Banjir Sungai Ciranca Rendam Puskesmas Palabuhanratu

Bima J. · 3 min baca · 9 hari lalu · 53 dibaca
Bisik.id
Banjir Sungai Ciranca Rendam Puskesmas Palabuhanratu

Gambar atau konten salah?

Pada Minggu, 24 Mei 2026 sore, Puskesmas Palabuhanratu kembali terendam banjir akibat luapan Sungai Ciranca setelah hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi.

Air lumpur berwarna cokelat pekat merangsek masuk hingga ke dalam ruangan, melumpuhkan fasilitas medis, dan memaksa petugas berjibaku menyelamatkan aset penting. Pada Senin, 25 Mei 2026 hari ini, seluruh area lantai di dalam fasilitas kesehatan tersebut tampak sangat memprihatinkan karena tertutup material lumpur basah berwarna cokelat pekat. Sisa endapan yang tebal dan licin masih menyelimuti hampir setiap sudut ruangan.

Di area lorong dan ruang tunggu pasien, deretan kursi besi berwarna hitam tampak dikelilingi genangan sisa lumpur beserta sampah berserakan. Sebuah spanduk perayaan ulang tahun puskesmas yang menempel di dinding seolah menjadi saksi bisu betapa derasnya air bah merangsek masuk ke dalam gedung. Pemandangan tak kalah miris juga terlihat jelas di dalam Ruang Poli Gigi dan ruang pemeriksaan lainnya. Kursi periksa pasien gigi atau dental chair masih berdiri di posisinya, namun lantai di sekelilingnya dipenuhi genangan air sisa banjir yang merendam sejumlah barang.

Menurut jejak yang tertinggal dan situasi di lapangan, genangan air bah saat mencapai puncaknya menggenangi bagian dalam ruangan hingga selutut orang dewasa, sementara di area luar gedung ketinggian air nyaris mencapai paha orang dewasa.

Petugas Puskesmas Palabuhanratu, Heri, mengungkapkan keparahan kondisi pasca-banjir yang melanda tempat kerjanya tersebut. Ia menceritakan bahwa air merendam nyaris seluruh area tanpa sisa hingga memporak-porandakan fasilitas penunjang medis yang ada di sana.

"Hampir semua ruangan lah tergenang, Pak, termasuk motor. Ruang-ruangan, termasuk mesin-mesin Sanyo, diesel mungkin terendam, Pak. Terendam semua," ungkap Heri saat ditemui di lokasi kejadian.

Heri menambahkan bahwa ketinggian air kotor di dalam ruangan kemarin mencapai selutut orang dewasa, sedangkan di bagian luar kompleks puskesmas bisa mencapai se-paha orang dewasa. Akibat kondisi bangunan dan peralatan yang dipenuhi endapan lumpur tebal serta tidak steril, pihak puskesmas mengambil langkah cepat memindahkan lokasi pelayanan agar kebutuhan medis masyarakat sekitar tetap bisa tertangani dengan baik.

"Pelayanan untuk hari ini, informasi kita alihkan ke Pustu Citepus aja, Pak. Jadi pelayanan di Citepus. Sementara ini tidak bisa digunakan," tegas Heri mengenai kebijakan darurat tersebut.

Kengerian luapan air dari Sungai Ciranca ini juga dirasakan langsung oleh warga sekitar yang bermukim di dekat fasilitas kesehatan tersebut. Ketua RT 04 Kelurahan Palabuhanratu, Iis, menceritakan detik-detik mencekam saat air bah mulai merangsek dan menenggelamkan wilayahnya dengan sangat cepat pada sore hari.

"Sekitar jam 5 ya, itu banjir di rumah saya. Semua warga pokoknya kerendam, sampai dari depan sampai belakang ya. Apalagi ini jembatan depan tea gening A, depan Puskesmas, meluap. Soalnya itu belum dibongkar, A. Belum ada perbaikan gitu," kata Iis dengan nada kecewa.

Iis memastikan bahwa ketinggian air kotor yang menerjang rumah-rumah warga pada sore itu sangat tinggi hingga mencapai sepinggang orang dewasa. Ia dan warga setempat meyakini bahwa amukan air yang berujung pada lumpuhnya fasilitas publik ini dipicu oleh keberadaan konstruksi jembatan tua yang posisinya dinilai terlalu rendah sehingga menyumbat aliran air sungai.

"Pak, kalau misalkan jembatan lama di atas dibongkar, terus disamain yang di itu dekat tempat yang kosong teh, udah diperbaiki pasti enggak bakalan air sampai meluap begini parahnya, A. Ini mah dari jembatan aja depannya, ini harusnya dibongkar, dibetulin, ditinggiin jembatannya, baru aman kayaknya," tegas Iis penuh harap agar pemerintah segera turun tangan.

Kejadian ini menegaskan pentingnya perbaikan infrastruktur di wilayah pesisir, serta perlunya kesiapan darurat di fasilitas kesehatan. Banjir ini juga menunjukkan betapa rapuhnya sistem pelayanan medis ketika menghadapi bencana alam, sekaligus menyoroti kebutuhan akan koordinasi antara pemerintah, masyarakat, dan tenaga kesehatan untuk mengurangi dampak serupa di masa depan.

Puskesmas PalabuhanratubanjirSungai Cirancalumpurfasilitas medisjembatan lamainfrastrukturkesiapan darurat

Komentar

Memuat komentar...