22 Maret 2026: Tanggal 2 Syawal 1447 H di Indonesia
Gambar atau konten salah?
Para umat Islam sering bertanya, tanggal berapa Hijriah pada hari ini? Hal ini penting bagi mereka yang merencanakan ibadah dan acara keagamaan.
Di 22 Maret 2026, kalender Masehi menandai 2 Syawal 1447 H. Konversi ini didasarkan pada data yang disusun oleh Kementerian Agama.
Berikut ringkasan konversi tanggal Maret 2026:
- 1 – 20 Maret 2026: 11 – 29 Ramadhan 1447 H
- 21 – 31 Maret 2026: 1 – 11 Syawal 1447 H
Kalender Masehi menghitung tahun berdasarkan gerak Matahari. Setiap tahun biasanya 365 hari, atau 366 hari jika tahun kabisat. Tahun kabisat terjadi setiap 4 tahun, kecuali tahun yang habis dibagi 100 tetapi tidak habis dibagi 400.
Kalender Hijriah, sebaliknya, mengikuti gerak Bulan di sekitar Bumi. Siklus bulan (sinodis) rata‑rata 29,53 hari, sehingga satu bulan bisa 29 atau 30 hari. Akibatnya, satu tahun Hijriah memiliki 354 atau 355 hari, lebih pendek dibandingkan tahun Masehi.
Perbedaan acuan ini menyebabkan tanggal di kedua kalender bergeser setiap tahun. Umat Islam biasanya mengonversi tanggal Masehi ke Hijriah untuk mengatur waktu ibadah, syukuran, dan peringatan keagamaan.
Tanggal 22 Maret 2026 jatuh pada 2 Syawal 1447 H. Kalender Hijriah melacak fase bulan, sehingga satu tahun memiliki 354–355 hari, berbeda dengan kalender Masehi yang berbasis Matahari dan memiliki 365–366 hari. Perbedaan ini membuat konversi tanggal menjadi penting bagi umat Islam.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
