Bapanas Tegaskan Harga Beras SPHP Tak Terpengaruh Kurs Dolar
Gambar atau konten salah?
Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengklarifikasi bahwa fluktuasi nilai tukar dolar Amerika Serikat tidak memengaruhi harga beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Direktur SPHP Bapanas, Maino Dwi Hartono, menegaskan bahwa masyarakat dapat tenang karena kualitas beras SPHP tetap terjaga.
Dalam keterangan tertulis pada 26 Mei 2026, Maino menyatakan: “Jadi, memang dengan nilai kurs dolar yang berubah dapat berpengaruh ke berbagai hal, termasuk sektor pangan. Tapi kaitan dengan beras SPHP, ini karena program pemerintah, sampai hari ini dipastikan tidak ada perubahan, termasuk harga penjualannya.”
Anggaran pelaksanaan program beras SPHP tahun 2026 di Bapanas mencapai Rp 4,97 triliun. Anggaran tersebut setara dengan subsidi penjualan sekitar 828 ribu ton beras bagi masyarakat. Angka ini bertujuan menjaga kontinuitas pelaksanaan SPHP beras, yang pada Januari dan Februari 2026 telah dilanjutkan sebagai perpanjangan SPHP 2025.
“Seluruh masyarakat bisa tenang karena tidak ada masalah. Beras SPHP ini beras program pemerintah tetap masih sama. Termasuk kualitasnya, tetap sama-sama medium, artinya tidak ada yang dikurangi. Tetap sama,” tambah Maino.
Bapanas telah menetapkan harga beras SPHP di tingkat konsumen. Untuk wilayah Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi, harga ditetapkan Rp 12.500 per kilogram. Sementara wilayah Sumatera (kecuali Lampung dan Sumatera Selatan), Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan diberi harga Rp 13.100 per kilogram. Di Maluku dan Papua, harga maksimal Rp 13.500 per kilogram.
Selain harga, Bapanas juga mengumumkan ketentuan terbaru mengenai jumlah pembelian maksimal beras SPHP di tingkat konsumen. Konsumen dapat membeli maksimal 5 kemasan ukuran 5 kg dan tersedia alternatif kemasan 2 kg dengan pembelian maksimal 2 kemasan. Beras SPHP yang telah dibeli tidak boleh dijual kembali, karena ada unsur anggaran subsidi negara di dalamnya.
“Jadi, kita membuka ruang bagi konsumen beras SPHP untuk bisa mendapatkan volume dengan yang lebih banyak sampai maksimal 5 pack atau 25 kilogram. Termasuk transaksi pembelian yang tadinya 2 ton, di tahun 2026 ini sudah kita buka ruang, ditambah maksimal 5 ton bagi mitra Bulog. Artinya jangan sampai kosong, pedagang dapat lebih mudah, stoknya selalu tetap ada,” jelas Maino.
Dengan kebijakan ini, Bapanas berharap konsumen dapat memperoleh beras SPHP dalam jumlah yang memadai, sementara pedagang tetap memiliki akses stok yang konsisten. Program ini menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, khususnya beras, di tengah dinamika nilai tukar mata uang global.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Harga Batu Bara Juli 2026 Naik di Sebagian Besar Kategori
Iran Minta Houthi Siap Tutup Laut Merah, Dua Jalur Minyak Terancam
Pertamina Bantah Keras Transporter Mogok Salurkan BBM
Penjualan Batu Bara Sitaan Negara Raup Rp20 Miliar
Antrean SPBU Sumut Mulai Normal, Stok BBM Aman
Antrean BBM di Medan Mulai Terurai
Berita Terbaru
Harga Batu Bara Juli 2026 Naik di Sebagian Besar Kategori
Iran Minta Houthi Siap Tutup Laut Merah, Dua Jalur Minyak Terancam
Pertamina Bantah Keras Transporter Mogok Salurkan BBM
Penjualan Batu Bara Sitaan Negara Raup Rp20 Miliar
Antrean SPBU Sumut Mulai Normal, Stok BBM Aman
Antrean BBM di Medan Mulai Terurai
Harga Minyak RI Anjlok Drastis ke US$83,45 per Barel
Serangan Iran di Selat Hormuz, Lalu Lintas Kapal Anjlok
MSCI Perketat Aturan Saham 'Murah' Mulai Agustus 2026