ASDP Tandatangani MoU Aceh, Tambah Jalur Jakarta‑Malahayati

Jaka M. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 113 dibaca
Bisik.id
ASDP Tandatangani MoU Aceh, Tambah Jalur Jakarta‑Malahayati

Gambar atau konten salah?

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemerintah Aceh pada hari Sabtu, 23 Mei 2023, di kantor pusat ASDP di Jakarta. Perjanjian ini menandai langkah baru dalam pengoperasian lintasan penyeberangan Jakarta‑Malahayati Aceh, sebuah jalur strategis yang akan memperluas jaringan maritim di wilayah barat Indonesia.

Penandatanganan dilakukan oleh Sekretaris Daerah Aceh, Muhammad Nasir, bersama Wakil Direktur Utama ASDP, Yossianis Marciano. Mereka dihadiri oleh jajaran pemerintah Aceh, direksi ASDP, dan manajemen perusahaan. Kegiatan ini menegaskan sinergi kuat antara pemerintah daerah dan BUMN transportasi nasional, sekaligus menandai komitmen ASDP untuk memperkuat konektivitas maritim Indonesia.

Yossianis Marciano menegaskan, "pengembangan lintasan Jakarta‑Malahayati bukan sekadar membuka rute baru, melainkan bagian dari transformasi layanan ASDP dalam memperkuat ekosistem Long Distance Ferry (LDF) yang lebih efisien, modern, dan terintegrasi." Ia menambahkan, "Lintasan ini diharapkan menjadi katalis penguatan distribusi logistik nasional sekaligus membuka peluang pertumbuhan perdagangan, pariwisata, dan ekonomi Aceh maupun kawasan barat Indonesia secara lebih luas."

Melalui kerja sama ini, ASDP dan Pemerintah Aceh akan mengembangkan layanan penyeberangan secara berkelanjutan. Rencana tersebut mencakup pengoperasian dan pengelolaan armada kapal, penetapan tarif sesuai regulasi, pengembangan fasilitas pelabuhan pendukung, promosi pasar pengguna jasa, serta peningkatan standar keselamatan dan kualitas pelayanan. Semua langkah bertujuan untuk menciptakan sistem transportasi logistik yang lebih kompetitif dan terintegrasi.

Menurut Sekretaris Daerah Aceh, Muhammad Nasir, sinergi antara pemerintah dan ASDP menjadi kunci untuk memastikan agenda pembangunan daerah selaras dengan penguatan konektivitas nasional. Ia menyatakan, "Kerja sama ini akan membuka berbagai peluang pengembangan baru yang dapat terus dievaluasi dan diperluas demi mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara lebih komprehensif di masa mendatang."

ASDP saat ini menjaga konektivitas wilayah Aceh melalui tiga lintasan utama: Ulee Lheue‑Balohan, Ulee Lheue‑Lamteung, dan Ulee Lheue‑Serapung. Armada yang melayani rute ini meliputi KMP Aceh Hebat 2, KMP BRR, dan KMP Papuyu. Pada periode Januari hingga April 2026, cabang Banda Aceh mencatat layanan 128.034 penumpang dan 63.428 kendaraan melalui ketiga lintasan tersebut. Angka-angka ini menegaskan peran strategis transportasi penyeberangan dalam mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di Aceh.

Yossianis menambahkan, "langkah tersebut merupakan kontribusi nyata ASDP dalam mendukung arahan Presiden RI untuk menurunkan biaya logistik nasional menjadi 8 persen melalui sistem distribusi yang semakin efisien dan berdaya saing." Ia menegaskan komitmen ASDP untuk terus memperkuat konektivitas nasional melalui layanan penyeberangan yang modern, terintegrasi, dan berorientasi pada pelayanan publik serta pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Dengan penandatanganan MoU ini, ASDP memperluas jaringan maritimnya dan memberikan peluang bagi distribusi logistik yang lebih cepat dan terjangkau. Lintasan Jakarta‑Malahayati akan menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem Long Distance Ferry, sekaligus membuka pintu bagi pertumbuhan ekonomi di Aceh dan wilayah barat Indonesia.

ASDPMoUAcehJakarta‑MalahayatimaritimkonektivitaslogistikLDF

Komentar

Memuat komentar...