Airbus A380 Emirates Mendarat Sekali di Jakarta 8 Agustus 2026
Gambar atau konten salah?
Pesawat raksasa Airbus A380-800 milik Emirates hanya akan mendarat di Bandara Soekarno-Hatta pada 8 Agustus 2026. Penerbangan ini bukan layanan reguler, melainkan untuk keperluan khusus. PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports sudah memastikan hal tersebut.
Corporate Secretary Group Head InJourney Airports, Arie Ahsanurrohim, menjelaskan bahwa penerbangan itu mendukung kegiatan internasional. Kegiatan tersebut adalah Tur Pramusim pertandingan sepak bola antara Chelsea melawan AC Milan. Pertandingan akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
"Penerbangan Emirates dengan Airbus A380-800 menuju Bandara Soekarno-Hatta tidak dilakukan reguler dan hanya ada pada tanggal 8 Agustus 2026. Selebihnya tidak terdapat jadwal penerbangan reguler untuk menggunakan pesawat jenis tersebut," kata Arie dalam keterangan resmi pada Jumat, 31 Juli 2026.
Bandara Soekarno-Hatta memiliki tiga landasan pacu untuk mendukung operasional pesawat besar. General Manager Bandara Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, menyebutkan rincian ketiga landasan tersebut. Dua landasan berukuran 3.660 meter x 60 meter, dan satu landasan lainnya berukuran 3.600 meter x 60 meter.
"Tiga landasan pacu terdiri dari 2 runway berukuran 3.660 meter x 60 meter dan 1 runway berukuran 3.600 meter x 60 meter," ujar Heru.
Infrastruktur sisi udara bandara juga dilengkapi jaringan paralel taxiway, apron, dan berbagai fasilitas pendukung penerbangan. Semua fasilitas ini sudah memenuhi kebutuhan untuk melayani pesawat berbadan lebar seperti A380.
Kedatangan pesawat superjumbo ini hanya terjadi satu kali pada Agustus 2026. Tidak ada rencana penerbangan reguler menggunakan pesawat jenis tersebut di masa mendatang. Infrastruktur bandara yang memadai menjadi kunci kesiapan melayani pesawat sekelas A380 untuk acara spesifik tersebut.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
