7 Destinasi Low-Budget di Jakarta untuk Akhir Pekan Panjang

Lia N. · 4 min baca · 2 bulan lalu · 63 dibaca
Bisik.id
7 Destinasi Low-Budget di Jakarta untuk Akhir Pekan Panjang

Gambar atau konten salah?

Long weekend di Jakarta sering menjadi ajang bagi warga kota untuk melarikan diri dari rutinitas. Bukan semua orang ingin menghabiskan uang banyak untuk berangkat ke luar kota. Ada banyak tempat di Jakarta yang menawarkan pengalaman seru tanpa harus merogoh kocek dalam. Berikut tujuh destinasi low budget yang cocok dikunjungi saat akhir pekan panjang.

Kota Tua Jakarta terletak di Jakarta Barat, tepatnya di sekitar Jl. Taman Fatahillah. Tempat ini tetap menjadi pusat sejarah ibu kota yang hidup di tengah modernisasi. Di sekitar alun‑alun berbatu, gedung-gedung peninggalan kolonial Belanda berdiri kokoh. Kawasan ini buka 24 jam, sementara museum-museumnya biasanya beroperasi dari 09.00-15.00 WIB dan tutup setiap Senin. Museum-museum yang dapat dikunjungi antara lain Museum Sejarah Jakarta (atau Museum Fatahillah), Museum Bank Indonesia, Museum Seni Rupa dan Keramik, Museum Mandiri, dan Museum Wayang. Tiket masuk relatif terjangkau, mulai Rp 5.000 hingga Rp 15.000. Pengunjung dapat menikmati suasana bangunan kolonial, bersepeda ontel, atau berburu foto estetik di alun‑alun ikonik.

Taman Bendera Pusaka adalah taman baru yang terletak di Jakarta Selatan. Diresmikan pada 14 Maret 2026, taman ini menonjolkan skybridge yang menghubungkan tiga area taman: Ayodya, Leuser, dan Langsat. Taman ini buka 24 jam setiap hari dan dapat dinikmati secara gratis. Selain itu, taman ini menjadi ruang terbuka hijau yang cocok untuk berjalan santai sambil menikmati suasana hijau di tengah kota.

Hutan Kota GBK & Lapangan Bisbol berada di Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat. Hutan Kota GBK menawarkan ruang terbuka hijau dengan latar gedung pencakar langit. Buka Selasa sampai Minggu, dengan dua sesi: pagi (06.00-10.00 WIB) dan sore (15.00-18.00 WIB). Tiket masuk gratis, kecuali pada hari Senin yang tutup untuk pemeliharaan. Pengunjung disarankan datang di luar jam tersebut agar tidak terhenti. Tempat ini cocok untuk piknik santai, jogging, atau duduk menikmati suasana kota yang lebih tenang. Banyak spot foto dengan view skyline Jakarta. Di lapangan bisbol dan softbol GBK, pengunjung dapat menyaksikan para pehobi atau atlet berlatih. Tidak ada pungutan biaya masuk. Di sekitar, ada warung yang menjual bakso malang dan tempe mendoan dengan harga ramah kantong.

Setu Babakan terletak di Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Ini adalah pusat Perkampungan Budaya Betawi yang luas dan asri. Kawasan ini buka setiap hari sekitar 08.00-17.00 WIB, dan tiket masuk gratis. Namun, pengunjung akan dikenai biaya kecil untuk parkir atau wahana tertentu, seperti naik bebek air di danau, dengan tarif mulai Rp 10.000 per orang. Selain bersantai di tepi danau, wisatawan juga dapat jogging, bersepeda sekeliling area, mencoba kuliner khas, dan menikmati aktivitas budaya Betawi.

Taman Margasatwa Ragunan buka setiap Selasa sampai Minggu mulai sekitar pukul 07.00 sampai 16.00 WIB. Ragunan tutup setiap Senin. Kawasan ini mencakup lahan luas dan menjadi rumah bagi ribuan satwa dari berbagai spesies, termasuk primata, karnivora seperti harimau, berbagai jenis burung, reptil, dan lainnya. Taman binatang ini memiliki koleksi lebih dari 2.000 ekor satwa dari 200 jenis. Selain itu, Ragunan berperan dalam konservasi dan edukasi satwa. Di dalamnya tersedia beragam fasilitas rekreasi, seperti area Children Zoo, jalur perahu angsa, penyewaan sepeda dan sepeda listrik, serta area bermain dan taman refleksi. Ada pula kereta keliling dan pusat primata Schmutzer. Harga tiket masuk sangat terjangkau: Rp 4.000 untuk dewasa dan Rp 3.000 untuk anak-anak.

Museum Nasional Indonesia terletak di Jakarta Pusat. Museum ini merupakan titik awal bagi para pengunjung yang ingin menjelajahi sejarah dan budaya Nusantara. Koleksi arca, prasasti, dan pameran interaktif modern menambah daya tarik. Fasilitas lengkap meliputi ruang pameran ber-AC, area edukasi digital, kafe, dan toko suvenir. Tiket masuk berkisar Rp 30.000 hingga Rp 50.000. Jam operasional: Selasa-Kamis pukul 08.00-16.00 WIB, Jumat-Minggu pukul 08.00-20.00 WIB. Setelah mengunjungi Museum Nasional, perjalanan dapat dilanjutkan ke Museum Kebangkitan Nasional.

Museum Kebangkitan Nasional berada di bangunan bersejarah STOVIA, lengkap dengan meja dan kursi kayu asli sekolah. Pameran bertajuk 'Kita Serumpun' digelar di sini, menampilkan diorama pertemuan organisasi pergerakan, koleksi foto, dan area informasi yang membantu memahami awal pergerakan nasional. Pengunjung hanya perlu merogoh kocek sekitar Rp 2.000 hingga Rp 5.000. Operasional: Selasa sampai Minggu pukul 08.00-16.00 WIB, tutup pada hari Senin serta hari libur nasional. Pembelian tiket saat ini wajib dilakukan secara nontunai melalui QRIS atau dompet digital.

Museum Perumusan Naskah Proklamasi terletak di Menteng, Jakarta Pusat. Bangunan ini masih mempertahankan gaya arsitektur Eropa abad ke-20. Di sini, pengunjung dapat melihat rekonstruksi ruang tempat naskah proklamasi dirumuskan, lengkap dengan meja, kursi, dan barang-barang yang menyerupai kondisi asli tahun 1945. Di sekitarnya, ada diorama dan foto-foto dokumentasi yang memperlihatkan para tokoh perumus proklamasi sedang berdiskusi. Museum ini menampilkan koleksi surat, dokumen, dan artefak asli yang berkaitan dengan persiapan kemerdekaan, termasuk salinan naskah proklamasi dan tulisan tangan tokoh-tokoh seperti Sukarno dan Hatta. Tiket masuk masih di kisaran Rp 2.000 hingga Rp 5.000. Pengunjung juga dapat menemukan jendela lawas berwarna kuning yang sangat instagramable.

Museum Tekstil menawarkan pengalaman visual dan interaktif lewat koleksi batik, tenun, serta taman pewarna alami. Terdapat workshop membatik, galeri terbuka, dan ruang santai yang membuat kunjungan terasa lebih santai. Tiket masuk berkisar Rp 5.000 hingga Rp 10.000. Museum ini menjadi tempat yang tepat untuk belajar tentang seni tekstil Indonesia sambil menikmati suasana yang tenang.

RPTRA Kalijodo terletak di Jl. Pangeran Tubagus Angke, Jakarta Utara. Dulu dikenal sebagai kawasan kontroversial, kini menjadi ruang publik urban yang sering dikunjungi keluarga dan anak muda. Taman ini buka sepanjang hari tanpa tiket masuk. Pengunjung dapat menikmati area jogging, jalur sepeda, skateboard park, playground untuk anak-anak, lapangan olahraga, serta tempat duduk santai untuk piknik mini di akhir pekan.

Dengan berbagai pilihan yang tidak memerlukan biaya besar, warga Jakarta dapat menikmati akhir pekan panjang tanpa harus merogoh kocek dalam. Dari sejarah kolonial di Kota Tua hingga kebudayaan Betawi di Setu Babakan, dari hutan kota di GBK hingga kebudayaan tekstil di Museum Tekstil, semua dapat dinikmati dengan mudah dan terjangkau. Selamat menjelajah kota yang kaya akan sejarah, budaya, dan alam.

Kota Tua JakartaTaman Bendera PusakaHutan Kota GBKSetu BabakanTaman Margasatwa RagunanMuseum NasionalMuseum TekstilRPTRA Kalijodo

Komentar

Memuat komentar...