IHSG Menguat di Tengah Aksi Jual Asing
Gambar atau konten salah?
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup di zona hijau pada perdagangan Senin, 06 Juli 2026. Indeks naik sebesar 0,69% dan berada di level 5.916,07. Kenaikan ini terutama didorong oleh penguatan saham-saham seperti BBRI, DCII, dan BBCA. Namun, ada juga saham-saham yang justru melemah, seperti TLKM, AMMN, dan BYAN, yang membuat laju penguatan IHSG tidak lebih besar dari yang sudah terjadi.
Meskipun IHSG menguat, investor asing masih melakukan aksi jual bersih. Di pasar reguler, nilai jual bersih asing mencapai Rp163,01 miliar. Sementara itu, jika dihitung dari seluruh pasar, angkanya menjadi Rp190,90 miliar. Dari sisi sektoral, sembilan dari sebelas sektor berakhir di zona hijau. Sektor industrial menjadi pemimpin kenaikan dengan penguatan yang cukup signifikan, yaitu 3,61%. Di sisi lain, sektor infrastruktur menjadi satu-satunya sektor yang mengalami koreksi, meskipun koreksinya sangat tipis, hanya 0,05%.
Dari luar negeri, sentimen juga cenderung mendukung penguatan IHSG. Bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat. Indeks Dow Jones naik 0,29%, S&P 500 bertambah 0,72%, dan Nasdaq menguat 1,12%. Di dalam negeri, perhatian pelaku pasar tertuju pada usulan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menyederhanakan aturan di Papan Pemantauan Khusus (PPK). Rencana ini dinilai bisa memperluas perdagangan saham melalui mekanisme continuous auction, yang pada akhirnya berpotensi meningkatkan aktivitas transaksi di bursa. Sejalan dengan sentimen ini, ETF EIDO tercatat naik 3,14%, dan MSCI Indonesia juga menguat 0,91%.
BEI mengusulkan perubahan ketentuan pada mekanisme Full Call Auction (FCA). Usulannya adalah menghapus tiga kriteria dari total sebelas syarat yang selama ini digunakan untuk menempatkan saham di Papan Pemantauan Khusus (PPK). Ketiga kriteria yang diusulkan untuk dihapus tersebut meliputi ketentuan mengenai porsi free float, likuiditas perdagangan yang rendah, serta penghentian sementara perdagangan lebih dari satu hari bursa akibat aktivitas transaksi.
Dengan usulan ini, evaluasi saham yang masuk ke PPK akan lebih fokus pada kondisi fundamental perusahaan. Jika aturan baru ini diterapkan, jumlah saham yang diperdagangkan menggunakan mekanisme FCA diperkirakan akan berkurang. Akibatnya, lebih banyak transaksi yang kembali berlangsung melalui continuous auction. Kondisi ini diharapkan bisa mendukung likuiditas pasar dan membuat proses pembentukan harga saham menjadi lebih efisien.
Berita Emiten
PT Cakra Buana Resources Energi Tbk. (CBRE)
CBRE secara resmi telah menerima kapal pipe laying & lifting vessel bernama Gunanusa Hai Long 106. Kapal tersebut sudah tiba di Terminal Khusus Gunanusa Utama Fabricators, Cilegon. Kapal ini dijadwalkan akan mulai beroperasi pada Agustus 2026. Tugas utamanya adalah mendukung pengerjaan proyek pengembangan lapangan migas, yaitu Hidayah Field Phase 1 Development Project.
Dalam proyek tersebut, kapal akan menangani pekerjaan Engineering, Procurement, Construction, Installation, and Commissioning (EPCIC). Lingkup pekerjaannya meliputi pembangunan Integrated Wellhead Platform (WHP), Central Processing Platform (CPP), Subsea Pipeline, hingga Pipeline End Terminal (PLET). Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang CBRE untuk memperluas lini bisnisnya ke sektor jasa penunjang lepas pantai (offshore). Investasi untuk kapal ini mencapai US$100 juta. Perusahaan berharap investasi ini bisa membuka peluang untuk mengerjakan proyek pemasangan pipa bawah laut, konstruksi minyak dan gas, pengembangan energi terbarukan, hingga menembus pasar internasional.
PT Trisula International Tbk. (TRIS)
TRIS telah menetapkan anggaran maksimal sebesar Rp15 miliar untuk program pembelian kembali saham atau buyback. Dana untuk program ini akan diambil dari kas internal perusahaan. Program buyback dijadwalkan berlangsung mulai 06 Juli 2026 hingga 05 Oktober 2026.
Hingga akhir Maret 2026, perusahaan memiliki kas sebesar Rp195 miliar. Jumlah ini meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp132,55 miliar. Jika seluruh alokasi buyback sebesar Rp15 miliar digunakan, saldo kas perusahaan diperkirakan akan menjadi sekitar Rp180 miliar. Total aset perusahaan diperkirakan menjadi sekitar Rp1,41 triliun, dan ekuitasnya menjadi Rp826,10 miliar.
Dari sisi operasional, TRIS membukukan pendapatan sebesar Rp455,33 miliar pada kuartal I-2026. Angka ini tumbuh 13,18% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Laba per saham (EPS) tercatat sebesar Rp5,57 per saham. Secara proforma, setelah program buyback dilaksanakan, EPS diperkirakan menjadi Rp5,75 per saham. Program buyback ini merupakan salah satu aksi korporasi yang dijadwalkan berlangsung hingga awal Oktober 2026.
Rekomendasi Saham Hari Ini
- TPIA - Buy 1860-1870 | TP 1895-1925 | SL 1780
- RAJA - Buy 4100-4110 | TP 4170-4200 | SL 3900
- BUVA - Buy 850-865 | TP 880-890 | SL 810
- BIPI - Buy 124-126 | TP 129-132 | SL 118
- IMPC - Buy 1520-1535 | TP 1555-1595 | SL 1450
Perlu diingat bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.
Pada perdagangan kali ini, IHSG menguat meskipun investor asing masih menjual bersih. Sentimen positif datang dari bursa global dan rencana BEI untuk menyederhanakan aturan di Papan Pemantauan Khusus. Di sisi lain, dua emiten, CBRE dan TRIS, mengumumkan aksi korporasi yang berbeda. CBRE fokus pada ekspansi bisnis lepas pantai dengan investasi kapal baru, sementara TRIS menjalankan program pembelian kembali saham untuk mengelola struktur permodalannya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Microsoft PHK 4.800 Karyawan, Divisi Xbox Paling Terpukul
Tokopedia Bantah PHK, Sebut Penataan Tenaga Kerja
Pemerintah Tetapkan Harga Patokan Ayam Rp 19.500 dan Telur Rp 24.000
Adecco Rilis Panduan Gaji 2026 untuk 10 Sektor
Ibu di Medan Raib Rp 120 Miliar dalam 4 Bulan Akibat Love Scam
Uya Kuya Dorong Magang Nasional untuk Lulusan SMA dan SMK
Berita Terbaru
IHSG Menguat di Tengah Aksi Jual Asing
DPR Usul Magang Nasional untuk Lulusan SMA/SMK
Tangsel Jadi Kota Paling Berpolusi di Indonesia
Surat Diskresi Bahlil Tak Jamin Kemenangan IAS di Musda Golkar
Museum Nasional: Liburan Edukatif dengan Tiket Rp30 Ribu
Trump Puji Harry Kane: Pemain Hebat!
Koperasi Merah Putih di Hutan? Kades Bantah Keras
Truk Pengangkut Glasswool Terbakar di Rembang, Rugi Rp700 Juta