21.000 Motor Listrik untuk Distribusi MBG di Daerah Terpencil
Gambar atau konten salah?
Teddy Indra Wijaya, Sekretaris Kabinet, mengungkapkan keputusannya untuk membeli 21 ribu motor listrik guna mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Motor tersebut akan didistribusikan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di wilayah terpencil.
Teddy menyampaikan urgensi pengadaan ini kepada Dadan Hindayana, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Menurut Teddy, Dadan sudah memberi penjelasan publik sebelumnya. “(Urgensinya) itu jawaban pastinya ada di Bapak Kepala BGN, oke. Jadi tentunya itu sudah dilakukan dan beliau sudah menjawab, jadi biar ada kesamaan jawaban nanti hal itu akan disampaikan langsung besok. Anda pasti akan diundang juga oleh Kepala BGN,” ujar Teddy di Jakarta, Jumat (10 April 2026).
Di sisi lain, Dadan Hindayana membuka alasan di balik pembelian puluhan ribu motor listrik. Ia menegaskan bahwa motor tersebut dimaksudkan untuk menunjang operasional di daerah yang sulit dijangkau. “Ini kan untuk menjangkau daerah‑daerah yang sangat sulit, jangkau desa‑desa. Ini untuk nunjang operasional,” kata Dadan di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (8 April 2026).
Harga pasar satu motor listrik adalah Rp 52 juta, namun BGN membeli dengan harga Rp 40 juta. Dadan menekankan bahwa motor tersebut akan didistribusikan secara nasional ke semua SPPG di daerah sulit. “Kita distribusikan nanti secara nasional untuk seluruh orang pada SPPG di daerah yang sulit,” tutur Dadan.
Pengadaan motor listrik ini menandai upaya pemerintah untuk memperkuat distribusi makanan bergizi di daerah terpencil. Dengan harga yang lebih rendah, BGN berharap dapat memperluas jangkauan program MBG secara lebih luas.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
