Astronot Artemis II Rekor Jarak Terjauh 406.771 km

Fitri A. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 135 dibaca
Bisik.id
Astronot Artemis II Rekor Jarak Terjauh 406.771 km

Gambar atau konten salah?

Empat astronaut yang menempuh perjalanan ke luar angkasa pada misi Artemis II menorehkan sejarah baru. Mereka menempuh jarak 400.171 kilometer dari Bumi, melampaui rekor jarak terjauh penerbangan berawak yang sebelumnya dicetak misi Apollo 13 pada tahun 1970. Pada titik terjauh, kru pesawat Orion menempuh jarak sekitar 406.771 kilometer sebelum berputar kembali menuju planet ini.

Setelah melewati fase peluncuran, para astronot kehilangan kontak dengan Bumi selama 40 menit saat mereka melintas di sisi belakang Bulan. Begitu komunikasi kembali tersambung, astronaut Christina Koch berkata: “Senang sekali rasanya bisa mendengar suara dari Bumi lagi.”

Segera setelahnya, Orion turun hingga jarak beberapa ribu kilometer dari permukaan Bulan. Di sana, kru menyaksikan gerhana Matahari total ketika Bulan menghalangi cahaya Matahari. Saat pesawat mendekat dan Bulan tampak membesar dari jendela, para astronaut mulai mengerjakan daftar periksa hal‑hal yang harus didokumentasikan di permukaannya. Mereka mengambil foto dengan sejumlah kamera digital.

Orion tidak direncanakan mendarat di Bulan. Sebaliknya, misi ini terbang mengelilingi sisi jauh yang tak pernah terlihat dari Bumi. Satelit memang pernah memotret sisi jauh tersebut, namun para astronot ini adalah manusia pertama yang melihat langsung beberapa bagian permukaan sisi jauh Bulan beserta kawah‑kawahnya yang luas dan dataran lavanya.

Setelah penerbangan tersebut, Presiden Donald Trump berbicara dengan tim Orion. Ia kemudian bertanya kepada keempat astronaut tersebut mengenai bagian apa yang paling tak terlupakan dari hari mereka. Komandan Reid Wiseman menjawab: “Kami melihat pemandangan yang belum pernah disaksikan manusia mana pun, bahkan oleh Apollo sekalipun, dan itu sangat menakjubkan bagi kami.”

Para kru kini menghadapi beberapa hari yang lebih tenang untuk melakukan pengecekan dan kembali ke Bumi. Mereka akan menghadapi ujian terakhir terjun menembus atmosfer yang membara dengan kecepatan hampir 40.233 kilometer per jam dan pendaratan air dengan parasut di Samudra Pasifik. Ujian ini akan menguji perisai panas serta sistem pemulihan kapsul tersebut.

Tim di darat meninjau kembali jadwal masuknya pesawat ke atmosfer Bumi, sementara kru Angkatan Laut menuju ke lokasi pendaratan di lepas pantai California selatan dekat San Diego. Kapsul Orion diperkirakan akan mendarat di air pukul 20.07 EDT hari Jumat. Cuaca di lokasi diperkirakan mendukung dengan angin sepoi dan ombak laut sedang.

Administrator NASA, Jared Isaacman, mengungkapkan: “Saya akan bisa bernapas lebih lega setelah kita melewati proses re‑entry, dan semua kru sudah mengembang parasutnya serta mendarat di air.”

Jeremy Hansen, astronaut Kanada, menanggapi pencapaian itu dengan rendah hati. “Seiring keberhasilan kita melampaui jarak terjauh yang pernah ditempuh manusia dari planet Bumi, kami melakukannya untuk menghormati upaya dan pencapaian luar biasa dari para pendahulu kita dalam eksplorasi antariksa berawak,” ungkapnya yang dikutip dari BBC.

Dengan pencapaian jarak terjauh ini, misi Artemis II menegaskan kembali kemampuan manusia untuk menjelajah ruang angkasa. Pencapaian ini juga menandai langkah penting dalam memahami sisi jauh Bulan, yang selama ini hanya dapat diamati melalui citra satelit. Keberhasilan ini menambah bukti bahwa kolaborasi internasional dan teknologi canggih dapat membawa manusia lebih jauh dari batas yang pernah terbayangkan.

Artemis IIOrionSisi Jauh BulanAstronautNASAJarak TerjauhRekor

Komentar

Memuat komentar...