6 Juni 2026: Hari Peringatan Sejarah, Hijau, dan Hama

Bayu K. · 4 min baca · 1 jam lalu · 27 dibaca
Bisik.id
6 Juni 2026: Hari Peringatan Sejarah, Hijau, dan Hama

Gambar atau konten salah?

Hari Lahir Bung Karno diperingati pada 6 Juni 2026 sebagai peringatan kelahiran Ir Soekarno, Presiden pertama Republik Indonesia dan proklamator kemerdekaan. Soekarno lahir di Surabaya, Jawa Timur, pada 6 Juni 1901 dan menjadi tokoh utama dalam perjuangan kemerdekaan bangsa.

Sejak masa muda, Soekarno aktif dalam gerakan nasionalis. Ia bersama Mohammad Hatta menularkan ide kemerdekaan melalui proklamasi pada 17 Agustus 1945. Sehari setelahnya, pada 18 Agustus 1945, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) menetapkan Soekarno sebagai presiden pertama dan Hatta sebagai wakil presiden.

Menjadi kepala negara, Soekarno memimpin Indonesia pada masa awal kemerdekaan yang penuh tantangan. Pemerintahannya menghadapi upaya Belanda untuk kembali menguasai Indonesia melalui agresi militer setelah berakhirnya pendudukan Jepang. Ia berjuang menegakkan kedaulatan dan menata negara yang baru merdeka.

Soekarno menjabat sebagai presiden hingga 12 Maret 1967, ketika ia secara resmi mengakhiri masa jabatannya. Menjelang akhir hayatnya, ia mengalami gangguan kesehatan, khususnya pada ginjal. Ia sempat menjalani perawatan di Wina, Austria, pada 1961 dan 1964. Soekarno wafat pada 21 Juni 1970 di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.

Walaupun sempat berkeinginan dimakamkan di Istana Batu Tulis, Bogor, pemerintah kemudian menetapkan Kota Blitar, Jawa Timur, sebagai lokasi pemakamannya melalui Keputusan Presiden RI Nomor 44 Tahun 1970. Makam Bung Karno di Blitar kini menjadi salah satu destinasi ziarah sejarah yang banyak dikunjungi masyarakat.

Memorial Day di Korea Selatan juga dirayakan pada 6 Juni 2026. Hari ini ditujukan untuk mengenang para pahlawan dan prajurit yang gugur dalam perjuangan membela negara, terutama mereka yang tewas selama Perang Korea.

Sejarah panjang Semenanjung Korea memunculkan latar belakang peringatan ini. Pada 1910, Korea dianeksasi oleh Jepang dan berada di bawah penjajahan selama 35 tahun. Selama masa tersebut, rakyat Korea melakukan berbagai perlawanan, termasuk Pertempuran Bongoh dan Pertempuran Cheongsanri pada 1920. Setelah Jepang menyerah pada akhir Perang Dunia II pada 1945, Korea dibagi menjadi dua wilayah.

Korea Selatan berada di bawah pengaruh Amerika Serikat dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sedangkan Korea Utara berada di bawah pengaruh Uni Soviet. Pembagian ini kemudian memicu ketegangan yang berujung pada Perang Korea pada 1950. Konflik berlangsung selama tiga tahun dan berakhir pada 1953 dengan Perjanjian Gencatan Senjata Korea, yang membentuk Zona Demiliterisasi Korea (DMZ) sebagai batas antara Korea Selatan dan Korea Utara.

Untuk mengenang jasa para prajurit dan warga yang gugur, Korea Selatan menetapkan 6 Juni sebagai Hari Peringatan Nasional. Peringatan ini telah dilaksanakan setiap tahun sejak 1956 dan menjadi salah satu hari penting dalam kalender nasional Korea Selatan.

Hari Atap Hijau Sedunia juga diperingati pada 6 Juni 2026. Peringatan ini pertama kali diselenggarakan pada 2020 dan menyoroti perkembangan desain arsitektur, teknologi, dan inovasi yang memungkinkan manusia menggabungkan konstruksi bangunan dengan ekologi.

Konsep atap hijau diwujudkan melalui pemanfaatan atap bangunan sebagai ruang hijau yang ditanami berbagai jenis vegetasi. Manfaatnya meliputi pengurangan efek pulau panas perkotaan (urban heat island), penyediaan ruang rekreasi, dan peningkatan kualitas hidup, terutama di kawasan yang minim ruang terbuka hijau.

Atap hijau juga berperan dalam mengurangi polusi udara. Tanaman yang tumbuh di atas atap mampu menyaring debu dan partikel pencemar, menyerap karbon dioksida (CO₂), serta menghasilkan oksigen yang membantu meningkatkan kualitas udara. Selain itu, atap hijau dapat mendukung pertanian perkotaan, berkontribusi pada ketahanan pangan yang lebih berkelanjutan.

Di beberapa bangunan, kombinasi atap hijau dan panel surya bahkan terbukti mampu meningkatkan efisiensi energi dibandingkan penggunaan panel surya pada atap konvensional. Selain memberikan manfaat lingkungan, atap hijau juga menghadirkan nilai estetika, membuat kawasan perkotaan menjadi lebih asri dan menarik.

Adapun tema Hari Atap Hijau Sedunia tahun 2026 adalah "will be Nature" atau "Jadilah Bagian dari Alam", yang mengajak masyarakat untuk lebih dekat dengan alam melalui berbagai solusi hijau di lingkungan perkotaan.

Hari Hama Sedunia juga diperingati pada 6 Juni 2026. Peringatan ini diprakarsai oleh Asosiasi Pengendalian Hama Tiongkok (Chinese Pest Control Association/CPCA) dan didukung oleh sejumlah organisasi pengelolaan hama internasional, seperti Federasi Asosiasi Pengelola Hama Asia dan Oseania (FAOPMA), Asosiasi Pengelola Hama Nasional (NPMA), serta Konfederasi Asosiasi Pengelola Hama Eropa (CEPA).

Hari Hama Sedunia bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan hama secara profesional dalam menjaga kesehatan masyarakat, keamanan pangan, dan kualitas lingkungan. Peringatan ini juga menjadi bentuk apresiasi terhadap para profesional pengendalian hama yang berperan dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari ancaman hama.

Peresmian Hari Hama Sedunia pertama kali digelar pada 6 Juni 2017 di Hotel Beijing, Tiongkok. Acara tersebut dihadiri sekitar 300 tamu undangan yang terdiri dari perwakilan media, akademisi, dan pelaku industri pengendalian hama. Setahun kemudian, peringatan ini kembali dirayakan secara internasional di Portugal dalam rangka KTT Global Layanan Pengelolaan Hama untuk Kesehatan Masyarakat dan Keamanan Pangan.

Hari Hama Sedunia dibentuk untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, pemerintah, dan media mengenai pentingnya pengendalian hama dalam melindungi kesehatan masyarakat. Selain itu, Hari Hama Sedunia juga bertujuan menunjukkan peran dan profesionalisme industri pengelolaan hama dalam mendukung kehidupan yang lebih sehat dan aman.

Tujuan lainnya adalah mendorong penerapan metode pengendalian hama yang ilmiah, efektif, dan bertanggung jawab secara sosial, sekaligus meningkatkan perhatian terhadap berbagai risiko kesehatan, kerusakan lingkungan, dan kerugian ekonomi yang dapat ditimbulkan oleh hama.

Adapun tema Hari Hama Sedunia tahun 2026 adalah "Protecting Health Across Borders: The Global Power of Pest Management" atau "Melindungi Kesehatan Lintas Batas: Kekuatan Global Pengelolaan Hama". Tema tersebut sekaligus menandai satu dekade peringatan Hari Hama Sedunia dengan mengusung semangat "United Across the World" atau "Bersatu di Seluruh Dunia", yang menekankan pentingnya kolaborasi global dalam menghadapi tantangan pengendalian hama dan perlindungan kesehatan masyarakat.

Dengan berbagai peringatan yang dirayakan pada 6 Juni 2026, hari ini menjadi titik temu antara sejarah nasional, peringatan internasional, dan upaya pelestarian lingkungan. Dari kelahiran pemimpin revolusioner hingga pengakuan atas jasa prajurit, serta inovasi hijau dan pengendalian hama, 6 Juni menampilkan spektrum nilai yang luas dan beragam. Setiap peringatan membawa pesan penting: mengenang masa lalu, menghormati jasa, dan memajukan masa depan melalui kolaborasi dan inovasi.

Hari Lahir Bung KarnoPerang KoreaHari Atap Hijau SeduniaHari Hama SeduniaKorea SelatanKorea UtaraPengelolaan Hama

Komentar

Memuat komentar...