaknya yang strategis dan sumber daya yang dimilikinya. Persaingan antara Jerman, Britania Raya, dan Amerika Serikat memicu konflik berkepanjangan yang berakhir pada 1899 setelah perang saudara di Samoa.

Melalui pembagian wilayah itu, sembilan pulau di bagian barat diserahkan kepada Jerman, sedangkan pulau-pulau di bagian timur menjadi wilayah Amerika Serikat sekaligus pangkalan angkatan laut.

Namun, para Kepala Suku Agung di Kepulauan Manu'a pada awalnya menolak bergabung dengan Amerika Serikat, meskipun wilayah itu akan berstatus sebagai daerah yang hanya menerapkan sebagian ketentuan Konstitusi Amerika Serikat dan tidak menjadi bagian penuh dari negara tersebut.

Seiring berjalannya waktu, para pemimpin Manu'a akhirnya menyetujui penyerahan kedaulatan melalui Akta Penyerahan Kepulauan Manu'a yang ditandatangani pada 16 Juli 1904. Sejak saat itu, wilayah tersebut berada di bawah pemerintahan Angkatan Laut Amerika Serikat hingga 1951, sebelum pengelolaannya dialihkan kepada Departemen Dalam Negeri Amerika Serikat.

Setiap tahun, masyarakat Samoa Amerika, khususnya di Kepulauan Manu'a, memperingati hari bersejarah itu dengan berbagai kegiatan seperti upacara, pertunjukan budaya, diskusi sejarah, dan acara komunitas sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan budaya serta perjalanan sejarah wilayah mereka.

Hari La Paz

Di Bolivia, sebuah negara di Amerika Selatan bagian tengah, 16 Juli diperingati sebagai Hari La Paz. Hari ini untuk mengenang awal mula gerakan kemerdekaan Bolivia.

Wilayah ini awalnya dikenal sebagai Peru Hulu dan merupakan bagian dari Kekaisaran Inka. Setelah berhasil ditaklukkan oleh para penjelajah Spanyol, wilayah itu pun berada di bawah kekuasaan kolonial Spanyol.

Pada masa awal kependudukan, perlawanan masih bersifat lokal dan belum menjadi gerakan besar yang melibatkan sebagian besar masyarakat. Gelombang nasionalisme yang lebih terorganisasi baru muncul pada awal abad ke-19. Salah satu tokoh penting dalam perjuangan itu adalah Pedro Domingo Murillo, seorang patriot Bolivia yang menjadi simbol perlawanan terhadap penjajahan.

Meskipun "Primer Grito Libertario" atau "Seruan Pertama untuk Kemerdekaan" terjadi di Kota Sucre pada 25 Mei 1809, gerakan di La Paz yang terjadi pada 16 Juli 1809 menjadi titik penting semangat revolusi di wilayah itu.

Pada momen itu, Murillo berhasil menyatukan kaum mestizo—masyarakat keturunan campuran penduduk asli Amerika Selatan dan Eropa—untuk menentang pemerintahan kolonial Spanyol. Ia mendeklarasikan wilayah itu sebagai negara yang merdeka. Deklarasi ini menjadi bagian awal dari Perang Kemerdekaan Spanyol-Amerika, serangkaian perjuangan bersenjata yang kemudian mengantarkan berbagai negara di Amerika Selatan seperti Venezuela, Kolombia, Ekuador, Cile, dan Bolivia menuju kemerdekaan dari Spanyol.

Meskipun Bolivia baru memperoleh kemerdekaan sepenuhnya pada 6 Agustus 1825, sekitar 16 tahun setelah pemberontakan di La Paz, masyarakat kota itu tidak pernah melupakan peristiwa yang menjadi pemicu perjuangan itu.

Karena itu, setiap 16 Juli, Hari La Paz diperingati untuk mengenang Pedro Domingo Murillo, deklarasi perjuangannya, serta semangat rakyat yang memulai jalan panjang menuju kemerdekaan Bolivia. Berbagai upacara resmi, parade, pertunjukan budaya, dan kegiatan masyarakat digelar sebagai bagian dari perayaan tahunan tersebut.

Hari Veteran Atom Nasional

Tanggal 16 Juli juga ditandai sebagai peringatan Hari Veteran Atom Nasional di Amerika Serikat. Peringatan ini bertujuan untuk menghormati para anggota militer AS yang berpartisipasi dalam pengujian maupun operasi senjata nuklir.

Pada 15 Juli 1983, Presiden Ronald Reagan menetapkan 16 Juli 1983 sebagai Hari Veteran Atom Nasional. Dalam deklarasinya, ia menyebut hari itu sebagai penghormatan bagi warga Amerika yang, melalui keterlibatan mereka dalam pengujian senjata nuklir, telah membantu membawa Amerika Serikat menjadi pelopor teknologi pertahanan demi menjaga keamanan negara dan kebebasan yang dijunjung tinggi.

Namun, penetapan itu hanya berlaku untuk tahun 1983. Baru pada 2015, Majelis Rendah Virginia dengan persetujuan Senat Virginia menetapkan 16 Juli sebagai Hari Veteran Atom Nasional yang diperingati setiap tahun di negara bagian Virginia.

Tanggal 16 Juli dipilih karena bertepatan dengan uji coba senjata nuklir pertama di dunia yang dikenal dengan nama sandi Trinity. Uji coba itu dilakukan oleh Angkatan Darat Amerika Serikat pada 16 Juli 1945 di Gurun Jornada del Muerto, New Mexico.

Antara 1945 hingga 1962, para veteran atom terlibat atau menjadi saksi dalam sekitar 235 uji coba senjata nuklir. Selain itu, sebagian dari mereka bertugas di atau sekitar Hiroshima dan Nagasaki setelah Perang Dunia II, sementara yang lain menjadi tawanan perang di wilayah itu. Paparan radiasi yang mereka alami menyebabkan banyak di antaranya menderita berbagai penyakit serius.

Selama bertahun-tahun, para veteran ini terikat oleh perjanjian kerahasiaan. Hal ini membuat mereka tidak bisa mengungkapkan pengalaman, mengajukan klaim layanan kesehatan, ataupun klaim kompensasi disabilitas kepada Departemen Urusan Veteran Amerika Serikat.

Pada 1966, Kongres Amerika Serikat mencabut ketentuan kerahasiaan terkait paparan radiasi, sehingga para veteran atom dapat menceritakan pengalaman mereka dan mengajukan permohonan manfaat dari VA. Sejak itu, para veteran tersebut berhak memperoleh layanan kesehatan gratis, tunjangan disabilitas, serta manfaat bagi pasangan atau anak yang ditinggalkan apabila veteran itu meninggal dunia.

Untuk memperjuangkan hak-hak para veteran atom, pada 1979 didirikan National Association of Atomic Veterans. Organisasi ini membantu para veteran memperoleh layanan medis, pendampingan, serta kompensasi yang layak.

Perjuangan itu mendapat pengakuan lebih lanjut pada 2021, ketika Presiden Joe Biden menandatangani undang-undang yang diusulkan oleh Anggota DPR Amerika Serikat Abigail Spanberger sebagai bagian dari National Defense Authorization Act for Fiscal Year 2022. Melalui undang-undang itu, pengakuan terhadap para veteran atom semakin diperkuat di tingkat nasional.

Dari sekian banyak peringatan di tanggal 16 Juli, terlihat bahwa hari ini menjadi titik temu antara kesadaran lingkungan, pengakuan terhadap kemajuan teknologi, penghormatan terhadap sejarah perjuangan kemerdekaan, hingga apresiasi bagi mereka yang terdampak oleh pengembangan senjata nuklir. Masing-masing peringatan memiliki latar belakang dan tujuan yang berbeda, tetapi semuanya berakar pada upaya untuk mengingat, menghargai, dan belajar dari masa lalu serta masa kini.

Hari Ular SeduniaHari Apresiasi Kecerdasan BuatanHari Penyerahan Kepulauan Manu'aHari La PazHari Veteran Atom Nasionalperingatan 16 Julikesadaran lingkungan

Komentar

Memuat komentar...