Apple Tambah Fitur Aksesibilitas AI On-Device 2025
Gambar atau konten salah?
Apple kembali menegaskan komitmennya terhadap aksesibilitas dengan mengumumkan rangkaian fitur baru yang didukung kecerdasan buatan. Pengumuman ini diselaraskan dengan Global Accessibility Awareness Day, menandai upaya perusahaan untuk membuat teknologi lebih mudah diakses bagi semua orang.
Fitur-fitur ini akan tersedia di berbagai platform Apple, termasuk iPhone, iPad, Mac, Apple TV, dan headset Vision Pro. Yang membuatnya menonjol adalah penggunaan Apple Intelligence yang berjalan secara on-device, sehingga data pengguna tetap berada di perangkat dan privasi terjaga.
CEO Apple, Tim Cook, menegaskan bahwa pendekatan perusahaan terhadap aksesibilitas berbeda dari yang lain. Ia berkata, “Pendekatan Apple terhadap aksesibilitas tidak seperti yang lain. Sekarang, dengan Apple Intelligence, kami menghadirkan kemampuan baru yang andal ke dalam fitur aksesibilitas kami sambil tetap mempertahankan komitmen dasar kami terhadap privasi,” ujarnya.
Salah satu peningkatan terbesar terlihat pada VoiceOver dan Pembesar (Magnifier). Dengan dukungan AI, kedua fitur ini kini dapat mendeskripsikan objek, lingkungan sekitar, dan isi dokumen dengan detail lebih tinggi, membantu pengguna tunanetra atau yang memiliki keterbatasan penglihatan.
Pembesar kini juga mendukung kontrol suara dan tombol Action. Pengguna cukup mengucapkan perintah seperti “perbesar tampilan” atau “nyalakan senter” untuk mengoperasikan fungsi tersebut. Fitur ini memudahkan akses bagi orang yang kesulitan menavigasi layar secara manual.
Di sisi lain, VoiceOver menambahkan Penjelajah Gambar yang memungkinkan pengguna mendengar isi foto, tagihan yang dipindai, atau dokumen visual lainnya hanya lewat deskripsi suara. Pengguna dapat menekan tombol Action di iPhone lalu bertanya langsung tentang objek yang tertangkap kamera.
Apple juga memperkenalkan Kontrol Suara yang lebih natural. Pengguna tidak perlu lagi menghafal nama tombol atau nomor tertentu di layar. Sebagai contoh, mereka dapat mengatakan “ketuk folder ungu” atau “ketuk panduan restoran terbaik” dan sistem akan memahami konteks secara otomatis, bahkan ketika elemen antarmuka belum memiliki label aksesibilitas yang tepat.
Fitur subtitle otomatis berbasis AI juga hadir, bekerja pada video tanpa teks sama sekali. Fitur ini dapat diterapkan pada video pribadi, kiriman teman, maupun konten streaming online. Karena pemrosesan dilakukan di perangkat, privasi tetap terjaga. Subtitle dapat disesuaikan melalui menu pemutaran video atau pengaturan sistem.
Namun, pada tahap awal, subtitle otomatis ini hanya tersedia dalam bahasa Inggris di wilayah Amerika Serikat dan Kanada. Pengguna di negara lain belum dapat mengaksesnya, termasuk di Indonesia.
Inovasi paling mencuri perhatian datang dari Vision Pro. Headset mixed reality ini kini dapat mengendalikan kursi roda listrik menggunakan pelacakan mata (eye tracking). Fitur ini ditujukan bagi pengguna yang tidak dapat mengoperasikan joystick secara manual. Apple bekerja sama dengan sistem penggerak alternatif Tolt dan LUCI di Amerika Serikat untuk mempermudah navigasi kursi roda listrik.
Pat Dolan, pendiri GeoALS yang telah hidup dengan ALS selama sepuluh tahun, menyatakan, “Opsi untuk mengendalikan kursi roda listrik saya sendiri adalah hal yang sangat bermanfaat bagi saya,” ujarnya.
Selain fitur utama, Apple mengumumkan pembaruan tambahan, seperti Petunjuk Gerakan Kendaraan di visionOS untuk mengurangi mabuk perjalanan, dukungan teks lebih besar di tvOS, serta dukungan controller Sony Access di iPhone, iPad, dan Mac. Perusahaan juga mulai menjual aksesori adaptif Hikawa Grip & Stand untuk iPhone secara global melalui Apple Store online. Aksesori MagSafe ini dirancang khusus bagi pengguna dengan keterbatasan mobilitas tangan dan cengkeraman, tersedia dalam tiga warna baru yang mencolok.
Semua fitur aksesibilitas baru ini dijadwalkan akan diluncurkan secara bertahap sepanjang tahun 2025. Apple mengingatkan bahwa dukungan bahasa dan wilayah masih terbatas, termasuk Apple Intelligence yang belum mendukung Bahasa Indonesia.
Dengan rangkaian inovasi ini, Apple menunjukkan bahwa teknologi dapat dirancang lebih inklusif, meski masih ada keterbatasan bahasa dan wilayah yang perlu diatasi. Fitur-fitur ini bertujuan memperluas kenyamanan penggunaan perangkat bagi orang dengan berbagai jenis disabilitas, sekaligus menjaga privasi pengguna melalui pemrosesan on-device.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Google Ungkap Cara Jitu Kendalikan Biaya Token AI
Logitech Rilis Kamera AI yang 'Hilang' untuk Ruang Rapat
Iran Eksploitasi Celah SS7 untuk Lacak Tentara AS
Prediksi Final Piala Dunia 2026 Viral, Netizen Curiga
Cyber Breaker Season 3: Peserta Melonjak ke 916
Piala Dunia 2026: 48 Tim, Tiga Negara, Hadiah Fantastis
