Tokoh Dukung Ganti Nama Jawa Barat Jadi Tatar Sunda

Ayu W. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Tokoh Dukung Ganti Nama Jawa Barat Jadi Tatar Sunda

Gambar atau konten salah?

Wacana untuk mengganti nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda kembali mencuat. Rencana yang didorong oleh sejumlah tokoh di Jawa Barat ini mendapat dukungan penuh dari seorang budayawan sekaligus sesepuh Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, yang akrab disapa Abah Embep.

Menurut Abah Embep, nama Jawa Barat saat ini sudah tidak relevan lagi. Terutama setelah wilayah Banten resmi menjadi provinsi sendiri. Ia menjelaskan bahwa secara geografis dan administratif, sebutan "barat" sudah tidak tepat.

"Jika kita melihat sejarah saat Provinsi Jawa Barat masih bersatu dengan Banten, sebutan 'barat' itu memang merujuk pada letak yang paling barat atau di ujung. Tapi kenyataannya, Pulau Jawa itu terbagi menjadi Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Banten. Posisi wilayah kita sekarang sudah bukan di paling barat lagi, melainkan lebih ke tengah," kata Abah Embep saat dihubungi pada Sabtu, 04 Juli 2026.

Sejak Banten berpisah dari Jawa Barat, Abah Embep mengaku sudah lama menyimpan harapan agar nama provinsi ini diubah. Ia menyebut ada dua opsi nama yang sudah lama beredar dan dianggap lebih cocok. Dua nama itu adalah Tatar Sunda dan Parahyangan.

"Dulu saat Jawa Barat dan Banten dipecah, saya sudah ada keinginan dalam hati, seandainya saya jadi pejabat, nama provinsi ini jangan lagi Jawa Barat. Saat itu pilihan saya ada dua, yaitu Tatar Sunda dan Parahyangan," ungkapnya.

Dari kedua nama itu, Abah Embep menilai Tatar Sunda adalah yang paling inklusif. Menurutnya, nama itu mewakili seluruh daerah di Jawa Barat. Sementara Parahyangan, menurut dia, cakupannya terlalu sempit.

"Kalau Parahyangan itu hanya meliputi daerah seperti Bandung, Cianjur, Tasikmalaya, hingga Garut. Sedangkan kalau Tatar Sunda itu merangkul seluruh wilayah, termasuk Bogor, Bekasi, Depok, hingga ke Sukabumi. Kata 'tatar' itu artinya daerah. Istilah Tatar Sunda ini sudah tercantum dan dipakai sejak lama dalam sejarah," jelasnya.

Abah Embep menyatakan persetujuan penuh terhadap langkah para pimpinan dan tokoh Jawa Barat yang kini kembali memperjuangkan nama Provinsi Tatar Sunda di kursi legislatif. Baginya, nama Tatar Sunda bukan sekadar penunjuk wilayah.

"Sekarang dengan adanya para pemimpin yang tergugah hatinya untuk mengganti nama Jawa Barat menjadi Tatar Sunda, saya sangat setuju dan sepaham. Tatar Sunda itu adalah wilayah yang memiliki budaya Sunda, memegang etika Sunda, dan tata krama Sunda. Karena itu, saya setuju karena hal ini sangat sejalan dengan harapan," pungkasnya.

Wacana perubahan nama ini bukanlah hal baru. Sejak pemekaran Banten pada tahun 2000, sebagian kalangan merasa nama Jawa Barat tidak lagi mencerminkan posisi geografis yang sebenarnya. Nama Tatar Sunda dianggap lebih mengakar pada identitas budaya dan sejarah masyarakat setempat. Perjuangan untuk mengganti nama ini kembali bergulir di tengah dorongan dari berbagai elemen masyarakat dan tokoh daerah.

wacanaJawa BaratProvinsi SundaTatar SundaParahyanganAbah Embepperubahan nama

Komentar

Memuat komentar...