Banjir Rob Terganggu 69 Rumah Tunggulsari, Pati, Kabupaten
Gambar atau konten salah?
Banjir rob melanda Desa Tunggulsari di Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Sejumlah 69 rumah warga terkena dampak. Musibah ini berlangsung selama 3 hari, mulai pada 21 Mei 2026 hingga 23 Mei 2026.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati mencatat secara resmi bahwa 69 rumah terdampak akibat gelombang pasang dan proses abrasi yang semakin parah. “Rumah yang terdampak ada 69 unit,” kata Kabid Kedaruratan BPBD Pati, Suntoro, saat dihubungi pada 23 Mei 2026.
Menurut Suntoro, genangan rob melanda permukiman warga, terutama di akses jalan dan beberapa rumah yang mengalami kenaikan air. “Rob ke jalan desa dan rumah warga,” jelasnya. Kondisi pesisir masih rawan karena abrasi terus menggerus daratan.
Selain menimbulkan banjir, abrasi juga menurunkan stabilitas mangrove. Banyak pohon mangrove di kawasan pesisir dilaporkan roboh dan tumbang akibat ombak yang terus menerjang. “Lokasi pesisir saat ini masih terjadi abrasi, pohon mangrove banyak roboh dan tumbang,” kata dia.
Efek abrasi tidak hanya mengancam permukiman, tapi juga menurunkan kinerja tanggul sungai dan area tambak. BPBD mencatat tanggul sepanjang kurang lebih 200 meter yang rawan ambrol bila gelombang tinggi terus terjadi. “Kondisi tanggul sungai dan tambak saat ini kritis, rawan ambrol sekitar 200 meter,” lanjutnya.
BPBD Pati terus memantau lokasi terdampak dan mengimbau warga pesisir agar tetap waspada terhadap potensi abrasi susulan serta gelombang pasang yang masih berpotensi terjadi. Abrasi di kawasan pesisir tersebut sudah berlangsung selama tiga hari terakhir dan belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Situasi ini menegaskan bahwa ketahanan infrastruktur pesisir di Pati masih rentan, dan perlunya tindakan preventif lebih lanjut untuk mengurangi dampak banjir rob di masa depan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
