APINDO: Magang Bukan Upah Murah, Fokus Skill Kualitas

Ningsih R. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 146 dibaca
Bisik.id
APINDO: Magang Bukan Upah Murah, Fokus Skill Kualitas

Gambar atau konten salah?

APINDO (Asosiasi Pengusaha Indonesia) menegaskan bahwa program magang yang dibuka oleh beberapa perusahaan bukanlah cara untuk menekan upah. Ketua Bidang Ketenagakerjaan Bob Azam menekankan tujuan magang adalah meningkatkan kualitas tenaga kerja di Indonesia.

Menurut Bob, banyak calon pekerja gagal saat mengikuti tes masuk sebagai karyawan tetap. APINDO menganggap magang sebagai jalur bagi mereka yang tidak lulus tes untuk tetap dapat bekerja dan belajar.

"Nggak, sekarang magang proses supaya dia bisa bekerja. Karena banyak yang kita tes, terutama yang pendidikannya kualitasnya rendah, begitu tes tidak diterima. Nah begitu dimagangin, 3 bulan, 6 bulan, eh dia bisa perform. Jadi bukan salah anaknya, tapi memang kualitas pendidikan kita belum merata," ujar Bob usai rapat di DPR, Selasa 14 April 2026.

Bob menambahkan bahwa melalui magang, calon pekerja dapat meningkatkan skill dan menunjukkan kemampuan. Program ini memberi kesempatan bagi mereka yang sebelumnya gagal tes untuk memperbaiki diri.

"nah dengan magang, dia diberi kesempatan untuk catch up. Cuma kan disalah artikan magang upah murah lah, ya nggak mungkin magang gajinya sama yang sudah jadi karyawan, pasti lebih rendah, tapi begitu setiap bulan dia punya keterampilan, kemampuan, kemampuan ya kita arahkan," katanya.

Ia menegaskan bahwa perbedaan upah adalah wajar karena peserta magang masih dalam tahap belajar dan belum memiliki keterampilan setara karyawan tetap. Magang bukanlah upah murah, melainkan proses pembelajaran.

Survei APINDO menunjukkan bahwa 67% perusahaan tidak berencana membuka lowongan kerja untuk pegawai baru. Bob menilai kondisi ini perlu menjadi perhatian serius bagi pemerintah.

"67% perusahaan itu tidak berniat untuk melakukan rekrutmen baru. Nah ini yang menurut kita juga salah satu hal yang perlu diperhatikan," ujar Bob dalam Rapat Panja RUU Ketenagakerjaan dengan Komisi IX DPR RI, Selasa 14 Juni 2026.

Selain itu, survei juga mengungkapkan bahwa 50% perusahaan tidak memiliki rencana ekspansi bisnis dalam lima tahun ke depan.

"Hasil survei kita juga di APINDO saat ini ya, 50% perusahaan itu nggak punya rencana untuk ekspand dalam 5 tahun ke depan. Ini juga jadi perhatian buat kita," katanya.

Data ini menyoroti tantangan bagi tenaga kerja Indonesia, di mana banyak perusahaan lebih memilih magang daripada rekrutmen tetap. APINDO dan Bob Azam menekankan perlunya kebijakan yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan agar magang dapat menjadi sarana nyata bagi peningkatan kompetensi tenaga kerja.

APINDOmagangupahtenaga kerjakualitas pendidikanrekrutmenperusahaankompetensi

Komentar

Memuat komentar...