Aaron/Soh Siap Balas Dendam di Badminton Asia 2026
Gambar atau konten salah?
Dominasi pasangan ganda putra Kim Won Ho/Seo Seung Jae selama setahun terakhir membuat para pemain elit dunia kesulitan menyesuaikan strategi. Pelatih negara lawan pun harus berpikir keras.
Herry Iman Pierngadi, pelatih ganda putra Malaysia, menyoroti penampilan pasangan nomor satu dunia tersebut, terutama setelah Aaron Chia/Soh Wooi Yik kalah di final All England 2026 dengan skor 21‑18, 12‑21, 19‑21.
“Saya melihat perbedaan di All England, di mana Aaron‑Wooi Yik sebenarnya punya peluang untuk mengalahkan mereka,” kata Herry.
Herry percaya Aaron/Soh dapat membalas dendam di Badminton Asia Championship yang akan digelar di Ningbo, China, pada 7‑12 April 2026. Pasangan tersebut merupakan juara bertahan BAC dan hanya sekali mengalahkan Kim/Seo, yaitu pada final Singapore Open tahun lalu.
Di dua pertemuan terakhir di Malaysia Open dan All England, Aaron/Soh kalah. Meski demikian, pelatih yang dijuluki Naga Api yakin pasangan ini akan tampil maksimal di Ningbo dengan memperbaiki eksekusi, khususnya pada momen krusial.
“Hanya selisih beberapa poin saja. Jadi ya, saya harap di BAC mereka bisa bertemu lagi dan membalas dendam,” ujar Herry.
Malaysia menurunkan empat wakil di sektor ganda putra BAC 2026: Aaron Chia/Soh Wooi Yik, Man Wei Chong/Kai Wun Tee, Goh Sze Fei/Nur Izzudin, dan Junaidi Arif/Roy King Yap.
Keberhasilan Aaron/Soh di BAC akan bergantung pada kemampuan mereka menyesuaikan strategi melawan pasangan dominan Kim/Seo, sekaligus memperkuat eksekusi pada setiap poin. Dengan persiapan matang, pasangan Malaysia berpotensi mengubah dinamika kompetisi di Ningbo.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Dua Wakil Indonesia Tersingkir di 16 Besar Japan Open
Setahun Berpartner, Fajar/Fikri Kembali ke Japan Open
Alwi Farhan Bangkit, Kalahkan Lanier di Japan Open
Lima Wakil Indonesia Bertanding di Japan Open 2026
Putri Kusuma Tak Khawatir Tanpa An Se Young
Fajar/Fikri Kalahkan Popov Bersaudara di Japan Open
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi