Artis Indonesia Beralih ke Bisnis Kuliner, Rasa Baru
Gambar atau konten salah?
Di Indonesia, banyak artis yang dulu dikenal lewat lagu, sinetron, atau lawakan di televisi kini memutuskan untuk menyalurkan bakatnya ke dunia kuliner. Mereka tidak hanya sekadar mencoba, melainkan benar-benar serius mengembangkan usaha makanan. Dari warung sederhana hingga produk online, para bintang hiburan ini menunjukkan tekad yang kuat.
Timotius Firman dulu dikenal sebagai anggota band St. Loco pada era 2000‑an. Pada 01 Januari 2019 ia mulai membuat sambal di rumah saat menjalani rehabilitasi. Resep tersebut kemudian ia kembangkan menjadi produk yang siap dijual, Sambal Babon. Saat pandemi menghentikan konser, Timotius dan istrinya sempat menjual rice bowl. Kini, sambal tersebut laris di pasar dan menjadi pendapatan tambahan bagi ia yang kini juga aktif sebagai pastor.
Di sisi lain, Fahmi Bo bersama istri membuka warung sederhana bernama Fahmi Bo Icip Icip di Palmerah. Warung ini menawarkan menu rumahan, paling terkenal acar buntut sapi khas Palembang. Hidangan itu adalah resep keluarga istri Fahmi dan jarang dijual di tempat lain. Selama proses pemulihan kesehatan, Fahmi bersyukur bisa mewujudkan impian memiliki usaha kuliner. Ia juga menerima dukungan modal dari Raffi Ahmad.
Artis lainnya, Jelita Bahar, memutuskan untuk berjualan risol. Ide ini muncul saat Ramadan lalu, ketika ia ingin mengisi waktu luang. Menariknya, risol buatan Jelita laris, mencapai penjualan 200‑300 buah per hari. Ia turun langsung ke dapur, menggoreng, dan melayani pelanggan setiap hari. Meskipun masih merindukan dunia hiburan, Jelita kini lebih fokus mengembangkan usaha risolnya.
Selanjutnya, Enno Lerian, penyanyi cilik era 90‑an, menemukan kecintaannya pada masak‑masakan selama pandemi COVID‑19. Bersama suami, ia mengembangkan usaha keluarga yang sudah lama menjual bebek goreng. Setelah semakin percaya diri, Enno ikut meracik menu baru dan mulai menjual puding buatan sendiri. Puding tersebut lahir setelah banyak respons positif dari teman dan pengikutnya di media sosial.
Terakhir, Shezy Idris, yang dikenal lewat sinetron 1990‑an, menekuni bisnis keripik. Ia menjual keripik secara online untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga dan anak‑anaknya. Meski sibuk sebagai ibu, Shezy tetap aktif mengembangkan usahanya. Keripik yang ia jual mendapat respons positif dari pelanggan, menunjukkan bahwa bisnis kuliner dapat menjadi sumber penghasilan tambahan yang stabil di luar dunia hiburan.
Semua kisah ini menunjukkan bahwa para artis Indonesia tidak hanya mengandalkan bakat seni. Mereka memanfaatkan waktu luang dan kreativitas untuk menciptakan produk makanan yang tidak hanya mengenyangkan perut, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru. Dengan tekad dan dukungan keluarga, mereka berhasil menyeimbangkan karier hiburan dan usaha kuliner, memberi contoh bahwa diversifikasi usaha dapat membawa kesuksesan yang berkelanjutan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kusuka Kembali di Jakarta Fair 2026, Hadir Tas Edisi Spesial
Warung Nasi Lemak di Sungai Bayor: 30 Tahun Harga Tetap 4 Ribu
Belong Coffee di Klungkung Viral Tanpa Influencer, Menjadi Destinasi Keluarga
Nasi Bakar Liwet Derajat Jadi Trend Ciledug Tangerang
Jamie Tan MasterChef: Roti Canai Metode Kontroversial
SU MA Jakarta Selenggarakan ‘Passage’ dengan Chef Baru
Berita Terbaru
Diskresi Partai: Keseimbangan Kekuatan dan Demokrasi Internal
Malam 1 Muharram: Refleksi dan Sholat Sunah Tahun Baru
Inggris Kalah Kosta Rika 3-0, Persiapan Piala Dunia 2026
DigiHer: XLSmart Rilis Platform Belajar Digital Perempuan
65% Lulusan Unair Masuk Swasta, Tracer Study 2025 Ungkap
Gubernur Jambi Dorong Mahasiswa UNJA Menangani Karhutla
Pertamina Naikkan Harga BBM Non-Subsidi Hingga 16.250/ Liter
Nenek Jumaria 70, Ikon Makkah 2026, Berhasil Haji
Pemerintah Rencanakan Peningkatan Dana Pendidikan 2026
