Bandung Tangkap 51 Tunawisma dalam Operasi Dini Hari
Gambar atau konten salah?
Dinas Sosial Kota Bandung kembali melakukan operasi penanganan tunawisma menjelang libur panjang Kenaikan Isa Almasih 2026. Pada 14 Mei 2024, petugas mengamankan puluhan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) di berbagai titik strategis kota.
Hasilnya, 51 orang terjaring dalam razia dini hari. Dari jumlah tersebut, 50 orang adalah dewasa, mayoritas pria, dan satu orang adalah anak. Operasi dilaksanakan di ruas-ruas protokol seperti Asia Afrika, Sudirman, Braga, serta di beberapa titik wisata utama.
Yorisa Sativa, Kepala Dinas Sosial, menjelaskan: “Ini kegiatan rutin yang dilakukan bersama lintas OPD. Kami melakukan penyisiran di ruas-ruas jalan protokol seperti Asia Afrika, Sudirman, Braga dan titik-titik wisata untuk memastikan ketertiban dan kenyamanan Kota Bandung.”
Setelah ditangkap, semua PMKS dibawa ke rumah singgah milik Dinas Sosial. Di sana, mereka menjalani asesmen medis, pemeriksaan administrasi kependudukan, serta pembinaan mental dan fisik. Dinas Sosial juga berencana melakukan reunifikasi atau pemulangan ke keluarga atau daerah asal masing-masing.
Yorisa menambahkan: “Kalau adminduknya bukan Kota Bandung nanti akan dikembalikan ke kabupaten atau kota asalnya. Targetnya paling lama 7 hari sudah harus direunifikasi.”
Menurut data penjangkauan sebelumnya, hanya sekitar 20 persen tunawisma berasal dari Kota Bandung. Sisanya datang dari luar daerah, mencari penghasilan di jalanan kota.
Yorisa mengakui operasi kali ini tidak berjalan mulus. “Kendalanya tadi ada yang sempat lari dan tidak terjangkau. Tapi kami akan terus melakukan monitoring bersama kewilayahan agar mereka tidak kembali lagi ke jalan.”
Ia juga mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tidak memberikan uang atau santunan langsung di jalanan. “Jangan memberikan santunan di jalan, salurkan bantuan melalui lembaga kesejahteraan sosial resmi atau melalui Dinas Sosial. Karena kalau memberi di jalan itu akan membuat mereka terus datang kembali.”
Operasi ini menegaskan komitmen pemerintah kota untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan, sekaligus mencari solusi jangka panjang bagi tunawisma. Dengan pendekatan sistematis, Dinas Sosial berharap dapat mengurangi jumlah PMKS di Bandung dan memfasilitasi reintegrasi mereka ke masyarakat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kemacetan Parah di Jalan Dago Atas, Bandung, Karena Longsor
Pinjaman Online Meningkat Generasi Muda Tertarik Doomspending
Pertamax Rp16.250 per Liter, Mulai 10 Juni 2026 di Indonesia
Faunaland Jadi Pengelola Baru Bandung Zoo, Harga Tiket Sorotan
DPRD Jawa Barat Siap Diskusi Pansus SPMB 2026 evaluasi
Kabupaten Bandung Normalisasi Sungai untuk Hindari Banjir 2026
Berita Terbaru