Arkeolog Klaim Kota Tertenggelam 12.000 Tahun di Laut Louisiana
Gambar atau konten salah?
Seorang arkeolog amatir, George Gelé, mengklaim menemukan kota kuno berusia 12.000 tahun yang tenggelam di dasar laut lepas pantai Louisiana, Amerika Serikat. Klaim ini langsung memicu perdebatan di kalangan ilmuwan.
Gelé, seorang arsitek pensiunan, telah lama meneliti wilayah tersebut menggunakan sonar bawah laut. Ia menyatakan menemukan ratusan struktur yang terkubur di bawah laut di wilayah Chandeleur Sound, sekitar 80 km dari New Orleans.
Struktur-struktur itu berada sekitar 9 meter di bawah permukaan laut dan tertutup sedimen hingga puluhan meter. Gelé bahkan menyebut ada piramida raksasa setinggi sekitar 85 meter di lokasi tersebut. Ia meyakini struktur ini merupakan bagian dari kota kuno yang hilang sejak akhir Zaman es.
“Yang ada di sana adalah ratusan bangunan yang tertutup pasir dan lumpur,” kata Gelé, seperti dikutip pada 29 Maret 2026.
Gelé menamai kota tersebut sebagai bagian dari peradaban kuno yang ia beri nama Crescentis. Menurutnya, kota ini tenggelam sekitar 11.700-12.000 tahun lalu akibat naiknya permukaan laut setelah Zaman Es berakhir.
Ia juga mengklaim material batu granit di lokasi tersebut bukan berasal dari Louisiana, sehingga diduga dipindahkan dari tempat lain oleh manusia. “Seseorang mengapungkan miliaran batu melalui Sungai Mississippi dan menyusunnya,” yakinnya.
Seorang nelayan lokal, Ricky Robin, yang pernah mengantar Gelé ke lokasi, mengaku peralatan di kapalnya sempat tidak berfungsi saat melintas di atas struktur tersebut. “Semua alat di kapal mati, seperti berada di Segitiga Bermuda,” kata Robin.
Walaupun terdengar spektakuler, klaim ini belum mendapat dukungan ilmiah yang kuat. Hingga kini, belum ada publikasi ilmiah yang ditinjau sejawat (peer‑reviewed) yang membuktikan keberadaan kota tersebut.
Beberapa peneliti menyebut struktur yang terlihat bisa saja berasal dari aktivitas manusia modern, seperti batu pemberat kapal atau proyek terumbu buatan di masa lalu. Klaim tentang kota bawah laut ini menambah daftar panjang cerita ‘kota hilang’ yang belum terverifikasi secara ilmiah.
Penelitian lanjutan tetap diperlukan untuk memastikan apakah struktur tersebut benar-benar peninggalan peradaban kuno, atau hanya fenomena geologi dan aktivitas manusia biasa.
Jika terbukti, temuan ini berpotensi mengubah pemahaman manusia tentang sejarah peradaban awal di Bumi.
Perkembangan ini menyoroti pentingnya verifikasi ilmiah sebelum klaim luar biasa diterima secara luas. Sementara itu, komunitas ilmiah tetap menunggu bukti yang lebih kuat untuk menilai kebenaran cerita ini.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Google Ungkap Cara Jitu Kendalikan Biaya Token AI
Logitech Rilis Kamera AI yang 'Hilang' untuk Ruang Rapat
Iran Eksploitasi Celah SS7 untuk Lacak Tentara AS
Prediksi Final Piala Dunia 2026 Viral, Netizen Curiga
Cyber Breaker Season 3: Peserta Melonjak ke 916
Piala Dunia 2026: 48 Tim, Tiga Negara, Hadiah Fantastis
