732.483 Daftar Magang, Hanya 50 Ribu yang Lolos
Gambar atau konten salah?
Program Magang Nasional yang digelar pemerintah mencatatkan lonjakan peminat yang luar biasa. Hingga pendaftaran ditutup, tercatat sebanyak 732.483 orang telah mendaftar sebagai calon peserta. Namun, angka ini jauh melampaui daya tampung yang tersedia. Pada batch pertama tahun 2026 ini, pemerintah hanya menyediakan 50 ribu kuota.
Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan (Barenbang) Kementerian Ketenagakerjaan, Anwar Sanusi, mengungkapkan bahwa dari jumlah pendaftar yang sangat besar tersebut, tidak semuanya lolos tahap verifikasi. Hanya 226.719 orang yang dinyatakan memenuhi syarat dan telah mengajukan lamaran secara lengkap. Artinya, hanya sekitar 50 ribu dari mereka yang akan benar-benar mendapatkan kesempatan magang.
"Hingga penutupan pendaftaran program pemagang batch yang ke I, angkatan kedua 2026 tanggal 28 Juli 2026 sebanyak 732.483 yang mendaftar sebagai calon peserta pemagangan. Namun demikian setelah kita melakukan verifikasi terdapat 226.719 yang mengajukan lamaran lengkap," kata Anwar pada Selasa, 04 Agustus 2026.
Anwar menjelaskan, penyusutan jumlah pendaftar yang sangat drastis ini terjadi karena banyak pendaftar yang masuk dalam kategori not eligible atau tidak memenuhi syarat. Beberapa penyebabnya antara lain karena masa kelulusan mereka sudah melewati batas waktu yang ditentukan, data yang diserahkan tidak lengkap, atau berbagai masalah administrasi lainnya.
"Turunnya secara drastis jumlah pendaftar dengan yang melamar lengkap karena sebagian besar pendaftar masuk dalam kategori tidak eligible, di antaranya mereka sudah melewati batas kelulusan, data yang tidak lengkap dan lainnya," tutur Anwar.
Bagi peserta yang nantinya diterima, ada sejumlah keuntungan yang ditawarkan. Setiap peserta magang akan mendapatkan uang saku yang besarnya setara dengan Upah Minimum Provinsi atau Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMP/UMK) di tempat mereka menjalani magang. Mereka akan ditempatkan di berbagai perusahaan dan lembaga yang telah bekerja sama dengan pemerintah.
Anwar juga menambahkan, pendaftaran untuk batch kedua akan segera dibuka setelah peserta batch pertama mulai menjalani program atau on board. Sementara itu, informasi mengenai sektor dan distribusi penempatan peserta akan diumumkan setelah proses penetapan peserta selesai dilakukan.
"Bagi yang mungkin belum bisa ikut dalam batch yang pertama, silakan mengikuti pada batch yang ke II, tentunya selama persyaratan memenuhi. Batch ke II akan segera dibuka setelah batch yang pertama dimulai atau on board. Untuk sektor dan distribusi kami akan sampaikan setelah penetapan peserta dilakukan," tutup Anwar.
Program Magang Nasional ini menjadi salah satu upaya pemerintah untuk menjembatani lulusan dengan dunia kerja. Tingginya minat pendaftar menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap program ini, namun juga menjadi tantangan tersendiri karena kuota yang tersedia sangat terbatas dibandingkan jumlah peminat. Bagi yang belum berhasil di batch pertama, masih ada kesempatan di batch berikutnya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait