Astra Agro Tampilkan Komitmen Keberlanjutan di COP30 Brasil
Gambar atau konten salah?
PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro) menegaskan pentingnya penerapan prinsip keberlanjutan dalam operasional perusahaan. Hal ini terlihat dari kehadiran Astra Agro yang mewakili Astra International di acara Conference of the Parties ke-30 (COP30) yang berlangsung di Belem, Brasil.
Dr Bandung Sahari, Direktur Sustainability Astra Agro, menyatakan bahwa komitmen keberlanjutan perusahaan terwujud melalui program digitalisasi, solusi berbasis alam, dan penggunaan teknologi hijau. COP30 tahun 2025 mengusung tema 'Accelerating Substantial Actions of Net Zero Achievement through Indonesia High Integrity Carbon'. Forum ini menjadi tempat bagi negara-negara anggota PBB untuk berkolaborasi dalam membahas kebijakan iklim global dan memperkuat aksi menuju Net Zero Emission (NZE).
Astra Agro berperan sebagai narasumber dalam sesi CEO Talks dan menunjukkan berbagai inisiatif keberlanjutan. Inisiatif tersebut termasuk transformasi digital dalam perkebunan dengan memanfaatkan machine learning dan sensor untuk efisiensi operasional. Selain itu, perusahaan menerapkan peatland rewetting guna mengurangi emisi karbon dan menjaga ekosistem.
Bandung menjelaskan bahwa transformasi digital menjadi penggerak utama efisiensi dan akurasi dari hulu ke hilir. Astra Agro juga fokus pada transformasi hijau melalui pengurangan emisi gas rumah kaca. Berbagai program diterapkan untuk menjaga lanskap dan ekosistem, seperti rewetting lahan gambut dan pencegahan kebakaran hutan.
Teknologi drone digunakan dalam proses replanting, sementara machine learning, sensor IoT, dan citra satelit membantu memantau kesehatan tanaman dan kondisi tanah. Sistem control room memfasilitasi pengawasan operasional secara real-time, termasuk deteksi dini titik panas.
Salah satu fokus penting adalah rewetting lahan gambut, yang memiliki potensi emisi karbon tinggi. Mengairi kembali lahan gambut melalui penyekatan kanal menjadi langkah mitigasi iklim yang signifikan. Pemanfaatan limbah industri untuk energi bersih juga menjadi pilar penting dalam transformasi hijau Astra Agro. Limbah cair pabrik kelapa sawit (POME) diolah menjadi biometana (biogas) yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan energi.
Dengan kombinasi transformasi digital dan hijau, Astra Agro percaya bahwa keberlanjutan adalah strategi utama untuk jangka panjang. Kehadiran perusahaan di COP30 menunjukkan komitmen dalam aksi iklim global dan mendukung visi Indonesia untuk masa depan rendah emisi.
Upaya Astra Agro dalam menerapkan prinsip keberlanjutan sudah dimulai sejak 2022 dengan meluncurkan Astra Agro Sustainability Aspirations. Terdapat 12 inisiatif yang ditargetkan untuk dicapai pada tahun 2030. Dengan pencapaian hingga tahun 2024, Astra Agro optimis terhadap penurunan emisi dan peningkatan energi terbarukan.
Program keberlanjutan Astra Agro telah berhasil menurunkan emisi gas rumah kaca scope 1 dan 2 dari baseline 2019 sebesar 15,14%. Selain itu, bauran energi terbarukan meningkat sebesar 92,17%, dan daur ulang serta recovery limbah padat mencapai 100%.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
