Banjir Solo 1,2 m, 9 Kelurahan Terdampak, Warga Mengungsi

Rudi H. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 70 dibaca
Bisik.id
Banjir Solo 1,2 m, 9 Kelurahan Terdampak, Warga Mengungsi

Gambar atau konten salah?

Banjir di Kota Solo menimbulkan banjir hingga 1,2 meter pada dini hari 15 April 2026. Sebanyak sembilan kelurahan terendam, ratusan rumah terendam, dan sejumlah warga terpaksa mengungsi.

Menurut laporan kaji cepat, pada pukul 00.02 WIB air mulai merembes ke pemukiman warga di beberapa kelurahan. Humas Basarnas Solo, Aditya, menjelaskan bahwa ketinggian air bervariasi. "Yang terdampak ada sejumlah kelurahan, ketinggian bervariasi, salah satunya ada yang setinggi panggul orang dewasa, ada yang 80-120 sentimeter," katanya.

Data Basarnas menunjukkan kelurahan yang terdampak meliputi Pajang, Joyosuran, Tipes, Joyontakan, Bumi, Sondakan, Kratonan, dan Panularan. Beberapa warga dievakuasi untuk mengungsi. "Penyebab karena hujan deras di seputaran Solo Raya yang berdurasi lama mengakibatkan banjir genangan di beberapa titik lokasi," ujarnya. "Yang mengungsi warga RT 03, RW 15 Kelurahan Tipes, karena ada permintaan dari warga. Mengungsi di Kantor Kelurahan," tambahnya.

Berikut rincian jumlah rumah dan jiwa di setiap kelurahan:

  • Pajang – RT 03 RW 04: 15 KK, 13 rumah, 34 jiwa; RT 01 RW 04: 5 KK, 6 rumah, 14 jiwa; RT 01 RW 02: 2 KK, 3 rumah; RT 01 RW 14: 55 KK, 50 rumah.
  • Kratonan – RT 01 RW 06; RT 02 RW 06.
  • Joyosuran – RT 01 RW 08: 117 KK, 30 rumah; RT 01 RW 03.
  • Tipes – RW 15: 31 KK, 19 rumah; RW 12; RW 11; RT 03 RW 13.
  • Bumi – RT 04 RW 06; RT 03 RW 06.
  • Joyontakan – RT 03 RW 03: 8 KK, 6 rumah; RT 02 RW 03: 7 KK, 6 rumah.
  • Sondakan – RT 05 RW 11: 2 KK, 2 rumah; RT 06 RW 11: 11 KK, 6 rumah, 2 balita, 2 lansia.
  • Panularan – RT 04 RW 02: 90 KK; RT 01 RW 02: 40 KK; RT 02 RW 02: 30 KK; RT 03 RW 02: 15 KK; RT 05 RW 02: 12 KK.

Sejumlah kelurahan belum memiliki tanggul. Sekretaris Daerah Solo, Budi Murtono, menegaskan bahwa rumah di aliran Sungai Jenes terdampak karena belum ada talud. "Ya masih ada yang di aliran Sungai Jenes ini yang belum bertanggul, belum ada taludnya ini rata-rata semua terkena dampak banjir," katanya saat ditemui di Tipes, Serengan.

Menurut BPBD Kota Solo, banjir menimpa sembilan kelurahan: Pajang, Kratonan, Joyosuran, Tipes, Bumi, Joyontakan, Panularan, Sondakan, dan Laweyan. Budi Murtono menyatakan bahwa banjir sudah mulai surut. "Ya lumayan tinggi ya, semalam ada yang selutut, ada yang sedada. Sudah (surut) hampir rata-rata sudah. Ini tadinya kan karena intensitas air yang tadi malam yang tinggi saja. Ketika ini sudah mulai turun ya ini sudah surut, cuma kan kita antisipasi yang hari-hari berikutnya," ujarnya.

Untuk menanggulangi banjir lebih lanjut, Budi Murtono akan berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). "Coba ini kita bahas lagi dengan BBWS kira-kira untuk lanjutan penanganan apa, pembangunan taludnya nanti seperti apa," ia berseru.

Ia juga meminta BPBD untuk tetap standby dan membuka posko di daerah rawan, serta meminta DPUPR mengecek pompa air. "Ya ini kalau dari sisi pemerintah kita tetap BPBD kita minta standby buka posko. Terus DPUPR kita suruh minta segera mengecek semua pompa-pompanya. Ya nanti kalau intensitas hujan tinggi lagi ya harus dipompa keluar airnya," pungkasnya.

Situasi banjir di Solo menandai dampak hujan deras yang berlangsung lama di wilayah Solo Raya. Tanpa talud di sepanjang Sungai Jenes, aliran air tidak dapat dikendalikan, sehingga banjir meluas ke pemukiman warga. Meskipun banjir sudah mulai surut, pemerintah menyiapkan langkah-langkah pencegahan, termasuk pemantauan intensitas hujan dan pengoperasian pompa air. Warga di daerah rawan diharapkan tetap waspada dan siap mengikuti arahan petugas. Dengan koordinasi antara BPBD, DPUPR, dan BBWS, diharapkan risiko banjir dapat diminimalkan di masa mendatang.

Banjir SoloKelurahan TipesSungai JenesTaludBPBDDPUPRBBWSPompa Air

Komentar

Memuat komentar...