61 2000 SKS: Welin Kusuma Mahasiswa Paling Berpendidikan
Gambar atau konten salah?
Welin Kusuma tercatat sebagai mahasiswa dengan program studi terbanyak di Indonesia. Ia telah mengambil lebih dari 2.000 satuan kredit semester di berbagai institusi pendidikan tinggi sejak tahun 1999. Riwayat kuliahnya dapat dicek di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti).
Walaupun kini ia bekerja, Welin masih menempuh pendidikan S1 Teknologi Pendidikan di Universitas Terbuka dan berusaha mendapatkan sertifikasi profesi. Gelar yang dimilikinya kini mencakup 61 gelar, mulai dari jenjang S1, S2, hingga gelar profesi. “Jadi, totalnya 61,” kata Welin pada Selasa (12 Mei 2026). Ia menambahkan, “Saya awalnya ngambil di swasta. Waktu itu saya ambil di Surabaya, itu Universitas Surabaya, universitas swasta. Tapi setelah itu saya juga ngambil yang di negeri, ada di Unair gitu, lalu ada ITS.”
Welin menjelaskan bahwa sejak 1999 ia tidak pernah memiliki tahun kosong tanpa kuliah. “Selalu, pasti saya terdaftar, selalu terdaftar gitu. Jadi kalau nggak S1 ya S2 gitu ya, atau barengan gitu. Jadi nggak pernah kosong, karena menurut saya, ini ya, saya ingin eksplor untuk tahu macam-macam ilmu gitu,” ujarnya. Ia juga mengakui bahwa proses pendaftaran terkadang terganggu oleh sistem PDDikti yang memeriksa NIK. “Kalau misalnya sudah lulus, saya langsung daftar lagi gitu. Kecuali kalau memang sekarang ini agak sulit kadang kan, karena ada sistem di PDDikti itu dia ngecek NIK. Jadi kalau belum yudisium itu nggak bisa daftar lagi,” jelasnya. “Tapi kalau setelah sudah yudisium, langsung saya daftar gitu,” tambahnya.
Selama menempuh pendidikan, Welin sering mendapatkan beasiswa. Ia berusaha mencari beasiswa agar tidak membebani orang tua. “Orang tua ada biayain juga, cuma saya banyak dapat beasiswa. Jadi di kampus saya, saya dapat beasiswa gitu ya. Saya pernah dapat beasiswa prestasi kurikuler, habis itu dulu ada prestasi peningkatan akademik, cuma saya ternyata sekarang sudah ganti namanya, jadi KIP,” ungkapnya. “Saya nggak mau membuat orang tua jadi berat gitu. Karena keinginan saya pengen belajar, tapi nanti orang tua yang terbebani,” tambahnya.
Berikut daftar lengkap gelar dan sertifikasi yang telah diambil oleh Welin, dari jenjang S1 hingga profesi, beserta institusi dan tahun:
- S1 Teknik Industri – Universitas Surabaya (1999‑2004) – Sarjana Teknik / S.T.
- S1 Ekonomi Manajemen – STIE Urip Sumoharjo (2001‑2008) – Sarjana Ekonomi / S.E.
- S1 FISIP Administrasi Niaga – Universitas Terbuka (2002‑2005) – Sarjana Sosial / S.Sos.
- S1 Hukum – Universitas Airlangga (2002‑2008) – Sarjana Hukum / S.H.
- S1 Teknik Informatika – Sekolah Tinggi Teknik Surabaya (2002‑2012) – Sarjana Komputer / S.Kom.
- S1 Sastra Inggris – Universitas Kristen Petra (2003‑2008) – Sarjana Sastra / S.S.
- S1 FISIP Administrasi Publik – Universitas Terbuka (2005‑2007) – Sarjana Administrasi Publik / S.A.P.
- S1 Statistika – Universitas Terbuka (2007‑2011) – Sarjana Statistika / S.Stat.
- S1 Ekonomi Akuntansi – Universitas Terbuka (2012‑2013) – Sarjana Akuntansi / S.Akt.
- S1 FISIP Ilmu Komunikasi – Universitas Terbuka (2013‑2015) – Sarjana Ilmu Komunikasi / S.I.Kom.
- S1 FISIP Ilmu Pemerintahan – Universitas Terbuka (2015‑2018) – Sarjana Ilmu Pemerintahan / S.I.P.
- S1 FST Matematika – Universitas Terbuka (2017‑2020) – Sarjana Matematika / S.Mat.
- S1 FHSIP Ilmu Perpustakaan – Universitas Terbuka (2020‑2023) – Sarjana Ilmu Perpustakaan / S.I.Pust.
- S1 FEB Manajemen – Universitas Terbuka (2023‑2025) – Sarjana Manajemen / S.M.
- S2 Teknik Industri – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (2004‑2006) – Magister Teknik / M.T.
- S2 Sains Manajemen – Universitas Airlangga (2006‑2011) – Magister Sains Manajemen / M.S.M.
- S2 Kenotariatan – Universitas Airlangga (2008‑2010) – Magister Kenotariatan / M.Kn.
- Registered Financial Planner Indonesia – Magister Manajemen Unair & Institut Financial Planning Indonesia (2005‑2006) – RFP‑I
- Certified Professional in Brand Development – Universitas Kristen Petra & Brand Knowledge Center (2006) – CPBD
- Certified Professional in Product Management – Universitas Kristen Petra & Direxion Strategic Consultant (2006) – CPPM
- Certified Financial Planner – Financial Planning Standard Board Indonesia (2007) – CFP
- Affiliate Wealth Manager – Magister Manajemen Unair & Certified Wealth Managers' Association (2007) – Aff.WM
- Bersertifikat Konsultan Pajak – Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (2008‑2014) – BKP
- Qualified Wealth Planner – IAFP Global (2011) – QWP
- Certified Professional Human Resources – Quantum Quality International (2012) – CPHR
- Indonesia Certified Professional Marketer – Universitas Surabaya & Indonesia Marketing Association (2012) – ICPM
- Associate Estate Planning Practitioner – Estate Planning Practitioners Limited (2013) – AEPP
- Certified Behavioral Analyst – Quantum Quality International (2013) – CBA
- Certified Management Accountant – The Institute of Certified Management Accountants Australia (2014) – CMA
- Certified Professional Management Accountant – Institut Akuntan Manajemen Indonesia (2014‑2015) – CPMA
- Certified International Business Analyst – Academy of Finance and Management Australia (2015) – CIBA
- Certified Business Valuer – Academy of Finance and Management Australia (2016) – CBV
- Certified Enterprise Risk Analyst – Academy of Finance and Management Australia (2017) – CERA
- Certified Securities Analyst – CSA Institute (2018) – CSA
- ASEAN Chartered Professional Accountant – ASEAN Chartered Professional Accountants Coordinating Committee (2019) – ACPA
- Certified Analyst in Project Management – Academy of Finance and Management Australia (2019) – CAPM
- Certified Analyst in Project Finance – Academy of Finance and Management Australia (2019) – CAPF
- Certified Digital Marketing Specialist – Academy of Finance and Management Australia (2020) – CDMS
- Alibaba Cloud Associate – Alibaba Cloud Academy (2021) – ACA
- Certified Technical Analyst – CSA Institute (2021‑2022) – CTA
- Program Pendidikan Insinyur Industri – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (2021) – Ir.
- Certified Risk Professional – TAP Kapital Indonesia (2021‑2022) – CRP
- Insinyur Profesional Utama – Persatuan Insinyur Indonesia (2022) – IPU
- ASEAN Engineer Register – The ASEAN Federation of Engineering Organisations (2023) – ASEAN Eng.
- Certified Pricing Specialist – Academy of Finance and Management Australia (2023) – CPS
- Certified Investment Banking – CSA Institute & Sertifikasiku (2023) – CIB
- Certified Environment and Sustainability Analyst – Academy of Finance and Management Australia (2023) – CESA
- Certified Professional in Sourcing and Procurement – The International Supply Chain Education Alliance Indonesia (2024) – CPSP
- Certified Fixed Income Analyst – CSA Institute (2024) – CFIA
- Certified Professional in Logistics Management – The International Supply Chain Education Alliance Indonesia (2024) – CPLM
- Certified Sustainable Supply Chain Professional – The International Supply Chain Education Alliance Indonesia (2024) – CSSCP
- Certified ChatGPT Prompt Specialist – MarkPlus Institute & iTrain Asia (2024) – CCPS
- Certified Supply Chain Analyst – The International Supply Chain Education Alliance Indonesia (2025) – CSCA
- Certified Supply Chain Manager – The International Supply Chain Education Alliance Indonesia (2025) – CSCM
- Certificate in Data Analytics – Association of Chartered Certified Accountants (2025) – CertDA
- Certificate Sustainability for Finance – Association of Chartered Certified Accountants (2025) – CertSF
- Certificate in Climate Finance – Association of Chartered Certified Accountants (2025) – CertCF
- Certified Lean Six Sigma Black Belt – Council for Six Sigma Certification (2025) – CLSSBB
- Certificate in International Financial Reporting – Association of Chartered Certified Accountants (2026) – CertIFR
- Certificate in International Auditing – Association of Chartered Certified Accountants (2026) – CertIA
- Certified Professional Marketer (Asia) – MarkPlus & Asia Marketing Federation (2026) – CPM Asia
Welin menegaskan bahwa ia selalu mencari peluang belajar baru, baik melalui jenjang pendidikan formal maupun sertifikasi profesional. Ia menekankan pentingnya beasiswa sebagai cara untuk mengurangi beban finansial keluarga. “Orang tua ada biayain juga, cuma saya banyak dapat beasiswa,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa ia tidak ingin membuat orang tua terbebani, karena motivasinya adalah ingin terus belajar.
Dengan catatan akademis yang luas dan beragam, Welin menunjukkan komitmen tinggi terhadap pendidikan. Ia memanfaatkan setiap kesempatan untuk menambah pengetahuan, baik melalui program S1, S2, maupun sertifikasi profesional. Ia juga aktif memanfaatkan sistem PDDikti untuk memastikan keabsahan status mahasiswa, meski terkadang prosesnya menantang.
Keberhasilan Welin dalam menempuh lebih dari dua ribu SKS dan memperoleh 61 gelar menegaskan bahwa dedikasi dan ketekunan dapat menghasilkan pencapaian yang luar biasa. Ia tetap aktif belajar meski memiliki pekerjaan, menandakan bahwa pendidikan tidak pernah berhenti bagi yang bersemangat. Dengan terus menambah gelar dan sertifikasi, Welin menjadi contoh bagi banyak orang bahwa belajar dapat dilakukan di berbagai waktu dan tempat, tanpa mengorbankan tanggung jawab lainnya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Adecco Rilis Panduan Gaji 2026: Ini Kisaran Upah 10 Sektor
Kebakaran Sumur Minyak Ilegal di Aceh Timur, 1 Mobil Hangus
Erwin Buka Suara: Tak Pernah Diajak Wali Kota Urus Bandung
Plaza Gedung Sate Dipasangi Rumput, Progres Tepat Jadwal
Inggris ke Perempat Final Piala Dunia 2026
Siloam Raih Pengakuan Magnet with Distinction dari ANCC
Percepatan Izin KEK Dinilai Kunci Jaga Daya Saing
