9 Destinasi Wisata Magelang: Dari Borobudur hingga Gunung Andong

Guntur P. · 5 min baca · 1 bulan lalu · 192 dibaca
Bisik.id
9 Destinasi Wisata Magelang: Dari Borobudur hingga Gunung Andong

Gambar atau konten salah?

Magelang, kota yang terletak di antara Yogyakarta dan Semarang, menawarkan lebih dari sekadar Candi Borobudur. Dengan hamparan sawah, bangunan bersejarah, dan perbukitan yang menawan, wilayah ini menjadi tempat yang tepat bagi para pelancong yang ingin menikmati keindahan alam sekaligus budaya Jawa Tengah.

Berikut sembilan destinasi wisata di Magelang, diurutkan dari yang paling dekat hingga yang paling jauh dari Candi Borobudur. Setiap tempat memiliki ciri khasnya sendiri, mulai dari spot foto Instagram hingga tempat bersejarah yang menakjubkan.

  1. Svargabumi Borobudur

    Jarak: ±2–3 km | ~5–10 menit berkendara

    Terletak di Dusun Ngaran dan Gopalan, Desa Borobudur, Svargabumi adalah hamparan sawah seluas tiga hektare yang dipadukan menjadi ruang wisata. Para petani lokal tetap mengelola lahan tersebut, sementara pengelola wisata menyediakan bibit dan pupuk. Dengan lebih dari 22 spot foto yang tersebar di area, pengunjung dapat menikmati berbagai spot seperti kursi gantung, ranjang jaring, ayunan langit, dan dek melingkar.

    Di beberapa titik, siluet Candi Borobudur dapat terlihat. Tempat ini sering disebut “Ubud‑nya Magelang.” Buka setiap hari kecuali Kamis, Senin hingga Rabu pukul 08.00–17.00 WIB, Sabtu–Minggu mulai pukul 06.30–18.00 WIB.

    Tiket masuk Rp 30.000 untuk dewasa dan Rp 15.000 untuk anak-anak, dengan diskon tambahan bila dibeli online melalui svargabumi.store. Fasilitas lengkap termasuk area parkir, toilet bersih, musala, gazebo, warung makan, dan toko oleh‑oleh.

  2. Museum dan Kampung Seni Borobudur

    Jarak: ±1–2 km | ~5 menit berkendara

    Terletak di Kujon, Kecamatan Borobudur, tempat ini menampilkan replika arca singa, miniatur candi, patung Buddha, dan lukisan Borobudur karya Affandi. Relif di dinding luar menggambarkan sejarah pembangunan candi dan kehidupan masyarakat sekitarnya.

    Area ini juga memiliki Top Selfie dengan pemandangan Bukit Menoreh serta Amphitheatre terbuka untuk pertunjukan kesenian tradisional. Tidak ada tiket masuk, sehingga pengunjung dapat menjelajah secara gratis. Toko oleh‑oleh menawarkan aksesori, kerajinan tangan, kaos motif Borobudur, dan kain batik.

  3. Bukit Rhema (Gereja Ayam)

    Jarak: ±10 km | ~15–20 menit berkendara

    Bukit Rhema, yang dibangun pada 1992, memiliki bangunan berlantai tujuh berbentuk burung merpati. Nama “Gereja Ayam” berasal dari kepala burung yang menyerupai jengger. Bangunan ini berfungsi sebagai ruang doa lintas agama, dengan ruang khusus bagi setiap agama di Indonesia.

    Setelah menjadi lokasi syuting film “Ada Apa dengan Cinta 2” (2016), tempat ini menjadi tujuan wisata yang ramai. Setiap lantai dihiasi lukisan dengan tema spiritual, nasionalisme, dan peringatan narkoba. Di jalan menuju bangunan, pengunjung dapat melihat burung hantu.

    Puncak menampilkan panorama 360 derajat, termasuk Gunung Merapi, Merbabu, Sumbing, dan siluet Candi Borobudur. Buka setiap hari pukul 07.00–18.00 WIB, dengan tiket mulai Rp 25.000 per orang. Kedai Rakyat W'dank di dalam kompleks menyajikan wedang jahe, beras kencur, kunyit asam, dan makanan khas Magelang.

  4. Wisata Getek Balong

    Jarak: ±5–8 km | ~10–15 menit berkendara

    Wisata ini mengajak pengunjung menelusuri Sungai Progo menggunakan getek bambu tradisional. Pengalaman ini meniru kehidupan masyarakat Borobudur pada masa lalu, ketika getek digunakan untuk mengangkut batu andesit.

    Selama perjalanan, jeram-jeram kecil dan batu andesit besar menjadi rintangan alami. Pemandangan pepohonan rindang dan persawahan menambah keindahan. Waktu terbaik adalah sore menjelang matahari terbenam, ketika cahaya memantul di sungai.

    Wisata Getek Balong kini menjadi bagian dari Borobudur Trail of Civilization, memberikan pengalaman yang lebih mendalam tentang peradaban di balik candi.

  5. Punthuk Setumbu

    Jarak: ±4–5 km | ~10 menit berkendara

    Punthuk Setumbu terletak di lereng perbukitan Menoreh, ketinggian sekitar 400 meter di atas permukaan laut. Spot ini terkenal sebagai salah satu tempat sunrise paling ikonik di Indonesia, dengan kabut pagi yang melingkupi lembah dan stupa Candi Borobudur yang muncul di baliknya.

    Pengunjung biasanya tiba sebelum pukul 05.00 WIB dan mendaki sekitar 15–20 menit. Trek mudah dan dilengkapi tangga di bagian curam. Di puncak, terdapat beberapa titik pandang yang menghadap langsung ke Borobudur dan pegunungan Menoreh.

    Tempat ini cocok bagi pasangan, keluarga, dan fotografer. Karena popularitasnya, disarankan datang lebih awal, terutama di akhir pekan dan musim liburan. Bawa jaket karena suhu dapat turun drastis menjelang fajar.

  6. Taman Baca Melek Huruf

    Jarak: ±8–10 km | ~15–20 menit berkendara

    Terletak di Dusun Pucungan, Desa Candirejo, Taman Baca Melek Huruf menyimpan lebih dari 1.000 koleksi buku, termasuk novel, buku nonfiksi, majalah, dan data sejarah Magelang. Tempat ini memiliki suasana yang tenang, dengan beranda, teh atau kopi, dan pemandangan kebun Menoreh.

    Pengunjung dapat menikmati kudapan rumahan khas Magelang. Untuk yang ingin menginap, tersedia penginapan dengan tarif Rp 500.000 per malam, termasuk tur ke sentra kerajinan, petik buah, dan desa tersembunyi di sekitar Magelang.

    Buka setiap Jumat hingga Senin, pukul 10.00–18.00 WIB. Tutup di hari Selasa–Kamis.

  7. Muntilan & “Kota M” Serial Gadis Kretek

    Jarak: ±17 km | ~25–30 menit berkendara

    Muntilan menjadi sorotan setelah serial “Gadis Kretek” tayang di Netflix pada November 2023. Ratih Kumala, penulis novel aslinya, mengungkap bahwa “Kota M” terinspirasi dari Muntilan, sebuah kecamatan bersejarah yang terletak di jalur strategis antara Yogyakarta dan Borobudur.

    Muntilan memiliki sejarah panjang, mulai dari Kesultanan Yogyakarta hingga masa Inggris dan Belanda. Bangunan kolonial masih ada di pusat kota, serta Candi Mendut yang megah. Pengunjung dapat mencicipi tape ketan khas Muntilan dan mengunjungi pasar tradisional.

    Dengan mengunjungi Candi Mendut dan Candi Pawon, wisatawan dapat menikmati rute budaya dan sejarah yang padat.

  8. Dusun Butuh (Nebal van Java)

    Jarak: ±35 km | ~50–60 menit berkendara

    Dusun Butuh, juga dikenal sebagai “Nebal van Java”, terletak di lereng Gunung Sumbing, ketinggian 1.620 meter di atas permukaan laut. Rumah-rumah warga tersusun bertingkat di lereng bukit, dengan latar Gunung Sumbing yang menjulang. Pagi hari, kabut tipis menambah efek dramatis.

    Di pagi hari, cahaya matahari menembus kabut dan menyinari atap rumah, menciptakan momen fotografi yang sulit ditandingi. Pada musim tertentu, hamparan padi terasering menambah keindahan. Dusun ini juga menjadi titik awal pendakian Gunung Sumbing.

    Wisatawan biasa dapat berjalan-jalan, menikmati sarapan di warung lokal, dan mengabadikan foto di berbagai titik panorama. Disarankan berkunjung pada hari kerja dan membawa pakaian hangat karena suhu dapat sangat dingin, terutama di pagi hari.

  9. Gunung Andong

    Jarak: ±45 km | ~60–75 menit berkendara

    Gunung Andong, ketinggian 1.726 meter di atas permukaan laut, terletak di Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang. Trek pendakian relatif landai dan terkelola dengan baik. Waktu tempuh mencapai puncak sekitar 1,5–2 jam dari basecamp.

    Di puncak, pemandangan 360 derajat menampilkan Merbabu, Merapi, Sumbing, Sindoro, dan Telomoyo. Disarankan mendaki pada musim kemarau (April–Oktober) ketika cuaca bersahabat dan pemandangan tidak terhalang awan.

Magelang menawarkan kombinasi alam, sejarah, dan budaya yang memikat. Dari hamparan sawah yang menawan hingga puncak gunung yang menantang, setiap destinasi memiliki cerita tersendiri. Bagi para pelancong yang ingin mengeksplorasi keindahan Jawa Tengah, kota ini menyediakan pilihan yang beragam, baik bagi yang mencari ketenangan maupun petualangan.

MagelangCandi Borobudursvargabumi BorobudurGunung SumbingGunung Andongwisata alambudaya Jawa Tengah

Komentar

Memuat komentar...