6 Juni 2026: 20 Dzulhijjah 1447 H, Jadwal Ibadah Umat Islam
Gambar atau konten salah?
Hari ini, Sabtu 6 Juni 2026, umat Islam di seluruh dunia menyesuaikan jadwal ibadah dengan meninjau kalender Hijriah. Menurut konversi yang disusun oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, tanggal 6 Juni 2026 jatuh pada 20 Dzulhijjah 1447 H. Bulan Juni 2026 mencakup dua bulan Hijriah: Dzulhijjah 1447 H dan Muharram 1448 H.
Berikut rincian kalender Hijriah sepanjang bulan Juni 2026 yang diambil dari konversi resmi:
- 1 Juni 2026 – 15 Dzulhijjah 1447 H
- 2 Juni 2026 – 16 Dzulhijjah 1447 H
- 3 Juni 2026 – 17 Dzulhijjah 1447 H
- 4 Juni 2026 – 18 Dzulhijjah 1447 H
- 5 Juni 2026 – 19 Dzulhijjah 1447 H
- 6 Juni 2026 – 20 Dzulhijjah 1447 H
- 7 Juni 2026 – 21 Dzulhijjah 1447 H
- 8 Juni 2026 – 22 Dzulhijjah 1447 H
- 9 Juni 2026 – 23 Dzulhijjah 1447 H
- 10 Juni 2026 – 24 Dzulhijjah 1447 H
- 11 Juni 2026 – 25 Dzulhijjah 1447 H
- 12 Juni 2026 – 26 Dzulhijjah 1447 H
- 13 Juni 2026 – 27 Dzulhijjah 1447 H
- 14 Juni 2026 – 28 Dzulhijjah 1447 H
- 15 Juni 2026 – 29 Dzulhijjah 1447 H
- 16 Juni 2026 – 30 Dzulhijjah 1447 H
- 17 Juni 2026 – 1 Muharram 1448 H
- 18 Juni 2026 – 2 Muharram 1448 H
- 19 Juni 2026 – 3 Muharram 1448 H
- 20 Juni 2026 – 4 Muharram 1448 H
- 21 Juni 2026 – 5 Muharram 1448 H
- 22 Juni 2026 – 6 Muharram 1448 H
- 23 Juni 2026 – 7 Muharram 1448 H
- 24 Juni 2026 – 8 Muharram 1448 H
- 25 Juni 2026 – 9 Muharram 1448 H
- 26 Juni 2026 – 10 Muharram 1448 H
- 27 Juni 2026 – 11 Muharram 1448 H
- 28 Juni 2026 – 12 Muharram 1448 H
- 29 Juni 2026 – 13 Muharram 1448 H
- 30 Juni 2026 – 14 Muharram 1448 H
Amalan sunnah yang dianjurkan di bulan Dzulhijjah, berdasarkan buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun oleh Ustadz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid, meliputi:
- Puasa Dzulhijjah – Disunnahkan berpuasa selama sembilan hari pertama, yakni tanggal 1‑9 Dzulhijjah. “Sesungguhnya, Rasulullah SAW berpuasa Asyura, sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah, dan tiga hari pada setiap bulan.” (HR. Abu Dawud)
- Puasa Arafah – Dilaksanakan pada hari Arafah, yaitu 9 Dzulhijjah. Puasa ini sangat dianjurkan karena hari Arafah dianggap penuh keutamaan, termasuk hari pengampunan dosa. “Tidak ada suatu hari yang Allah lebih banyak membebaskan seorang hamba dari api neraka, melainkan hari Arafah. Sesungguhnya, Allah mendekat dan berbangga di hadapan para malaikat-Nya seraya berkata, 'Apa yang mereka inginkan?'” (HR. Muslim) “Puasa Arafah menghapus dosa tahun yang lalu dan tahun yang akan datang.” (HR. Muslim)
- Bertakbir – Meningkatkan takbir, tahlil, tasbih, istighfar, dan doa, terutama menjelang Idul Adha dan hari-hari tasyrik. “Berdzikirlah kalian kepada Allah di hari-hari yang ditentukan, yaitu sepuluh hari pertama Dzulhijjah dan juga pada hari-hari Tasyriq.” (Imam Bukhari)
- Sholat Idul Adha – Pada tanggal 10 Dzulhijjah, umat melaksanakan shalat Idul Adha di pagi hari. “Rasulullah Saw. pernah keluar pada Hari Raya Idul Adha atau Idul Fitri, lalu beliau mengerjakan shalat Id dua rakaat, namun beliau tidak mengerjakan shalat qabliyah maupun ba'diyah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
- Berkurban – Pada tanggal 10 Dzulhijjah dan hari Tasyriq, yang mampu disunnahkan untuk menyembelih hewan kurban. Al-Qur’an menegaskan: “Maka, dirikanlah sholat karena Tuhanmu; dan berqurbanlah.” (QS. al-Kautsar [108]: 02). Nabi Muhammad SAW bersabda: “Barang siapa menyembelih hewan qurban setelah shalat, maka sungguh telah sempurna penyembelihannya. Ia telah cocok dengan sunnah kaum muslimin.” (HR. Bukhari dan Muslim)
- Puasa Ayyamul Bidh – Amalan rutin pada pertengahan bulan Hijriah, termasuk Dzulhijjah. Dilaksanakan pada tanggal 13, 14, dan 15. “Rasulullah SAW telah memerintah kami untuk berpuasa pada hari-hari yang malamnya cerah, yaitu tanggal 13, 14, dan 15.” (HR Abu Dawud)
Kalender Hijriah bekerja berdasarkan perhitungan matahari dan bulan. Setiap bulan dimulai ketika hilal (cahaya bulan baru) teramati, sehingga panjang bulan bisa bervariasi antara 29 atau 30 hari. Karena perbedaan ini, tanggal Masehi dan Hijriah tidak selalu sinkron. Kementerian Agama menggunakan metode astronomi dan pengamatan hilal resmi untuk menentukan awal bulan.
Dengan mengetahui konversi tanggal, umat dapat menyesuaikan ibadah seperti puasa, shalat, dan kurban pada hari-hari yang tepat. Misalnya, bagi yang berencana menunaikan puasa Arafah, penting mengetahui bahwa 9 Dzulhijjah pada tahun ini jatuh pada 16 Juni 2026. Demikian pula, bagi yang ingin berkurban, tanggal 10 Dzulhijjah pada 17 Juni 2026 menjadi waktu yang disunnahkan.
Dalam konteks Dzulhijjah, bulan ini memiliki nilai spiritual tinggi. Selain puasa dan kurban, umat juga dianjurkan memperbanyak dzikir dan takbir, serta melakukan sholat Idul Adha. Semua amalan ini menegaskan kesatuan komunitas dan rasa syukur kepada Allah SWT.
Dengan informasi konversi tanggal Hijriah hari ini, Sabtu 6 Juni 2026, yang bertepatan dengan 20 Dzulhijjah 1447 H, diharapkan umat dapat melaksanakan ibadah dengan tepat waktu. Mengetahui tanggal yang tepat membantu menjaga konsistensi ibadah dan memperkuat hubungan spiritual.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Renungan Katolik: Persembahan Receh Menunjukkan Ketulusan
Ide Kado Praktis untuk Guru Wali Kelas Berguna Setiap
Tahun Baru Islam 2026: Banner Gratis 35 Desain Ready-Edit
Guru Menyusun Catatan Rapor: Tips Singkat Memotivasi Siswa
Cek Status PIP Juni 2026 & Panduan Aktivasi Rekening
Tahun Baru Islam 1448 H: 1 Muharram 16 Juni 2026 Diperingati
Berita Terbaru
Renungan Katolik: Persembahan Receh Menunjukkan Ketulusan
Gula Tersembunyi: Masalah Berbobot di Rasa Secara Harian
Indonesia 3-0 Oman di GBB, Garuda Terus Menang Sekarang
Defisit APBN 0,70% pada 31 Mei 2026, Fiskal Stabil
Trans Luxury Hotel Surabaya: Tarif Rp 999.000 per Malam
Liburan Sekolah Denpasar: 6 Film Keluarga di Bioskop Juni 2026
