Bantuan Pangan Nasional 8 Juta Penerima, Target 33 Juta
Gambar atau konten salah?
Penyaluran bantuan pangan nasional periode Februari‑Maret 2026 telah mencapai 8 juta penerima manfaat. Pemerintah menargetkan 33 juta orang untuk menerima paket beras dan minyak goreng.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan bahwa Bulog sebelumnya difokuskan pada kebutuhan Ramadan dan Idul Fitri. “Kebetulan sampai sekarang ini lebih kurang hampir 8 juta. Hampir 8 juta penyalurannya karena kemarin disalurkan pasca‑Lebaran. Jadi, kemarin memang diarahkan fokus untuk kita disalurkan untuk kebutuhan Ramadan dan Idul Fitri dulu. Nah, setelah Idul Fitri baru kita salurkan bantuan pangan ini,” ujarnya di Bekasi, Rabu (15 April 2026).
Rizal menambahkan bahwa pemerintah telah menetapkan batas waktu penyaluran bansos hingga 31 Mei 2026. “Nanti bulan Mei. Kita dikasih batas waktu tanggal 31 Mei. Sesuai dengan surat dari Menko Perekonomian. Jadi, batas penyalurannya sampai 31 Mei. Insyaallah ini dengan kerja sama seperti dengan TNI, dengan pemda, dengan seluruh masyarakat. Insyaallah tercapai sampai dengan 31 Mei nanti,”
Hari ini, Rizal meninjau penyaluran bantuan di Kelurahan Bantar Gebang, Kota Bekasi. Ia melaporkan bahwa masyarakat di sana cukup antusias menerima bantuan tersebut.
Program ini merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto. Setiap penerima mendapat paket 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng, setara 10 kg beras dan 2 liter minyak per bulan selama dua bulan.
“Syukur Alhamdulillah ini masyarakat juga sangat menunggu bantuan pangan ini, dan Alhamdulillah kita salurkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, yang mana bantuan ini diserahkan sejumlah 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng. Sesuai dengan perintah bapak presiden,”
Dengan dukungan TNI, pemerintah daerah, dan partisipasi masyarakat, target penyaluran hingga akhir Mei diperkirakan dapat tercapai. Program ini menandai langkah berkelanjutan dalam upaya mengurangi ketahanan pangan bagi jutaan warga Indonesia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
