Waspada, Ini Tanda Kecanduan Judi Online

Putri N. · 4 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Waspada, Ini Tanda Kecanduan Judi Online

Gambar atau konten salah?

Judi online masih menjadi masalah besar di Indonesia. Dampaknya tidak cuma menguras uang, tapi juga bisa merusak hubungan dengan keluarga, pekerjaan, dan kesehatan mental jika tidak segera ditangani.

Banyak orang awalnya menganggap judi online hanya hiburan ringan. Tapi kebiasaan ini bisa berubah menjadi kecanduan. Pelakunya sulit berhenti meski sudah berkali-kali merugi.

Para ahli mengatakan ada beberapa perubahan perilaku yang sering muncul pada orang yang kecanduan judi online. Mengenali tanda-tanda ini sejak awal penting agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat.

Psikolog klinis Tri Iswardani menjelaskan, kecanduan judi online biasanya ditandai dengan perubahan perilaku yang makin terlihat seiring waktu. Salah satu tanda yang paling sering muncul adalah mulai menyembunyikan masalah keuangan dari keluarga atau orang terdekat. Tidak jarang, pelaku juga diam-diam menjual aset demi mendapat uang untuk bermain lagi.

"Diam-diam, dia akan mencoba terus, semakin sering berbohong kepada keluarga, waktu yang dia habiskan di depan gadget semakin lama," kata Tri dalam perbincangan di Sunset Talk detikSore bertajuk Gara-gara Judi Online.

Selain itu, intensitas penggunaan ponsel atau perangkat digital juga meningkat karena terus dipakai untuk mengakses permainan judi.

Utang Bertambah hingga Mengandalkan Pinjaman Online

Kebiasaan berjudi juga sering menyeret pelaku ke masalah finansial yang makin berat. Kerugian yang terus berulang membuat mereka mencari berbagai cara untuk mendapat modal baru, termasuk melalui pinjaman online.

"Tiba-tiba dia punya utang, utangnya makin lama semakin nambah, dari awalnya Rp300 ribu sampai bisa jutaan rupiah, dia akhirnya lari ke pinjol," ujar Tri.

Kondisi ini membuat pelaku masuk ke dalam lingkaran utang yang makin sulit diputus jika tidak segera mendapat bantuan.

Terus Memantau Aplikasi Judi

Perubahan lain yang sering terlihat adalah makin banyak waktu dihabiskan di depan gawai untuk memantau aplikasi judi online.

Tri bahkan mengungkapkan pernah menemukan kasus pelaku yang rela tetap terjaga sepanjang waktu agar tidak ketinggalan aktivitas di aplikasi judi. Dalam kasus tertentu, kondisi itu sampai mendorong penggunaan narkotika.

"Jadi dia harus memantau, melek terus, dan untuk kebutuhan kuat meleknya, dia mulailah pakai sabu. Sabu juga jadi semakin adiktif, akhirnya tertangkap, ketahuan, direhabilitasi, dan ternyata awal mulanya baru diketahui karena judi online," katanya.

Dampak Judi Online terhadap Kesehatan Mental

Kecanduan judi online tidak hanya berdampak pada kondisi ekonomi, tetapi juga memengaruhi kesehatan psikologis. Dokter spesialis kejiwaan dr Kristiana Siste Kurniasanti, SpKJ menjelaskan, orang yang kecanduan judi online bisa mengalami kecemasan berat. Tubuh gemetar hingga denyut jantung meningkat.

Pada kondisi yang lebih berat, kecanduan tersebut bisa berkembang menjadi depresi hingga muncul keinginan untuk mengakhiri hidup. "Dia gemetar atau denyut nadinya meningkat itu bisa terjadi. Tidak ada halusinasi, tapi tadi ditanya level stresnya, yang sudah mengalami kecanduan itu bisa sampai depresi berat akibat tidak bisa berhenti dari siklus lingkaran setannya," kata Kristiana.

Ia menggambarkan bagaimana pelaku terus terjebak dalam pola yang sama. "Misalnya, dia berjudi, kalah, lalu melakukan pinjol. Lalu, pinjolnya harus dibayar, judi lagi, kalah, pinjol lagi. Menang sedikit, main lagi, kalah besar, pinjol lagi," sambungnya.

Apakah Kecanduan Judi Online Bisa Disembuhkan?

Menurut Tri Iswardani, kecanduan judi online masih bisa diatasi, terutama jika penanganan dilakukan sejak dini. Langkah awal yang perlu dilakukan ialah membantu pelaku menyadari bahwa dirinya sedang mengalami masalah dan membutuhkan bantuan profesional. Pendekatan yang berfokus pada akar persoalan dinilai lebih efektif dibanding sekadar menyalahkan pelaku.

Selain itu, sumber kesenangan yang selama ini diperoleh dari judi perlu dialihkan ke aktivitas lain yang lebih sehat dan tetap mampu memberikan rasa senang atau pelepasan dopamin, seperti menjalankan hobi maupun kegiatan positif lainnya.

Jika diperlukan, pembatasan akses terhadap internet juga bisa menjadi bagian dari proses pemulihan. "Internetnya diputus dulu kalau perlu," kata Tri.

Kecanduan judi online adalah kondisi yang bisa diobati, terutama jika ditangani sejak dini. Langkah pertama adalah membantu pelaku menyadari bahwa dirinya bermasalah dan butuh bantuan profesional. Menyalahkan pelaku tidak efektif. Pendekatan yang fokus pada akar masalah lebih baik.

Sumber kesenangan yang selama ini didapat dari judi perlu dialihkan ke aktivitas lain yang lebih sehat. Hobi atau kegiatan positif bisa memberikan rasa senang atau pelepasan dopamin yang sama.

Dokter spesialis kejiwaan dr Kristiana Siste Kurniasanti, SpKJ menjelaskan, orang yang kecanduan judi online bisa mengalami kecemasan berat. Tubuh gemetar hingga denyut jantung meningkat.

Pada kondisi yang lebih parah, kecanduan ini bisa berkembang menjadi depresi berat hingga muncul keinginan untuk bunuh diri. "Dia gemetar atau denyut nadinya meningkat itu bisa terjadi. Tidak ada halusinasi, tapi tadi ditanya level stresnya, yang sudah mengalami kecanduan itu bisa sampai depresi berat akibat tidak bisa berhenti dari siklus lingkaran setannya," kata Kristiana.

Ia menggambarkan bagaimana pelaku terus terjebak dalam pola yang sama. "Misalnya, dia berjudi, kalah, lalu melakukan pinjol. Lalu, pinjolnya harus dibayar, judi lagi, kalah, pinjol lagi. Menang sedikit, main lagi, kalah besar, pinjol lagi," sambungnya.

Perubahan lain yang sering terlihat adalah semakin banyak waktu dihabiskan di depan gawai untuk memantau aplikasi judi online. Tri bahkan mengungkapkan pernah menemukan kasus pelaku yang rela tetap terjaga sepanjang waktu agar tidak ketinggalan aktivitas di aplikasi judi. Dalam kasus tertentu, kondisi itu sampai mendorong penggunaan narkotika.

"Jadi dia harus memantau, melek terus, dan untuk kebutuhan kuat meleknya, dia mulailah pakai sabu. Sabu juga jadi semakin adiktif, akhirnya tertangkap, ketahuan, direhabilitasi, dan ternyata awal mulanya baru diketahui karena judi online," katanya.

Kecanduan judi online masih bisa diatasi, terutama jika penanganan dilakukan sejak dini. Langkah awal yang perlu dilakukan ialah membantu pelaku menyadari bahwa dirinya sedang mengalami masalah dan membutuhkan bantuan profesional. Pendekatan yang berfokus pada akar persoalan dinilai lebih efektif dibanding sekadar menyalahkan pelaku.

Selain itu, sumber kesenangan yang selama ini diperoleh dari judi perlu dialihkan ke aktivitas lain yang lebih sehat dan tetap mampu memberikan rasa senang atau pelepasan dopamin, seperti menjalankan hobi maupun kegiatan positif lainnya. Jika diperlukan, pembatasan akses terhadap internet juga bisa menjadi bagian dari proses pemulihan.

Kecanduan judi online bukan sekadar masalah keuangan. Ini adalah gangguan psikologis yang serius. Pelaku terjebak dalam siklus: berjudi, kalah, pinjam uang, berjudi lagi, kalah lagi, pinjam lagi. Lingkaran setan ini sulit diputus tanpa bantuan profesional. Mengenali tanda-tanda awal seperti berbohong soal keuangan, menjual aset, atau terus-menerus memantau aplikasi judi bisa menjadi langkah pertama untuk keluar dari jeratan ini.

judi onlinekecanduanperubahan perilakumasalah keuangankesehatan mentalpinjaman onlinepenanganan dini

Komentar

Memuat komentar...