Pengiriman PC Global Anjlok 4,9%, Apple Justru Naik

Sinta R. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Pengiriman PC Global Anjlok 4,9%, Apple Justru Naik

Gambar atau konten salah?

Jakarta — Krisis chip memori yang masih berlangsung membuat banyak orang berpikir ulang sebelum membeli PC atau laptop baru. Alih-alih mengganti perangkat, sebagian konsumen memilih bertahan dengan komputer lama sambil menunggu harga kembali normal. Dampaknya langsung terasa: pengiriman PC global turun drastis.

Laporan terbaru dari firma riset IDC menunjukkan pengiriman PC di seluruh dunia merosot 4,9% pada kuartal kedua tahun ini dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penurunan ini menjadi yang pertama setelah sembilan kuartal berturut-turut mencatat pertumbuhan. Krisis chip memori disebut sebagai penyebab utama.

Data IDC mengungkap tren negatif yang dialami sejumlah pabrikan besar. Lenovo misalnya, pengirimannya turun dari 17 juta menjadi 16,6 juta unit. HP merosot dari 14,3 juta menjadi 13 juta unit. Dell juga turun dari 9,8 juta menjadi 9,3 juta unit. Sementara itu, Asus mencatat pertumbuhan yang hampir tidak berubah alias stagnan.

Satu-satunya pabrikan besar yang justru mencatatkan kenaikan adalah Apple. Raksasa teknologi asal Cupertino itu berhasil meningkatkan pengiriman sebesar 10%, dari 6,1 juta menjadi 6,7 juta unit. Pangsa pasar Apple pun ikut naik, dari 8,5% menjadi 9,9%.

Ada anomali menarik dalam laporan ini. Meski volume pengiriman unit menurun, banyak perusahaan pembuat PC tidak mengalami kerugian pendapatan yang berarti. Mereka mampu menambal celah tersebut dengan membebankan kenaikan harga komponen kepada konsumen yang terpaksa membeli.

"Kisah sesungguhnya di sini adalah adanya ketidakselarasan antara jumlah unit dan nilai dolar: pengiriman memang turun, tetapi pendapatan justru naik karena vendor mendorong kenaikan harga lebih cepat daripada laju penurunan permintaan pasar," jelas Jitesh Ubrani, Direktur Riset untuk Perangkat Konsumen di IDC.

IDC menekankan bahwa manajemen rantai pasokan akan menjadi faktor krusial ke depan. Sejumlah pabrikan besar diprediksi akan semakin agresif mengamankan kontrak jangka panjang untuk pasokan chip memori dan penyimpanan. Kondisi ini tentu menjadi kabar buruk bagi pabrikan skala kecil yang harus bersaing dengan daya beli dan kekuatan negosiasi pemain raksasa.

Di sisi lain, Apple dinilai berhasil memanfaatkan situasi ini dengan baik lewat peluncuran perangkat baru mereka.

"Keuntungan pangsa pasar Apple bertepatan dengan peluncuran produk terbarunya, MacBook Neo. Meskipun perusahaan juga ikut menaikkan harga sejalan dengan pasar yang lebih luas, mereka tetap berada di posisi yang sangat menguntungkan dibandingkan para pesaing yang menghadapi tekanan biaya serupa," ungkap Jean Philippe Bouchard, Wakil Presiden untuk Perangkat Konsumen di IDC.

Perlu dicatat, laporan IDC ini mencakup pengiriman PC global secara umum, dan tidak secara spesifik merinci pengiriman PC gaming yang secara historis biasanya lebih tahan terhadap penurunan pasar. Namun, mengingat krisis chip memori diprediksi masih akan terus berlangsung, situasinya tetap penuh ketidakpastian.

Analis riset dari firma Bernstein memperkirakan pabrikan besar seperti SK Hynix baru akan menurunkan harga mereka secara signifikan pada akhir tahun 2028. Sebelum titik terang itu tiba, konsumen tampaknya harus bersiap menghadapi gelombang kenaikan harga lanjutan di pasar komputer.

Secara keseluruhan, laporan IDC menunjukkan bahwa meskipun volume pengiriman menurun, pendapatan vendor justru naik karena kenaikan harga. Apple menjadi satu-satunya pabrikan besar yang berhasil meningkatkan pangsa pasar di tengah krisis, berkat peluncuran produk baru dan strategi harga yang menguntungkan. Sementara itu, pabrikan kecil diprediksi akan semakin tertekan karena kesulitan bersaing dalam mengamankan pasokan chip memori.

krisis chip memoripenurunan pengiriman PCIDCApplepangsa pasarkenaikan hargarantai pasokan

Komentar

Memuat komentar...