Bank Sampah Benteng Ubah Sampah Jadi Tabungan Emas Bagi Ibu

Kartika D. · 4 min baca · 2 bulan lalu · 108 dibaca
Bisik.id
Bank Sampah Benteng Ubah Sampah Jadi Tabungan Emas Bagi Ibu

Gambar atau konten salah?

Bank Sampah Asri Mandiri di Desa Benteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, telah mengubah sampah menjadi tabungan emas. Awalnya, masalah sampah menjadi sumber kebersihan, kini memberi manfaat ekonomi bagi para ibu rumah tangga.

Perjalanan dimulai pada akhir 2013 ketika Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga ditutup. Truk-truk sampah terhenti di jalan, menimbulkan pencemaran. Warga Desa Benteng lalu mengadakan musyawarah RW untuk mencari solusi. Para pengurus RT, yang mayoritas ibu rumah tangga, memutuskan mengelola sampah sendiri agar tidak sepenuhnya bergantung ke TPA.

“Dari situ kita berpikir bagaimana cara mengurangi sampah dari sumbernya. Maka dibentuklah bank sampah ini,” kata Ketua Pengelola Bank Sampah Asri Mandiri, Sri Asih, di Perumahan Asri Ciampea, Bogor, pada 28 April 2026.

Di awal, fasilitas seadanya menjadi tantangan. Pada tahun pertama, ibu-ibu harus meminjam timbangan milik posyandu dan petani untuk menimbang plastik serta kertas setoran warga. Ketika masuk tahun ketiga, minat warga menurunkan karena operasional masih sangat terbatas.

Namun semangat pengurus tak goyah. Sri Asih dan sepuluh pengurus inti lainnya terus mendorong bank sampah tetap buka, meski hanya sampah milik pengurus saja yang ditimbang. “Jadi kita bertekad. Mau ada yang nimbang apa enggak, pokoknya harus tetap buka,” tegasnya.

Pengurus juga mengembangkan sistem jemput bola agar warga dapat menyetorkan sampah dari rumah. Selain itu, mereka memberikan insentif bagi warga tercepat. “Kita cari ide bagaimana agar nasabah tertarik lagi. Kadang kita cari donatur untuk buat doorprize. Misalnya, sepuluh penimbang pertama dapat hadiah apa, atau penimbang paling banyak hari itu dapat apa,” ungkapnya.

Usaha ini perlahan membuahkan hasil. Warga mulai antusias kembali, bahkan rela antri sebelum bank sampah dibuka. Nasabah kini lebih dari 200 orang, dengan setoran mencapai satu ton setiap bulannya.

Perubahan signifikan terjadi pada 2019 ketika Bank Sampah Asri Mandiri resmi menjadi binaan PT Pegadaian, anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI). “Tahun 2019, Pegadaian meluncurkan program 'Memilah Sampah Menabung Emas'. Kita dapet selebarannya, lalu kita hubungi Pegadaian Bogor untuk ikut,” tuturnya Sri Asih.

Prosesnya berjalan cepat. Dalam dua minggu setelah pengajuan dokumen dan Surat Keputusan kepengurusan, bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa bangunan fisik langsung diberikan. Selama beberapa tahun, pihaknya mengajukan kebutuhan gerobak motor untuk mengangkut sampah. “Ya. Kalau CSR memang nggak boleh dalam bentuk uang,” jelasnya.

Program ini memberi manfaat bagi warga melalui tabungan emas. Setiap rupiah yang didapat warga dari menabung sampah dapat dikonversi ke kepemilikan emas. Hal ini menguntungkan pengurus karena tidak perlu menyimpan dana nasabah dalam jumlah besar. Sebelumnya, warga enggan mengambil uang yang telah terkumpul di saldo tabungan sampah.

“Di sini itu, nasabahnya berbeda dengan tempat-tempat yang lain. Mungkin kalau yang lain itu, mereka uangnya diambil. Kalau di sini nggak. Tabungan nasabah itu (dibiarkan) numpuk di las bank sampah,” jelas Sri Asih. “Untungnya dengan adanya Pegadaian, ada fasilitas tabungan emas. Jadi, tabungan nasabah yang numpuk itu kita tawarkan ke nasabah, mau nggak dibelikan emas? Alhamdulillah, kebanyakan mau, karena memang nggak diambil tabungan mereka itu,” tambahnya.

Meski begitu, beberapa nasabah tetap mengambil hasil tabungan sampah. Salah satu momen yang menyentuh hati Sri Asih terjadi ketika seorang asisten rumah tangga (ART) ingin mencairkan tabungannya sebesar Rp 600 ribu. Awalnya, ia khawatir tersinggung karena didokumentasikan. Namun, ART tersebut terharu karena tak menyangka sampah yang ia kumpulkan setiap hari sanggup membiayai perbaikan rumahnya yang bocor. “Saya pikir tersinggung divideoin, ternyata tuh enggak. Saking terharu, ART bisa benerin rumah dari sampah,” tuturnya.

Pengalaman ini menjadi bukti bahwa pengelolaan sampah yang baik dapat menjadi solusi ekonomi bagi masyarakat kecil. Sri Asih bertekad mengedukasi lebih banyak orang agar memanfaatkan sampah sebagai sumber ekonomi.

Sejak 2022, Bank Sampah Asri Mandiri resmi menjadi bagian dari Desa BRILiaN. Unit ini merupakan bagian dari ekosistem Desa Wisata Benteng yang mendapat Anugerah Desa BRILiaN. Menurut Ketua Pengelola Desa Wisata Benteng, Wahyu Syarief Hidayat, bank sampah ini banyak melakukan kegiatan edukasi ke berbagai kalangan, mulai dari sekolah, kampus, hingga instansi. Bank sampah juga sering menjadi tempat kunjungan wisata edukasi tentang pengelolaan sampah di Desa Benteng.

Pengakuan tersebut berlanjut ketika bank sampah ini menerima penghargaan sebagai bank sampah terbaik se‑Indonesia untuk kategori Tata Kelola Bank Sampah Unit pada 2023. Selain itu, bank sampah ini selalu meraih juara di setiap lomba. “Alhamdulillah mereka sering ikut lomba dan selalu juara. Lomba olahan daur ulang, menang juara dua. Tata kelola bank sampah juara satu. Kemudian video apresiasi dapat juga juara satu. PSN edukasi, dapat juara tiga,” jelas Wahyu.

Bank Sampah Asri Mandiri juga memiliki unit usaha bernama Hejona. Hejona memproduksi berbagai barang multiguna dari limbah plastik kemasan, seperti tas, laptop, dompet, tempat pensil, dan souvenir. Menurut Wahyu, Hejona dan Bank Sampah Asri Mandiri berperan penting dalam prestasi Desa Wisata Benteng yang memenangkan program pemberdayaan Desa BRILiaN yang digelar BRI. Desa Benteng berhak menerima dana hibah sebesar Rp 1 miliar. Dana ini dibagi pada seluruh unit kegiatan desa, termasuk Bank Sampah Asri Mandiri dan Hejona, dalam bentuk pengadaan sarana‑prasarana penunjang kegiatan.

Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menegaskan bahwa program Desa BRILiaN adalah bagian dari komitmen berkelanjutan BRI dalam mendukung agenda pembangunan nasional. Fokusnya adalah penguatan desa sebagai motor pemerataan ekonomi dan percepatan pengentasan kemiskinan. Sejak diluncurkan pada 2020, Desa BRILiaN menjadi inisiatif strategis perseroan dalam membangun kapasitas desa. Program ini menitikberatkan pada pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal, penguatan kelembagaan, dan pemanfaatan teknologi digital terintegrasi.

Melalui program Desa BRILiaN, BRI mendorong desa-desa untuk mengoptimalkan potensi ekonomi secara berkelanjutan, memanfaatkan layanan keuangan perbankan khususnya BRI, serta meningkatkan pemahaman dalam penyusunan laporan keuangan, ujar Akhmad. Hingga 2025, BRI telah membina lebih dari 5.200 Desa BRILiaN di seluruh Indonesia. Hal ini menjadi bukti konsistensi BRI dalam memperkuat peran desa sebagai basis pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus mitra strategis pemerintah, terutama dalam mengimplementasikan agenda pembangunan yang berorientasi pada pemerataan dan kesejahteraan masyarakat.

Dengan transformasi sampah menjadi tabungan emas, Bank Sampah Asri Mandiri menunjukkan bahwa solusi sederhana dapat memberikan dampak ekonomi positif bagi komunitas. Program ini tidak hanya meningkatkan kebersihan lingkungan, tetapi juga membuka peluang pendapatan bagi warga, memperkuat kelembagaan desa, dan mendukung inisiatif pembangunan nasional.

Bank Sampah Asri Mandiritabungan emasDesa Wisata BentengBRIDesa BRILiaNHejonapengelolaan sampah

Komentar

Memuat komentar...