Artemis II Diluncurkan 01 April 2026: Persaingan Antariksa

Fajar H. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 78 dibaca
Bisik.id
Artemis II Diluncurkan 01 April 2026: Persaingan Antariksa

Gambar atau konten salah?

Artemis II akan diluncurkan pada 01 April 2026 dan akan membawa empat astronot mengelilingi Bulan sebelum kembali ke Bumi. Misi ini merupakan langkah kecil menuju tujuan akhir NASA, yaitu mendirikan pangkalan permanen di permukaan bulan.

Alasan mengirim manusia kembali ke Bulan tidak semata-mata bersifat ilmiah. Selain mengumpulkan sampel untuk mempelajari pembentukan Tata Surya, manusia dapat menempatkan teleskop di sana sehingga pandangan terhadap bintang menjadi lebih jelas. Namun, dalam beberapa dekade terakhir, kepentingan ilmiah seringkali terlewati oleh realitas geopolitik.

Keputusan Amerika Serikat untuk mengembalikan manusia ke Bulan muncul sebagai respons terhadap ketegangan dengan China, yang secara terbuka menyatakan niatnya membangun stasiun penelitian ilmiah di Bulan. China telah memperkuat program eksplorasi bulan, baik dengan robot maupun manusia, selama dua dekade terakhir. Program Artemis, yang dibentuk pada 01 Januari 2017, dirancang sebagai balasan atas langkah tersebut.

Menurut Dr. Priyanka Dhopade, peneliti teknik antariksa di University of Auckland, “Antariksa dan geopolitik selalu berjalan beriringan. Perbedaan yang kita lihat sekarang adalah adanya dorongan lebih kuat membangun kehadiran manusia dalam jangka waktu yang lebih lama di Bulan, dengan bantuan perusahaan seperti SpaceX dan Blue Origin.”

Dr. Becky Smethurst, astrofisikawan di University of Oxford, menambahkan, “Motivasi di balik misi-misi ini bukanlah sains. Selalu ada alasan politik dan ekonomi. Jadi, kita kembali berada dalam perlombaan antariksa yang lain, kali ini dengan AS yang ingin mengalahkan China dalam menempatkan manusia di Bulan.”

Perjanjian Luar Angkasa (Outer Space Treaty) melarang negara mana pun mengklaim Bulan atau mendirikan pangkalan militer. Namun, AS baru-baru ini memimpin lebih dari 60 negara untuk menandatangani Artemis Accords, sebuah kesepakatan tidak mengikat mengenai pemanfaatan Bulan. Kesepakatan ini menegaskan komitmen terhadap penggunaan Bulan secara damai dan berbagi data ilmiah, sekaligus memberikan izin khusus untuk ekstraksi sumber daya dan pembentukan zona aman di sekitar area aktivitas. Hal ini memungkinkan berbagai negara mengendalikan wilayah tertentu di Bulan.

Bulan menyimpan es air yang penting bagi eksplorasi manusia dan pembangunan pangkalan jangka panjang. Air diperlukan untuk produksi bahan bakar dan juga sebagai minuman. Selain itu, Bulan diketahui mengandung unsur tanah jarang serta helium-3, yang dapat digunakan sebagai bahan bakar. Jumlah dan aksesibilitas sumber daya ini belum diketahui secara pasti. Saat ini, tidak ada yang mencegah perusahaan swasta pergi ke Bulan, mengekstraksi sumber daya ini, dan membawanya kembali ke Bumi. Satu-satunya alasan belum dilakukan adalah tantangan teknologi pendaratan di Bulan masih sangat besar.

“Tak ada yang dapat menghentikan NASA, badan antariksa China atau bahkan perusahaan komersial untuk mendarat di titik tertentu di Bulan dan mengklaim semua sumber daya di sana yang dapat mereka tambang dan kemudian menghasilkan uang,” kata Smethurst.

Selain nilai ilmiah, Bulan juga memiliki nilai strategis. Bulan menjadi titik persinggahan ideal untuk eksplorasi lebih jauh ke luar angkasa, seperti ke Mars, dan dapat berguna untuk mengamati Bumi. Sisi jauh Bulan berpotensi menjadi lokasi pengembangan teknologi rahasia.

Secara keseluruhan, misi Artemis II menandai persaingan antariksa yang dipicu oleh faktor politik dan ekonomi, sekaligus membuka peluang bagi eksplorasi sumber daya dan pembangunan infrastruktur di Bulan.

Artemis IINASAChinageopolitikpangkalan bulanhelium-3Perjanjian Luar Angkasa

Komentar

Memuat komentar...