Bahlil: BBM Non-Subsidi Naik 1 April 2026, Subsidi Tetap

Yuli S. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 99 dibaca
Bisik.id
Bahlil: BBM Non-Subsidi Naik 1 April 2026, Subsidi Tetap

Gambar atau konten salah?

Bahlil Dahadalia, Menteri ESDM, mengungkapkan bahwa lonjakan harga minyak dunia akan berdampak pada harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia. Ia menyampaikan hal tersebut saat menemani Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kerja ke Jepang pada Senin.

Perubahan harga BBM biasanya terjadi pada awal bulan. Pada tahun ini, penyesuaian diperkirakan akan muncul pada 1 April 2026. Bahlil menegaskan bahwa yang berpotensi mengalami kenaikan adalah BBM non-subsidi, khususnya yang digunakan oleh kalangan mampu.

“Gini. Di Peraturan Menteri ESDM tahun 2022 itu telah mengatur dua formulasi tentang harga BBM. Satu harga BBM industri dan satu non-industri. Kalau yang industri tanpa diumumkan pun dia terus terjadi berdasarkan harga pasar,” ujar Bahlil, ditulis Selasa (31 Maret 2026).

Ia menjelaskan bahwa BBM kategori industri, seperti bensin dengan RON tinggi—misalnya RON 95 dan RON 98—secara otomatis mengikuti mekanisme pasar. Jenis BBM tersebut kemungkinan besar akan naik harganya. “Jadi mau diumumkan atau tidak diumumkan dia akan mengikuti harga pasar. Itu yang industri. Apa itu definisi yang industri adalah bensin RON 95, RON 98 itu kan orang-orang yang mampu lah,” jelasnya.

Bahlil menambahkan bahwa kelompok pengguna BBM tersebut tidak menjadi beban negara karena mampu membayar sesuai harga pasar. “Jadi, negara tak perlu mensubsidi. Selama mereka mau jalan banyak selama ada uang untuk bayar monggo tugas negara menyiapkan, yang membayar mereka itu tidak ada tanggungan negara sama sekali,” tambahnya.

Sementara itu, untuk BBM subsidi, Bahlil memastikan pemerintah masih menahan harga dan belum ada keputusan kenaikan dalam waktu dekat. “Oh di dalam negeri masih stabil. Insyaallah atas arahan Bapak Presiden untuk BBM subsidi sampai dengan sekarang saya pikir Bapak Presiden punya hatilah untuk memperhatikan rakyat kecil,” katanya.

Ia juga meminta masyarakat menunggu keputusan resmi pemerintah terkait kebijakan harga BBM ke depan. “Percayalah nanti tunggu tanggal mainnya Bapak Presiden akan memutuskan seperti apa untuk kebaikan rakyat bangsa dan negara,” tutupnya.

Berita ini menyoroti perbedaan mekanisme penetapan harga antara BBM industri dan non-industri serta penekanan pada kebijakan subsidi yang masih dipertahankan. Dampak kenaikan harga minyak dunia diharapkan akan terasa lebih pada pengguna BBM non-subsidi, sementara BBM subsidi tetap dijaga stabil untuk melindungi konsumen berpenghasilan rendah.

Bahlil DahadaliaMenteri ESDMharga BBMnon-subsidisubsidisasiminyak dunia

Komentar

Memuat komentar...