Banjir Bandang Desa Trimulyo: Warga Menuntut Air Bersih
Gambar atau konten salah?
Banjir bandang yang disebabkan oleh tanggul Sungai Tuntang menenggelamkan Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak pada 03 April 2026. Warga di wilayah tersebut mulai mengeluhkan lambatnya penanganan dan bantuan dari pemerintah, khususnya soal air bersih.
Di RT 1 RW 5, genangan air sudah berangsur surut pada pagi hari, namun tetap setinggi lutut hingga paha. Beberapa perempuan terlihat mencuci baju dan alat dapur di air keruh. Salah satu yang terlihat adalah Umriyah, berusia 26 tahun, yang sedang menjemur pakaian di tengah genangan.
“Dari kemarin nyucinya di air banjir, lha PDAM mati sampai sekarang,” kata Umriyah, Minggu (05 April 2026). Ia mengaku belum ada bantuan air bersih yang diterima hingga saat ini. Bantuan pakaian layak pakai pun tak kunjung datang.
“Nggak ada (bantuan air bersih), sampai sekarang. (Bantuan pakaian layak pakai) juga nggak ada,” ungkap Umriyah. Karena itu, ia dan warga lain tidak punya pilihan selain mencuci pakaian di air keruh.
“Sudah dua hari nggak mandi, ini juga terpaksa nyuci kaya gini biar bisa ganti baju. Kemarin airnya masih bening, sekarang udah mulai keruh. Sebenarnya mikir-mikir tapi gimana lagi,” ujar Umriyah. Ia menambahkan bahwa ia sudah dua hari tidak mandi dan terpaksa mencuci pakaian di air keruh karena tidak ada alternatif.
Umriyah berharap agar bantuan air bersih dapat segera dikirimkan ke wilayahnya, atau setidaknya ada bantuan pakaian layak pakai agar mereka dapat mengenakan pakaian yang benar-benar bersih. “Harapannya ya kalau PDAM-nya memang sulit, bisa dikirim air bersih. Minimal pakaian lah yang masih layak pakai, kalau baju yang ini udah kering pun kan belum tentu bersih beneran. Takutnya nanti malah gatal-gatal atau gimana,” pungkas Umriyah.
Situasi ini menyoroti keterlambatan respon pemerintah dalam menyediakan kebutuhan dasar seperti air bersih dan pakaian bagi warga yang terkena dampak banjir. Keterbatasan fasilitas ini memaksa masyarakat untuk mengatasi masalah kesehatan dan kebersihan secara improvisasi, menambah beban psikologis di tengah kondisi yang sudah sulit.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Banjir Rob di Demak Meningkat, Warga Minta Tanggul Pantai
SPMB SMA/SMK 2026: Kuota 5% Domisili Desa dan 2% ATS Jateng
KAI Commuter Tandai Penumpang Merokok di KRL di Palur
Kera Liar Merusak Rumah Pak Wahyu, Evakuasi 20 Menit
Prabowo Panggil Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN, Ganti Dadan
Kekurangan Sekolah di 5 Kecamatan Semarang: Tanah Belum Tersedia
Berita Terbaru
Wakil Bupati Iwan Tuaji Laporkan Harta Rp 6,7 Miliar
Penurunan Wisnus Bali 4,14% Tahun Ini, 2,03% Bulanan
Jaga Kolam Ikan Rumah Bersih: Tips Pembersihan dan Nutrisi
Air Kelapa 15 Hari: Hidrasi, Pencernaan, Berat Badan
Praearcturus Gigas: Kalajengking Raksasa 1 Meter di Era Devon
Pelantikan DPW IAEI Jambi, Gubernur Tekankan Ekonomi Syariah
Bayi Ditemukan Telantar di Sungai Cibinong, Cibogo
Vlahovic Lepas dari Juventus, Cari Klub Baru Luar Italia
