Banjir Bandang Desa Trimulyo: Warga Menuntut Air Bersih

Bayu K. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 62 dibaca
Bisik.id
Banjir Bandang Desa Trimulyo: Warga Menuntut Air Bersih

Gambar atau konten salah?

Banjir bandang yang disebabkan oleh tanggul Sungai Tuntang menenggelamkan Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak pada 03 April 2026. Warga di wilayah tersebut mulai mengeluhkan lambatnya penanganan dan bantuan dari pemerintah, khususnya soal air bersih.

Di RT 1 RW 5, genangan air sudah berangsur surut pada pagi hari, namun tetap setinggi lutut hingga paha. Beberapa perempuan terlihat mencuci baju dan alat dapur di air keruh. Salah satu yang terlihat adalah Umriyah, berusia 26 tahun, yang sedang menjemur pakaian di tengah genangan.

“Dari kemarin nyucinya di air banjir, lha PDAM mati sampai sekarang,” kata Umriyah, Minggu (05 April 2026). Ia mengaku belum ada bantuan air bersih yang diterima hingga saat ini. Bantuan pakaian layak pakai pun tak kunjung datang.

“Nggak ada (bantuan air bersih), sampai sekarang. (Bantuan pakaian layak pakai) juga nggak ada,” ungkap Umriyah. Karena itu, ia dan warga lain tidak punya pilihan selain mencuci pakaian di air keruh.

“Sudah dua hari nggak mandi, ini juga terpaksa nyuci kaya gini biar bisa ganti baju. Kemarin airnya masih bening, sekarang udah mulai keruh. Sebenarnya mikir-mikir tapi gimana lagi,” ujar Umriyah. Ia menambahkan bahwa ia sudah dua hari tidak mandi dan terpaksa mencuci pakaian di air keruh karena tidak ada alternatif.

Umriyah berharap agar bantuan air bersih dapat segera dikirimkan ke wilayahnya, atau setidaknya ada bantuan pakaian layak pakai agar mereka dapat mengenakan pakaian yang benar-benar bersih. “Harapannya ya kalau PDAM-nya memang sulit, bisa dikirim air bersih. Minimal pakaian lah yang masih layak pakai, kalau baju yang ini udah kering pun kan belum tentu bersih beneran. Takutnya nanti malah gatal-gatal atau gimana,” pungkas Umriyah.

Situasi ini menyoroti keterlambatan respon pemerintah dalam menyediakan kebutuhan dasar seperti air bersih dan pakaian bagi warga yang terkena dampak banjir. Keterbatasan fasilitas ini memaksa masyarakat untuk mengatasi masalah kesehatan dan kebersihan secara improvisasi, menambah beban psikologis di tengah kondisi yang sudah sulit.

Banjir bandangSungai TuntangDesa TrimulyoPDAMair bersihbantuan pakaian layak pakaiKabupaten Demak

Komentar

Memuat komentar...