Anak Krakatau Erupsi Tujuh Kali, Abu Capai 407 Meter

Lia N. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Anak Krakatau Erupsi Tujuh Kali, Abu Capai 407 Meter

Gambar atau konten salah?

Gunung Anak Krakatau kembali menunjukkan aktivitasnya. Pada Rabu pagi, 8 Juli 2026, tercatat sudah tujuh kali erupsi terjadi. Letusan pertama terdeteksi sejak dini hari dan berlangsung hingga pukul 09.54 WIB.

Abu vulkanik menyembur hingga ketinggian yang bervariasi. Dari laporan yang diterima, kolom abu tertinggi mencapai 407 meter di atas permukaan laut. Angka ini tercatat pada erupsi kedua dan ketiga. Semburan lainnya berkisar antara 100 meter hingga 400 meter.

Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau Lampung Selatan, Andi Suwardi, membenarkan peningkatan aktivitas ini. "Benar, memang sejak dini hari tadi ada peningkatan aktivitas erupsi di mana kami mencatat sejak tadi malam hingga pagi ini terjadi 7 aktivitas erupsi," katanya. Ia menegaskan bahwa erupsi yang terjadi masih dalam kategori aman.

Durasi setiap letusan tidak sama. "Tidak menentu, semua terekam di seismograf," jelas Andi. Alat perekam gempa menangkap getaran yang bervariasi dari satu erupsi ke erupsi lainnya.

Meski aman, kewaspadaan tetap diminta. Status Gunung Anak Krakatau saat ini masih Level III (Siaga). Pemerintah telah menetapkan zona larangan dengan radius 3 kilometer dari puncak gunung. "Maka kami imbau masyarakat tidak mendekati GAK sesuai aturan pemerintah," tegas Andi.

Imbauan ini berlaku untuk semua orang, termasuk nelayan yang biasa beraktivitas di sekitar perairan Gunung Anak Krakatau. Mereka diminta untuk tidak melanggar batas aman yang sudah ditetapkan demi keselamatan bersama.

Secara keseluruhan, aktivitas Gunung Anak Krakatau pada Rabu pagi ini menunjukkan pola erupsi yang tidak terlalu besar. Meskipun frekuensinya meningkat menjadi tujuh kali dalam setengah hari, ketinggian semburan abu yang maksimal 407 meter masih tergolong rendah untuk gunung api aktif. Status Siaga berarti potensi bahaya tetap ada, namun belum mencapai level yang mengancam secara luas.

Gunung Anak Krakatauerupsiabu vulkanikstatus siagazona laranganaktivitas vulkanikLampung Selatan

Komentar

Memuat komentar...