19 Mei 2026: 2 Dzulhijjah 1447 H, Peringatan Akhir Ramadan
Gambar atau konten salah?
Para umat Islam sering bertanya, “Hari ini tanggal berapa dalam kalender Hijriah?” Hal ini penting bagi mereka yang ingin menyesuaikan jadwal ibadah, seperti puasa, shalat, atau peringatan hari penting keagamaan. Penanggalan Hijriah dan Masehi memang menggunakan sistem yang berbeda, sehingga konversi diperlukan.
Menurut konversi yang disusun oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI, Selasa, 19 Mei 2026 bertepatan dengan 2 Dzulhijjah 1447 H. Bulan Mei 2026 mencakup dua bulan Hijriah, yakni Dzulqa'dah dan Dzulhijjah.
Berikut rincian kalender Hijriah sepanjang bulan Mei 2026:
- 1 Mei 2026: 13 Dzulqa'dah 1447 H
- 2 Mei 2026: 14 Dzulqa'dah 1447 H
- 3 Mei 2026: 15 Dzulqa'dah 1447 H
- 4 Mei 2026: 16 Dzulqa'dah 1447 H
- 5 Mei 2026: 17 Dzulqa'dah 1447 H
- 6 Mei 2026: 18 Dzulqa'dah 1447 H
- 7 Mei 2026: 19 Dzulqa'dah 1447 H
- 8 Mei 2026: 20 Dzulqa'dah 1447 H
- 9 Mei 2026: 21 Dzulqa'dah 1447 H
- 10 Mei 2026: 22 Dzulqa'dah 1447 H
- 11 Mei 2026: 23 Dzulqa'dah 1447 H
- 12 Mei 2026: 24 Dzulqa'dah 1447 H
- 13 Mei 2026: 25 Dzulqa'dah 1447 H
- 14 Mei 2026: 26 Dzulqa'dah 1447 H
- 15 Mei 2026: 27 Dzulqa'dah 1447 H
- 16 Mei 2026: 28 Dzulqa'dah 1447 H
- 17 Mei 2026: 29 Dzulqa'dah 1447 H
- 18 Mei 2026: 1 Dzulhijjah 1447 H
- 19 Mei 2026: 2 Dzulhijjah 1447 H
- 20 Mei 2026: 3 Dzulhijjah 1447 H
- 21 Mei 2026: 4 Dzulhijjah 1447 H
- 22 Mei 2026: 5 Dzulhijjah 1447 H
- 23 Mei 2026: 6 Dzulhijjah 1447 H
- 24 Mei 2026: 7 Dzulhijjah 1447 H
- 25 Mei 2026: 8 Dzulhijjah 1447 H
- 26 Mei 2026: 9 Dzulhijjah 1447 H
- 27 Mei 2026: 10 Dzulhijjah 1447 H
- 28 Mei 2026: 11 Dzulhijjah 1447 H
- 29 Mei 2026: 12 Dzulhijjah 1447 H
- 30 Mei 2026: 13 Dzulhijjah 1447 H
- 31 Mei 2026: 14 Dzulhijjah 1447 H
Perbedaan utama antara kalender Hijriah dan Masehi terletak pada acuan perhitungan. Kalender Masehi, atau solar, mengukur waktu berdasarkan revolusi Bumi mengelilingi Matahari. Sementara kalender Hijriah, atau lunar, mengukur waktu berdasarkan gerhana Bulan mengelilingi Bumi.
Dalam sistem Masehi, satu tahun dihitung dari siklus tropis Matahari, yaitu 365,2222 hari. Tahun tersebut dibagi menjadi 12 bulan dengan panjang yang bervariasi: Februari 28/29 hari, April 30 hari, Mei 31 hari, Juni 30 hari, Juli 31 hari, Agustus 31 hari, September 30 hari, Oktober 31 hari, dan dua kali Februari 31 hari serta 30 hari yang disebutkan secara tak teratur. Tahun kabisat terjadi setiap empat tahun, kecuali tahun abad yang hanya kabisat bila habis dibagi 400.
Kalender Hijriah, di sisi lain, mengukur tahun dari 12 siklus sinodis Bulan, yaitu fase Bulan yang sama. Siklus sinodis rata‑rata 29,53 hari. Karena panjang bulan ini tidak tetap, satu bulan Hijriah bisa 29 atau 30 hari tergantung apakah hilal (cahaya bulan sabit) terlihat pada tanggal 29. Akibatnya, satu tahun Hijriah dapat memiliki 354 atau 355 hari.
Dengan memahami perbedaan ini, umat Islam dapat melakukan konversi tanggal dengan lebih akurat. Sebagai contoh, Selasa, 19 Mei 2026 adalah 2 Dzulhijjah 1447 H, tanggal penting yang menandai akhir bulan Ramadan dan memulai periode ibadah di bulan Dzulhijjah.
Informasi konversi ini dapat membantu dalam merencanakan ibadah, menyiapkan puasa, atau menandai hari-hari keagamaan lainnya. Dengan adanya panduan ini, umat dapat menyesuaikan aktivitas mereka sesuai dengan kalender Hijriah tanpa kesalahan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
