AMKI Siap Jadikan Koperasi Pilihan Utama Anak Muda
Gambar atau konten salah?
Jakarta – Koperasi bukan sekadar model bisnis biasa. Menurut Angkatan Muda Koperasi Indonesia (AMKI), koperasi adalah pilar ekonomi masa depan yang modern dan berbasis gotong royong. Alasannya, koperasi punya karakter yang dekat dengan anak muda. Prinsip-prinsipnya mencakup nilai kolektif, ekonomi berbagi, dan kesetaraan.
Ketua Umum AMKI, Frans Meroga Panggabean, menilai langkah pemerintah yang menjadikan koperasi sebagai arus utama perekonomian Indonesia sudah tepat. Menurutnya, ini sejalan dengan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
"Kami dari Angkatan Muda Koperasi Indonesia siap menjadi tulang punggung untuk membawa koperasi lebih dekat dengan generasi muda sehingga menjadi pilihan utama dan semakin diminati anak-anak muda Indonesia," ujar Frans dalam keterangan tertulis, Kamis 30 Juli 2026.
Ketua Dewan Pembina AMKI, Joao Angelo de Sousa, melihat program strategis nasional (PSN) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) sebagai peluang bagi generasi muda. Program ini bisa memperkuat perekonomian lewat koperasi. Joao yang juga Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara menjelaskan, koperasi modern harus dikelola secara digital. Marketplace dan platform e-commerce diperlukan untuk memperluas akses pasar. Sasaran utamanya adalah produk masyarakat desa, pelaku UMKM, dan generasi muda.
"Koperasi Merah Putih akan menjadi patron bagi generasi muda untuk membangun ekonomi Indonesia menuju Indonesia Emas 2045," ungkap Joao.
Dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang sama, AMKI membentuk lima satuan tugas (Satgas). Kelima satgas ini akan fokus pada beberapa hal:
- Sosialisasi gerakan berkoperasi.
- Pengembangan kapasitas pengelola koperasi.
- Percepatan akses permodalan.
- Pengembangan usaha.
- Transformasi digital dan teknologi koperasi.
Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kementerian Koperasi, Destry Anna Sari, menegaskan peran strategis koperasi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Koperasi bisa membantu memenuhi kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Destry menambahkan, tahun 2026 ditetapkan sebagai Tahun Kualitas. Pemerintah akan menata SPPG agar semua layanan memenuhi standar higienitas, keamanan pangan, dan kesehatan lingkungan.
"Sejak awal, Program Makan Bergizi Gratis dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Karena itu, peran koperasi, UMKM, pelaku usaha lokal, dan BUMDes menjadi prioritas dalam memenuhi kebutuhan SPPG," ungkap Destry.
AMKI melihat koperasi sebagai jembatan antara ekonomi tradisional dan digital. Dengan pendekatan gotong royong dan teknologi, mereka berharap koperasi bisa menjadi pilihan utama anak muda. Pemerintah pun mendorong koperasi untuk terlibat dalam program-program nasional seperti MBG, yang dirancang untuk menggerakkan ekonomi dari tingkat desa.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Danantara Gelar Pameran Properti, Target 200.000 Unit Rumah
MRT Jakarta Terima Pembayaran Kartu Kredit Contactless
Prabowo Siapkan Rp150 Miliar untuk 10 Kota Terbersih
ISF 2026 Targetkan Transaksi Rp 38 Triliun
Prabowo Minta BUMN Bersihkan Sampah Satu Jam Setiap Pagi
PKB Pegadaian 2026-2028 Resmi Disahkan
