Anak Menipu Verifikasi Usia dengan Kumis Palsu, 48% Berhasil
Gambar atau konten salah?
Jakarta – Beberapa anak di Indonesia menemukan cara sederhana untuk menipu sistem verifikasi usia yang biasanya memblokir akses ke situs dewasa. Mereka menggambar kumis palsu pada wajah mereka, sehingga alat otomatis mengira mereka sudah dewasa.
Organisasi nirlaba Internet Matters di Inggris melakukan survei terhadap seribu anak tentang cara mereka melewati pemeriksaan usia online. Hasilnya menunjukkan bahwa hampir setengah responden berhasil menembus sistem tersebut.
“Anak-anak menunjukkan kesadaran yang jelas tentang cara melewati pemeriksaan usia, baik melalui pengalaman mereka sendiri atau dengan mendengar tentang metode dari orang lain,” kata laporan itu.
“Salah satu teknik yang disebutkan adalah anak-anak menggambar kumis pada diri mereka sendiri sehingga alat verifikasi akan mengira mereka lebih tua, yang dilaporkan berhasil dalam beberapa kasus,” tambahnya, dilansir Tech Crunch, Kamis 21 Mei 2026.
Aturan verifikasi usia diterapkan di banyak negara dengan alasan keamanan bagi anak-anak. Orang dewasa biasanya diminta mengunggah salinan SIM atau paspor ke penyedia layanan pihak ketiga sebelum dapat mengunjungi situs dewasa.
Para kritikus menilai bahwa undang‑undang ini membuka peluang pembuatan database yang rentan bocor atau diretas, sekaligus mengancam kebebasan internet yang terbuka.
Perusahaan teknologi, seperti Apple, telah merilis pembaruan perangkat lunak agar perangkat pengguna mematuhi regulasi baru. Sementara Reddit dan Meta menggabungkan verifikasi dokumen pemerintah dengan algoritma perkiraan usia.
Discord, di sisi lain, menunda peluncuran fitur verifikasi usia karena reaksi negatif pengguna dan masalah keamanan yang muncul.
Ini bukan satu-satunya trik yang ditemukan anak-anak. Beberapa mencoba mengarahkan webcam mereka pada karakter dewasa dalam permainan video, atau hanya membuat ekspresi wajah aneh yang membuat sistem tidak dapat memverifikasi usia sama sekali.
Survei ini menyoroti betapa mudahnya sistem verifikasi usia dapat diakali oleh generasi muda, sekaligus menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas kebijakan keamanan online yang ada.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Google Ungkap Cara Jitu Kendalikan Biaya Token AI
Logitech Rilis Kamera AI yang 'Hilang' untuk Ruang Rapat
Iran Eksploitasi Celah SS7 untuk Lacak Tentara AS
Prediksi Final Piala Dunia 2026 Viral, Netizen Curiga
Cyber Breaker Season 3: Peserta Melonjak ke 916
Piala Dunia 2026: 48 Tim, Tiga Negara, Hadiah Fantastis