Ahli: Minum Air Hangat Pagi Tak Hapus Kembung
Gambar atau konten salah?
Sejak awal tahun 2026, tren meminum air hangat saat perut kosong di pagi hari menjadi perbincangan hangat di media sosial, terutama TikTok. Banyak pengguna mengklaim kebiasaan ini bisa membuat perut lebih rata, mengurangi rasa kembung, bahkan membantu proses pembuangan racun dari tubuh.
Konten-konten yang menampilkan perubahan fisik setelah rutin minum air hangat pagi hari berhasil menarik jutaan penonton. Hal ini mendorong banyak orang untuk ikut mencoba.
Menanggapi hal ini, seorang ahli kesehatan pencernaan dari UT Health San Antonio, Dr. Cari Sorrell, menyatakan bahwa belum ada bukti ilmiah kuat yang mendukung klaim-klaim tersebut. Pernyataan ini disampaikan pada (18 Maret 2026).
Dr. Sorrell menekankan, "Tidak ada bukti pasti bahwa air panas atau air hangat adalah solusi ajaib untuk mengatasi kembung atau masalah pencernaan."
Menurutnya, manfaat yang dirasakan sebagian orang kemungkinan besar berasal dari tindakan minum air itu sendiri, bukan karena suhu airnya. Hidrasi yang cukup memang penting untuk fungsi pencernaan. Saat bangun tidur, tubuh secara alami mulai aktif kembali, termasuk memicu buang air besar. Aktivitas ini bisa menghilangkan rasa kembung yang mungkin dirasakan setelah semalaman beristirahat.
Intinya, minum air putih di pagi hari, baik hangat maupun suhu ruangan, tetap bermanfaat asalkan kebutuhan cairan tubuh terpenuhi.
Terkait klaim soal detoksifikasi, Dr. Sorrell menjelaskan bahwa tubuh manusia sudah memiliki mekanisme alami untuk membuang zat sisa. "Hati dan ginjal adalah organ utama yang melakukan detoksifikasi. Anda tidak memerlukan tambahan air panas atau hangat untuk membantu proses itu," jelasnya.
Menambahkan lemon ke dalam air hangat juga tidak memberikan manfaat kesehatan tambahan yang signifikan, menurut Dr. Sorrell. Lemon hanya berfungsi membuat rasa air lebih segar, yang mungkin mendorong seseorang untuk minum lebih banyak air.
Meskipun demikian, kebiasaan minum air putih di pagi hari tetap dianjurkan. Yang perlu diperhatikan adalah suhu air. Mengonsumsi air yang terlalu panas berisiko menyebabkan luka pada mulut hingga kerongkongan. Paparan air bersuhu panas secara berulang bahkan dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan serius. Oleh sebab itu, air hangat dengan suhu yang aman lebih disarankan.
Untuk menjaga kesehatan pencernaan secara menyeluruh, kunci utamanya tetap pola makan seimbang, asupan serat yang cukup, olahraga teratur, dan hidrasi yang memadai.
Secara umum, tren minum air hangat di pagi hari populer di media sosial sejak awal 2026, didorong klaim manfaat pencernaan dan detoksifikasi. Namun, ahli kesehatan menyebut manfaat utama berasal dari hidrasi, bukan suhu air. Organ tubuh seperti hati dan ginjal sudah mampu melakukan detoksifikasi. Konsumsi air yang terlalu panas harus dihindari demi keamanan mulut dan kerongkongan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kasus COVID-19 China Melonjak Tiga Kali Lipat pada Juni 2026
Alasan Australia Tolak Daun Kelor sebagai Pangan Sehari-hari
Gelombang Panas Tewaskan 2.700 Orang di Inggris & Wales
Menu Makan Harry Kane: Salmon, Nasi, dan Salad
Uji Ketajaman Mata: Temukan Objek Tersembunyi
7 Makanan Atasi Wajah Bengkak Tanpa Diet Ekstrem
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
