Pemerintah Lelang Sembilan Seri SUN, Target Dana Rp 32 Triliun

Lina F. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Pemerintah Lelang Sembilan Seri SUN, Target Dana Rp 32 Triliun

Gambar atau konten salah?

Pemerintah melalui Kementerian Keuangan menggelar lelang sembilan seri Surat Utang Negara (SUN) pada hari ini. Lelang ini mencakup surat utang dengan tenor pendek dan panjang. Hasilnya nanti akan dipakai untuk menutup sebagian kebutuhan pembiayaan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.

Suminto, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu, menyebutkan target indikatif lelang hari ini sebesar Rp 32 triliun. Namun pemerintah juga menetapkan batas maksimal, yaitu 150 persen dari target indikatif, atau sekitar Rp 48 triliun. Artinya, pemerintah bisa menerima penawaran hingga angka tersebut.

"Pemerintah akan melakukan lelang SUN dalam mata uang Rupiah untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2026," demikian bunyi pengumuman resmi DJPPR Kemenkeu pada Selasa, 07 Juli 2026.

Proses lelang dimulai pukul 09.00 WIB dan ditutup pukul 11.00 WIB. Tanggal penyelesaian atau setelmen dijadwalkan dua hari setelahnya, tepatnya pada 09 Juli 2026.

Untuk tenor pendek, ada tiga seri yang dilelang. Pertama, Surat Perbendaharaan Negara (SPN) seri SPN01260808 yang merupakan penerbitan baru. Seri ini jatuh tempo pada 08 Agustus 2026 dengan tingkat kupon diskonto. Kedua, SPN12261008 yang merupakan penerbitan ulang, jatuh tempo pada 08 Oktober 2026. Ketiga, SPN12270708 yang juga penerbitan baru, jatuh tempo pada 08 Juli 2027.

Sementara untuk tenor panjang, pemerintah melelang enam seri Obligasi Negara (ON) yang semuanya merupakan penerbitan ulang. Seri FR0109 memiliki tingkat kupon 5,875 persen dan jatuh tempo pada 15 Maret 2031. Seri FR0108 dengan kupon 6,5 persen jatuh tempo pada 15 April 2036. Seri FR0106 dan FR0107 sama-sama memiliki kupon 7,125 persen, dengan jatuh tempo masing-masing pada 15 Agustus 2040 dan 15 Agustus 2045. Dua seri lainnya, FR0102 dan FR0105, memiliki kupon 6,875 persen dengan jatuh tempo pada 15 Juli 2054 dan 15 Juli 2064.

Lelang ini hanya bisa diikuti melalui dealer utama yang telah ditunjuk. Daftarnya cukup panjang. Ada Citibank NA, Deutsche Bank AG, PT Bank HSBC Indonesia, PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank Danamon Indonesia Tbk, PT Bank Maybank Indonesia Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank OCBC NISP Tbk, PT Bank Panin Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, PT Bank Permata Tbk, PT Bank CIMB Niaga Tbk, PT Bank ANZ Indonesia, Standard Chartered Bank, JP Morgan Chase Bank NA, PT BRI Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan Bank Indonesia (BI) juga termasuk sebagai peserta.

Mekanisme lelang menggunakan sistem yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia. Sifatnya terbuka atau open auction, dengan metode harga beragam atau multiple price. Artinya, pemenang lelang yang mengajukan penawaran kompetitif akan membayar sesuai yield yang mereka ajukan sendiri. Sedangkan pemenang lelang yang mengajukan penawaran non-kompetitif akan membayar berdasarkan yield rata-rata tertimbang dari semua penawaran kompetitif yang menang.

Pemerintah juga punya hak untuk menjual kesembilan seri SUN ini dalam jumlah yang lebih besar atau lebih kecil dari target indikatif yang sudah ditentukan. Fleksibilitas ini memberi ruang bagi pemerintah untuk menyesuaikan hasil lelang dengan kondisi pasar.

"Pada prinsipnya, semua pihak baik investor individu maupun institusi dapat menyampaikan penawaran pembelian (bids) dalam lelang. Namun dalam pelaksanaannya, penyampaian penawaran pembelian harus melalui Peserta Lelang sebagaimana diatur dalam PMK No. 168/PMK.08/2019," tulis pengumuman lelang tersebut.

Lelang SUN ini menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk mengumpulkan dana segar. Dengan target Rp 32 triliun hingga Rp 48 triliun, dana yang terkumpul akan langsung dialokasikan ke APBN 2026. Pemerintah menawarkan berbagai pilihan tenor, dari yang sangat pendek seperti SPN yang jatuh tempo dalam hitungan bulan, hingga obligasi jangka panjang yang baru akan jatuh tempo puluhan tahun lagi. Variasi ini memberi investor fleksibilitas memilih sesuai profil risiko dan kebutuhan likuiditas mereka.

lelang SUNAPBN 2026Surat Utang Negarapembiayaan pemerintahtenor obligasitarget indikatif

Komentar

Memuat komentar...