Atap Terminal 3 Soekarno‑Hatta Rusak, Perbaikan 08 Apr 2026
Gambar atau konten salah?
PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) mengumumkan bahwa atap di Terminal 3 Bandara Soekarno‑Hatta, khususnya di sekitar Boarding Lounge Gate 7, mengalami kerusakan. Kerusakan ini disebabkan oleh cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang.
Menurut Corporate Secretary Group Head InJourney Airports, Arie Ahsanurrohim, atap rusak karena debit air hujan yang melebihi kapasitas pipa drainase. “Rusaknya atap tersebut dipicu tingginya debit air hujan yang melebihi kapasitas pada pipa drainase,” ujarnya.
Perbaikan atap dijadwalkan selesai paling cepat pada 08 April 2026. Arie menegaskan bahwa semua tindakan dilakukan sesuai prosedur, menjaga pelayanan, keselamatan, dan keamanan penerbangan. “Perbaikan dilakukan sesuai prosedur penanganan apabila terjadi gangguan pada infrastruktur terminal. Lokasi sudah disterilkan untuk memastikan keamanan dan pelayanan tetap terjaga khususnya di Boarding Gate 7 Terminal 3,” jelasnya pada 07 April 2026.
Di tengah perbaikan, BMKG mengeluarkan peringatan kritis. Pada pukul 13.47‑13.50 WIB, Wind Shear Warning dikeluarkan untuk seluruh runway dengan kecepatan angin mencapai 30 knot. Selain itu, Aerodrome Warning berupa thunderstorm rain (TSRA) diumumkan dengan kecepatan angin 17‑30 knot.
Arie juga memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami penumpang. “Atas nama manajemen PT Angkasa Pura Indonesia / InJourney Airports, kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan pengguna jasa bandara, penumpang pesawat, serta mitra usaha atas ketidaknyamanan yang timbul khususnya terkait adanya gangguan pada atap di Boarding Lounge Gate 7 Terminal 3,” kata beliau.
InJourney Airports menegaskan bahwa operasional dan layanan di Bandara Soekarno‑Hatta secara umum tetap berjalan baik dan lancar, meski ada gangguan pada atap di Gate 7.
Dengan kondisi cuaca yang tidak menentu, pihak bandara tetap berupaya menjaga keamanan dan kenyamanan penumpang, sambil memastikan perbaikan atap selesai tepat waktu.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
