Kabupaten Bandung Normalisasi Sungai untuk Hindari Banjir 2026

Surya B. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Kabupaten Bandung Normalisasi Sungai untuk Hindari Banjir 2026

Gambar atau konten salah?

Pemerintah Kabupaten Bandung memulai proses normalisasi beberapa aliran sungai menjelang musim kemarau 2026. Langkah ini diambil sebagai upaya mitigasi risiko banjir di musim hujan. Normalisasi dilakukan di sungai-sungai penting, termasuk Sungai Cikapundung, Cipalasari, Cigede, Cisunggalah, dan Citarum.

Operasi ini berlandaskan kolaborasi pentahelix, yang melibatkan pemerintah, perusahaan, dan masyarakat. Bupati Bandung, Dadang Supriatna, menegaskan bahwa selain normalisasi sungai, pihaknya juga akan merapikan kabel utilitas (KU) yang selama ini tergantung di atas jalan. Kabel tersebut akan dipindahkan ke bawah tanah.

“Itu tadi secara pentahelix, karena kita APBD memang jalan provinsi saya tidak akan saling menyalahkanlah. Tapi hari ini alhamdulillah para pengusaha dan masyarakat sekitar ini men-support,” ujar Dadang saat ditemui di Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jumat (12 Juni 2026).

Dadang juga meninjau kondisi drainase yang bermuara ke Sungai Citarum. Drainase tersebut direncanakan diperlebar hingga dua meter. “Drainase depan Zipur, yang sampai ke Sungai Citarum. Itu juga sama, kita akan buatkan drainase dengan lebar 2 meter. Nanti KU-nya di bawah, sehingga kabel-kabelnya tidak bergerak bergelantungan lagi di atas, nanti ke depan seperti itu,” katanya.

Selain itu, sejumlah drainase di Jalan Raya Dayeuhkolot yang terhubung ke Sungai Citarum juga akan diperbaiki untuk mengurangi potensi genangan dan banjir di kawasan tersebut.

Dadang mengaku telah meninjau kondisi Sungai Cigede. Menurutnya, salah satu perusahaan di kawasan tersebut bersedia menggeser benteng atau pembatas lahannya sejauh tiga meter untuk mendukung pelebaran sungai. “Ketiga saya langsung nyurvei lokasi Sungai Cigede. Alhamdulillah ada perusahaan yang memberikan memundurkan bentengnya digeser 3 meter. Sehingga pelebaran Sungai Cigede ini relatif aman dan saya sedimennya memang sangat tinggi dan akan diperbaiki,” jelasnya.

Normalisasi juga dilakukan di Sungai Cipalasari, Kecamatan Dayeuhkolot, sepanjang 2,5 kilometer. Dadang menyebut kegiatan tersebut merupakan normalisasi pertama dalam kurun waktu sekitar 30 tahun. “Selama sejarah 30 tahun ini baru dinormalisasi hari ini. Ini berkas kolaborasi antara PSDA Provinsi, Dinas PUTR dan juga Pentahelix, Pak Camat, seluruh masyarakat di sini,” ujarnya.

Sementara itu, normalisasi Sungai Cisunggalah di Kecamatan Solokanjeruk telah mencapai sekitar 70 persen. Namun, pekerjaan masih menghadapi kendala terkait kondisi pondasi di sekitar lokasi. “Sungai Cisunggalah proses normalisasinya sudah 70 persen. Hanya di sini ada gangguan karena ada begitu digali otomatis si pondasinya itu tergantung nanti apakah kita menggunakan APBD atau menunggu program BBWS,” ucapnya.

Selain normalisasi sungai, Pemkab Bandung juga berencana membangun kolam retensi di Kecamatan Rancaekek dan Kecamatan Bojongsoang sebagai bagian dari upaya pengendalian banjir. “Di Sukamanah kurang lebih 5 hektar untuk danau dan di Tegalluar Kecamatan Bojongsoang itu kurang lebih sekitar 11 hektare,” kata Dadang.

Inisiatif ini menandai upaya serius pemerintah daerah dalam mengelola sumber daya air dan infrastruktur. Dengan melibatkan berbagai pihak, normalisasi sungai dan perbaikan drainase diharapkan dapat menurunkan risiko banjir di masa depan, sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan bagi masyarakat setempat.

Komentar

Memuat komentar...