AC Portabel China Laris Manis di Eropa Saat Gelombang Panas
Gambar atau konten salah?
Di pabrik AC milik Midea Group di distrik Shunde, Foshan, provinsi Guangdong, para pekerja bekerja lembur untuk meningkatkan produksi AC split portabel. Produk buatan China ini sedang sangat diminati di Eropa. Penyebabnya, suhu di banyak negara Eropa terus memecahkan rekor tertinggi sejak akhir bulan Mei lalu.
"Kami menggunakan kemampuan manufaktur yang fleksibel untuk merespons cepat permintaan AC semacam itu dari konsumen di Eropa," kata Xiong Xueqin, Direktur Penjualan Midea RAC Wilayah Eropa.
Unit-unit tersebut dikirim menggunakan kereta barang China-Eropa untuk memenuhi permintaan puncak musim panas di Eropa. Pengiriman dengan kereta ini sekitar 25 hari lebih cepat dibandingkan jalur laut. "Begitu tiba di pelabuhan luar negeri, anak perusahaan lokal membantu memproses bea cukai untuk segera mendistribusikannya ke ritel," ujar Xiong.
Rumah tangga di Eropa sudah lama menghadapi kesulitan saat memilih AC. AC portabel tradisional biasanya berukuran besar dan bising. Sementara AC split sering dikritik karena biaya pemasangan mahal dan proses instalasi yang memakan waktu lama.
AC split portabel milik Midea, yang dikenal dengan nama PortaSplit, hadir untuk mengatasi masalah-masalah ini. PortaSplit terinspirasi dari riset panjang Midea terhadap kebutuhan dan kebiasaan konsumen Eropa, serta pemahaman mereka tentang karakteristik arsitektur setempat.
"Motivasi untuk mengembangkan produk ini adalah guna mengatasi masalah utama di pasar Eropa, di mana gelombang panas sering terjadi, tapi tingkat penetrasi AC masih rendah," kata Zhao Ali, Manajer Produk Eropa Midea.
Midea membutuhkan waktu tiga tahun untuk mengembangkan AC split portabel ini. Produk tersebut pertama kali dijual di Jerman pada tahun 2024.
PortaSplit menawarkan pemasangan tanpa memerlukan peralatan khusus. Pengguna bisa memasang dan mengoperasikan unit tersebut dengan cepat tanpa bantuan teknisi profesional. Hal ini secara signifikan mempermudah penggunaannya.
Selain itu, produk ini dirancang dengan struktur khusus agar pas dengan jendela bangunan bersejarah di Eropa. Tujuannya untuk pendinginan dan pemanasan ruangan yang efektif, sembari mempertahankan estetika bangunan. Produk ini diklasifikasikan sebagai furnitur, bukan instalasi tetap. Dengan begitu, ia menghindari larangan modifikasi fasad di kota-kota seperti Paris.
Di negara-negara seperti Prancis, Spanyol, Jerman, dan Inggris, penjualan PortaSplit telah melonjak lebih dari 70 persen secara tahunan sejak awal tahun ini. Tingkat penetrasi AC di negara-negara tersebut secara historis tergolong rendah.
Produsen peralatan rumah tangga China lainnya, Gree Electric Appliances, juga menyebut tingkat persediaan AC portabel di gudang-gudang distributor mereka di pasar Eropa semakin menipis. Menurut mereka, AC portabel pasang dan pakai yang dikenal karena fleksibilitasnya terjual habis di berbagai saluran distribusi Eropa.
Menariknya, tidak satu pun dari lima merek AC terlaris di Eropa yang berasal dari Uni Eropa. Haier Group, Gree Electric Appliances, dan Midea Group, semuanya dari China, bersama-sama menguasai sekitar 32 persen pasar Eropa pada tahun 2025, menurut Euromonitor International. Sementara Beko dari Turki dan Daikin Industries dari Jepang melengkapi daftar lima besar.
Gelombang panas yang ekstrem di Eropa telah menciptakan peluang besar bagi produsen AC China. Produk inovatif seperti PortaSplit dari Midea berhasil menjawab kebutuhan konsumen Eropa yang selama ini kesulitan menemukan AC yang praktis, mudah dipasang, dan tidak merusak estetika bangunan. Dominasi merek China di pasar AC Eropa menunjukkan bahwa inovasi yang berfokus pada kebutuhan lokal dapat mengubah persaingan pasar secara signifikan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Google Ungkap Cara Jitu Kendalikan Biaya Token AI
Logitech Rilis Kamera AI yang 'Hilang' untuk Ruang Rapat
Iran Eksploitasi Celah SS7 untuk Lacak Tentara AS
Prediksi Final Piala Dunia 2026 Viral, Netizen Curiga
Cyber Breaker Season 3: Peserta Melonjak ke 916
Piala Dunia 2026: 48 Tim, Tiga Negara, Hadiah Fantastis
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
