Adam Back Tolak Tuduhan Jadi Satoshi Nakamoto, Kriptografi

Andi B. · 3 min baca · 3 bulan lalu · 88 dibaca
Bisik.id
Adam Back Tolak Tuduhan Jadi Satoshi Nakamoto, Kriptografi

Gambar atau konten salah?

Adam Back, ilmuwan komputer asal Inggris, menolak tuduhan bahwa ia adalah Satoshi Nakamoto, pencipta Bitcoin. Dalam sebuah laporan, penulis New York Times menyajikan upaya mengungkap identitas Satoshi melalui analisis tulisan dan jejak online.

Artikel tersebut menyoroti Adam Back sebagai salah satu tokoh yang pernah menjadi kecurigaan. Back, yang lahir di London, dikenal sebagai pendiri perusahaan perbendaharaan Bitcoin. Ia aktif di komunitas cypherpunks, kelompok anarkis kriptografi online pada awal 1990-an. Pada X, Back menolak secara tegas bahwa ia adalah Satoshi dan menegaskan bahwa ia tidak memiliki kekayaan besar yang sering diasosiasikan dengan nama tersebut.

Saya juga tidak tahu siapa Satoshi dan saya pikir ini justru baik untuk Bitcoin. Ini membantu Bitcoin dipandang sebagai kelas aset baru, sebuah komoditas digital yang secara matematis langka,” kata Back. Ia menambahkan bahwa ia lebih fokus pada potensi kriptografi untuk privasi online dan uang elektronik.

Saya bukan Satoshi, tetapi saya sejak awal sangat fokus pada implikasi positif kriptografi, privasi online, dan uang elektronik bagi masyarakat,” katanya kepada BBC. Pernyataan ini menegaskan posisi Back sebagai pendukung teknologi, bukan pencipta mata uang digital.

John Carreyrou, jurnalis yang meneliti kasus ini, menemukan kesamaan antara tulisan Back dan Satoshi. Ia menelusuri unggahan internet lama dan memanfaatkan kecerdasan buatan untuk membandingkan gaya bahasa. Carreyrou juga mencatat bahwa Back tiba-tiba berhenti aktif di forum kriptografi pada waktu yang sama Satoshi muncul. Ia kemudian menghadapi Back di sebuah konferensi Bitcoin, menunjukkan bukti yang ia anggap cukup kuat.

Back terlihat merah di wajah dan tampak bingung ketika disodori bukti tersebut. Ia tampak salah bicara, seolah-olah ia sedang menjawab pertanyaan tentang identitasnya. “Ia telah menghapus keraguan yang tersisa di benak saya bahwa saya telah menemukan orang yang tepat,” tulis Carreyrou setelah pertemuan itu.

Namun, tidak semua orang menerima kesimpulan Carreyrou. Domer, seorang penjudi Polymarket, menanggapi unggahan Back dengan komentar yang cukup tajam. “Setelah membaca artikel itu, saya yakin 99% bahwa Anda adalah Satoshi. Tanda-tandanya sangat jelas (tindakan menghilang tiba-tiba itu adalah kesalahan pemula klasik ala mafia/werewolf),” tulis Domer.

Di sisi lain, beberapa akademisi tetap skeptis. Steven Murdoch, profesor ilmu komputer di University College London, menyatakan bahwa meski ada indikasi kuat, bukti belum cukup meyakinkan. Ia masih menganggap Hal Finney, pengembang software yang menerima transaksi Bitcoin pertama, sebagai kandidat utama. “Itu bukannya tidak masuk akal, tapi tebakan saya tetap pada Hal Finney,” ujarnya.

Dr. Jacky Mallett, asisten profesor di Universitas Reykjavík, menambahkan bahwa Satoshi kemungkinan besar bukan satu orang. Ia mengutip pembaruan kode Bitcoin yang menunjukkan kontribusi banyak pihak. “Saya pikir ada sekelompok kecil orang di balik ini dan mereka memahami struktur keuangan jauh melebihi dari apa yang diakui publik selama ini,” katanya.

Keberadaan Back sebagai pemilik 1,1 juta koin Bitcoin menimbulkan pertanyaan regulasi. Jika ia memang Satoshi, ia harus mengungkapkan kepemilikan tersebut kepada Securities and Exchange Commission. Saat ini, Back menjalankan perusahaan perbendaharaan Bitcoin yang sedang dalam proses merger dengan perusahaan publik.

Kasus ini menyoroti betapa rumitnya identitas di dunia kripto. Sementara beberapa pihak menilai Back sebagai kandidat kuat, banyak yang tetap menunggu bukti lebih konkret. Sementara itu, Bitcoin terus berkembang sebagai aset digital yang menarik perhatian investor dan regulator.

Adam BackSatoshi NakamotoBitcoinkriptografiprivasi onlineHal FinneyRegulator

Komentar

Memuat komentar...