BPJT Siapkan Uji Coba MLFF, Lokasi Masih Misteri

Rizki W. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
BPJT Siapkan Uji Coba MLFF, Lokasi Masih Misteri

Gambar atau konten salah?

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) terus berkomunikasi dengan PT Roatex Indonesia Toll System (RITS) untuk mempersiapkan uji coba awal sistem pembayaran tol tanpa berhenti, yang dikenal dengan nama Multi Lane Free Flow (MLFF). Pembicaraan ini fokus pada penyusunan skenario teknis yang akan dijalankan selama masa percobaan.

Kepala BPJT, Ni Komang Rasminiati, menyatakan bahwa timnya sedang menyusun berbagai skenario yang nantinya akan diuji. "Kita sedang persiapan untuk menyiapkan ke arah sana secara teknis skenario-skenario yang akan diujicobakan," ujarnya dalam keterangan tertulis pada Senin, 06 Juli 2026. Namun, ia belum bisa memastikan kapan tepatnya uji coba ini akan dimulai. "Ya kalau persiapannya sudah cukup matang, baru kita bisa menentukan targetnya kapan bisa dilakukan pra uji-coba," tambahnya.

Lokasi untuk uji coba awal ini juga masih belum ditentukan. Menurut Ni Komang, tempat pelaksanaan akan bergantung pada skenario yang sudah disusun. Sebelumnya, Bali disebut-sebut sebagai lokasi percontohan utama. Tapi, uji coba bisa saja dilakukan di ruas tol lain. Keputusan akhir masih menunggu hasil koordinasi lebih lanjut.

Direktur PT RITS, Renaldi Utomo, mengatakan perusahaannya saat ini terlibat dalam menyusun skenario teknis untuk pengujian. Berbagai kemungkinan kondisi di lapangan sedang dibahas sebagai bagian dari persiapan. Ia menilai koordinasi antara pemerintah dan investor berjalan baik. Pemerintah, menurut Renaldi, tetap berkomitmen melanjutkan proyek MLFF. Sebagai investor dan mitra pemerintah, RITS masih menunggu keputusan soal lokasi dan waktu pelaksanaan uji coba.

Kontrak kerja sama yang dimiliki RITS sejak menerima surat perintah kerja pada 15 Maret 2022 tetap mengacu pada konsep MLFF. Dalam masa transisi, sistem gerbang tol dengan palang masih dimungkinkan untuk digunakan. "Kami memang sudah sepakat bahwa dalam proses transisi ini masih mempergunakan barrier. Jadi ada konsep transisi dan ada konsep akhir sesuai desain MLFF. Keputusan akhirnya tentu berada di pemerintah dan kami mendukung," kata Renaldi.

Menurutnya, penyusunan skenario dan pengujian menjadi tahapan penting sebelum pemerintah mengambil keputusan terkait implementasi MLFF secara lebih luas. Sistem ini diharapkan dapat mengurangi antrean kendaraan dan mempercepat transaksi di jalan tol. Implementasi MLFF dinilai semakin mendesak seiring meningkatnya volume lalu lintas dan kebutuhan pengelolaan transaksi jalan tol yang lebih efisien. Penerapannya perlu dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan infrastruktur di setiap ruas tol.

Pengamat transportasi dari Politeknik Transportasi Jalan, Anton Budiharjo, menambahkan bahwa volume lalu lintas terus meningkat. Dengan pembayaran berbasis elektronik, seluruh transaksi akan tercatat secara digital sehingga pengawasan menjadi lebih mudah. "Jika ke depan ada kebijakan baru seperti pajak jalan tol, perhitungannya juga akan lebih sederhana karena seluruh data sudah terekam secara elektronik," ujarnya.

Proyek MLFF sebenarnya sudah direncanakan sejak beberapa tahun lalu. Tujuannya adalah menggantikan sistem pembayaran tol yang masih menggunakan kartu uang elektronik dan palang pintu. Dengan MLFF, kendaraan bisa melaju tanpa perlu berhenti sama sekali di gerbang tol. Kamera dan sensor akan membaca pelat nomor kendaraan, lalu saldo akan terpotong secara otomatis. Sistem ini sudah diterapkan di beberapa negara lain dan dianggap lebih efisien untuk jalan tol dengan volume kendaraan tinggi.

Meski begitu, penerapan MLFF di Indonesia masih menghadapi beberapa tantangan. Infrastruktur di setiap ruas tol perlu disesuaikan. Belum lagi soal sosialisasi kepada pengguna jalan tol. Banyak pengendara yang masih terbiasa dengan sistem lama. Pemerintah dan RITS tampaknya sadar akan hal ini. Mereka memilih pendekatan bertahap, mulai dari uji coba di beberapa lokasi dulu sebelum diperluas ke seluruh jaringan tol.

Yang jelas, proyek ini tetap berjalan meski belum ada kepastian kapan uji coba dimulai. Koordinasi antara BPJT dan RITS terus dilakukan. Semua pihak menunggu keputusan soal lokasi dan waktu yang tepat. Sampai saat itu tiba, pengendara tol masih akan menggunakan sistem lama dengan palang pintu dan kartu elektronik.

MLFFuji cobaBPJTRITSsistem pembayaran toljalan tolskenario teknis

Komentar

Memuat komentar...