5,3 Juta CPO Jadi Biofuel, Fokus B50 di Sektor Pertanian

Guntur P. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 114 dibaca
Bisik.id
5,3 Juta CPO Jadi Biofuel, Fokus B50 di Sektor Pertanian

Gambar atau konten salah?

Di Jakarta, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengumumkan bahwa 5,3 juta ton CPO akan diubah menjadi biofuel tahun ini. Pernyataan ini muncul pada 19 April 2026 dan menegaskan bahwa pengembangan biofuel merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

Menurut Andi, “Sebanyak 5,3 juta ton CPO kita konversi menjadi biofuel. Artinya, tahun ini kita tidak impor solar. Ini perintah langsung Presiden,”. Ia menekankan bahwa percepatan pemanfaatan biodiesel, termasuk program B50, penting untuk menurunkan ketergantungan pada bahan bakar fosil sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas dalam negeri.

Kementerian Pertanian kini mempercepat pemanfaatan energi terbarukan di sektor pertanian. Fokusnya adalah pengembangan biodiesel dan uji coba pada alat dan mesin pertanian (alsintan). Langkah ini bagian dari upaya strategis mendorong kemandirian energi berbasis sumber daya domestik serta mendukung modernisasi pertanian berkelanjutan.

Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah teknologi bioreaktor biodiesel hybrid oleh Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP). Bioreaktor ini dirancang untuk mengolah berbagai bahan baku minyak nabati menjadi biodiesel secara lebih efisien, fleksibel, dan terkontrol.

Sebagai bentuk implementasi, BRMP melalui Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Mekanisasi Pertanian (BRMP Mektan) telah melakukan uji kinerja lapangan alsintan berbahan bakar B50 bekerja sama dengan LEMIGAS pada awal April 2026.

Kepala BRMP Mektan, Arief Rachman, menjelaskan, “Pengujian ini bertujuan untuk mengevaluasi performa alsintan, mulai dari keandalan mesin, efisiensi bahan bakar, hingga stabilitas operasional di lapangan. Hasilnya akan menjadi dasar dalam pengembangan mekanisasi pertanian berbasis energi alternatif, sejalan dengan dukungan terhadap program B50.”

Pengujian dilakukan pada berbagai jenis alsintan: traktor roda dua, traktor roda empat, dan pompa air. Termasuk juga pengujian cold‑startability untuk memastikan mesin tetap dapat beroperasi setelah periode penyimpanan tertentu.

Berdasarkan hasil laboratorium dan lapangan, penggunaan biodiesel B50 menunjukkan kinerja yang relatif stabil. Parameter utama seperti daya, konsumsi bahan bakar, efisiensi kerja, dan performa operasional telah memenuhi standar SNI yang ditetapkan. Hasil ini menandakan bahwa biodiesel B50 berpotensi diterapkan pada alat dan mesin pertanian tanpa memberikan dampak negatif terhadap performa maupun keandalan operasional.

Inisiatif konversi CPO menjadi biofuel dan uji coba biodiesel B50 pada alatan pertanian menandai langkah konkret Indonesia menuju ketergantungan energi yang lebih mandiri serta pertanian yang lebih berkelanjutan, sesuai dengan visi kebijakan energi nasional.

CPObiofuelbiodiesel B50BRMPalsintanenergi terbarukanketahanan energi

Komentar

Memuat komentar...