Badung Luncurkan Beasiswa Nak Badung 2026 untuk 450 Mahasiswa

Dedi S. · 3 min baca · 1 hari lalu · 9 dibaca
Bisik.id
Badung Luncurkan Beasiswa Nak Badung 2026 untuk 450 Mahasiswa

Gambar atau konten salah?

BadungPemerintah Kabupaten Badung memulai penyaluran program beasiswa Nak Badung untuk tahun ajaran baru 2026. Peluncuran resmi berlangsung di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Selasa, 9 Juni 2026. Program ini menandai langkah jaminan pendidikan komprehensif yang melibatkan 28 perguruan tinggi dan menargetkan alokasi dana tahunan antara Rp 40 miliar hingga Rp 60 miliar untuk beasiswa perguruan tinggi dan biaya sekolah tingkat SMA/sederajat.

Menurut Bupati I Wayan Adi Arnawa, kuota beasiswa baru ini diperkirakan mencapai 450 mahasiswa. “Ini kan baru untuk beasiswa, ini kami batasi. Kalau tidak salah kuotanya sampai 450 mahasiswa,” ujarnya sesudah membuka Badung Education Fair (BEF) 2026 dan peluncuran program Beasiswa Nak Badung.

Adi menekankan tujuan program: “Mudah-mudahan dengan pemberian beasiswa ini, memang akan lebih banyak pemerintah memberikan akses kepada masyarakat Badung untuk prinsip-prinsip keadilan, di mana masyarakat yang tidak mampu pun juga akan bisa mengikuti sekolah SMA termasuk pula kelanjutannya kepada jenjang perguruan tinggi,” tegasnya.

Untuk memperkuat kerja sama, Bupati menandatangani perjanjian dengan sejumlah perguruan tinggi dan menegaskan hubungan dengan Pemerintah Provinsi Bali, yang berwenang atas pendidikan menengah atas. “Ya, kami sudah mulai penerimaan mahasiswa baru ini. Nanti kalau siswa sudah diterima, dia laporkan ke kami. Makanya kami undang beberapa perguruan tinggi, nanti dari perguruan tinggi juga bisa melaporkan ke kami juga, berapa anak-anak Badung yang memang berhak untuk mendapatkan beasiswa,” jelasnya.

Program ini juga menetapkan batasan masa studi bagi penerima beasiswa perguruan tinggi. “Ada batasnya, sampai 8 semester, kalau anak-anak ini mampu memenuhi, maksimal 8 semester atau mungkin 7 semester, dia berhak dapatkan ini dan termasuk ada tambahan akan mendapatkan bantuan wisuda nantinya. Tapi kalau yang melebihi, tidak dapat lagi begitu, ini tujuannya motivasi kan semangat di sini untuk kecepatan-kecepatan dia, dan tidak dia main-main kuliahnya itu,” tegas Adi Arnawa.

Rincian pembiayaan juga dijelaskan. Setiap penerima manfaat akan menerima bantuan sesuai kebutuhan operasional pendidikan. “Ini kan tergantung ya, yang jelas kami memberikan standarnya untuk uang kuliah tunggal, SPP-nya, termasuk kalau untuk anak SMA itu kami berikan seragamnya, begitu dan beberapa sarana-sarana juga. Sedangkan untuk yang afirmasi untuk perguruan tinggi kita berikan UKT-nya, SPP-nya, juga termasuk biaya hidupnya, termasuk sarana-prasarananya, termasuk juga di dalamnya ada laptop,” urai Adi Arnawa.

Program beasiswa juga mencakup anak difabel. “Termasuk tadi juga saya langsung respons, saya perintahkan Pak Sekda untuk memikirkan juga bagi anak-anak Badung yang dalam kondisi berkebutuhan khusus, juga diberikan beasiswa dari jenjang sekolah-sekolahnya. Apakah itu memang mungkin SMA-nya, termasuk mungkin kalau ada yang ke perguruan tinggi kami akan fasilitasi, di samping memang kita berikan program bantuan difabel kan Rp 1 juta per bulan itu kita berikan,” ucap politikus PDIP itu.

Proses seleksi akan melalui verifikasi berlapis. Tim verifikator khusus pemerintah daerah akan turun langsung untuk memastikan profil ekonomi pemohon, terutama bagi pemohon dari klaster anak petani. “Verifikator inilah yang akan melakukan verifikasi ke lapangan, apa benar yang bersangkutan layak. Yang jelas memang dari kriteria itu kan ada: pertama memang masyarakat yang kurang mampu, yang kedua adalah masyarakat petani, masyarakat petani ini akan beasiswa ini tujuan kami adalah kami memberikan penghargaan bagi masyarakat petani agar petani-petani Badung ini fokus untuk memproduksi pangan ini,” pungkas Adi Arnawa.

Di sela-sela acara, Bupati menanggapi instruksi Presiden Prabowo Subianto tentang pembangunan Sekolah Rakyat. “Tentu kami akan kaji dulu ya, ini kan program pemerintah pusat, saya kira pemerintah pusat tujuannya juga bagus, benar ini. Itu kami akan pertimbangkan, ini kan ada satu perbedaan? Perbedaan kalau sekolah rakyat ini kan sudah disiapkan semuanya dari, kalau tidak salah, asramanya juga, termasuk semuanya,” kata Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa usai membuka Badung Education Fair (BEF) 2026 di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Selasa, 9 Juni 2026.

Ia menegaskan bahwa Sekolah Rakyat tidak akan tumpang tindih dengan program gratis yang sudah ada. “Nah, kami belum sampai ke sana, tapi saya melihat ini bagus ini, juga perlu kami dukung ke depan. Tentu pasti akan saya lihat nanti di mana kira-kira kami akan siapkan, atau mungkin nanti arahan pemerintah pusat masing-masing kabupaten harus menyiapkan sekolah rakyat ya, itu kami akan dukung,” jelas Adi Arnawa.

Program ini menandai upaya pemerintah kabupaten untuk menutupi celah jaminan pendidikan di Badung, sekaligus menyesuaikan dengan kebijakan pusat. Dengan alokasi dana yang signifikan, batasan masa studi, dan mekanisme verifikasi yang ketat, pemerintah berharap dapat meningkatkan akses pendidikan bagi semua lapisan masyarakat, termasuk yang kurang mampu, petani, dan penyandang disabilitas. Program ini juga membuka peluang bagi perguruan tinggi lokal untuk berkontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia daerah, serta menyiapkan fondasi bagi masa depan generasi muda Badung.

Beasiswa Nak BadungPemerintah Kabupaten BadungPendidikan KomprehensifAlokasi Dana 40-60 MiliarPetaniAnak DifabelVerifikasi BerlapisSekolah Rakyat

Komentar

Memuat komentar...