Bahlil: Pemerintah Ajak SPBU Shell dan Swasta Kerja Sama BBM
Gambar atau konten salah?
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa SPBU Shell masih tidak memiliki stok BBM. Menurut pengumuman di situs resmi Shell Indonesia, bahan bakar minyak (BBM) belum tersedia di semua gerai Shell.
Bahlil menegaskan bahwa kebijakan pemerintah tidak hanya melayani satu kelompok, melainkan seluruh operator SPBU swasta. Ia mengajak para pemilik SPBU untuk bernegosiasi dengan Pertamina guna memperoleh pasokan BBM. Menteri juga menyatakan bahwa perusahaan swasta yang ingin tetap beroperasi harus bekerjasama dengan badan usaha lain.
Shell Indonesia memberi tahu pelanggan bahwa produk BBM saat ini tidak tersedia dan meminta maaf atas ketidaknyamanan. Perusahaan menginformasikan bahwa mereka terus berkoordinasi dengan pemerintah terkait rekomendasi impor BBM tahun 2026 sesuai tata laksana yang berlaku.
Ringkasan: SPBU Shell masih kosong, Bahlil mendorong kerja sama antara operator swasta dan Pertamina, serta menekankan bahwa pemerintah melayani semua pihak. Shell mengakui kekurangan stok dan sedang menyiapkan rekomendasi impor BBM ke 2026.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
