BBK 6WG MM: Indonesia‑Singapura US$5,7 Miliar Invest 2025
Gambar atau konten salah?
Hari ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu dengan Wakil Perdana Menteri dan Menteri Perdagangan serta Industri Singapura Gan Kim Yong dalam pertemuan 16th Indonesia‑Singapore Six Bilateral Economic Working Groups Ministerial Meeting (6WG MM). Keduanya membahas pengembangan kerja sama ekonomi di enam bidang utama antara Indonesia dan Singapura.
Di bidang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan wilayah Batam, Bintan, Karimun (BBK), Airlangga menyatakan bahwa pada 2025 investasi di BBK diproyeksikan mencapai US$ 5,7 miliar, naik dibandingkan tahun 2024. Ia menegaskan, “Meeting kali ini di beberapa area kerja sama seperti special economic zone di Batam Bintan Karimun,”.
Selanjutnya, Airlangga menyoroti Kendal Industrial Park. Ia mengumumkan bahwa lahan KEK Kendal akan diperluas 1.000 hektare yang dikelola oleh park tersebut. Selain itu, wilayah Free Trade Zone Batam akan tumbuh dari 8 pulau menjadi 22 pulau. Ia menambahkan, “Dan juga Nongsa Digital Park akan terus dikembangkan untuk ekspansi. Di area green energy kerja sama dari realisasi daripada salah satu program yang besar yaitu 200 megawatt project di Sulawesi Tengah, dan demikian pula juga dengan pengembangan green energy dari Batam Bintan Karimun,”.
Di sektor tenaga kerja, kedua negara sepakat memperkuat pertukaran generasi muda untuk belajar talenta digital. Airlangga menekankan pentingnya pelatihan praktis dan kolaborasi lintas negara dalam bidang teknologi.
Transportasi menjadi fokus lain. Airlangga mengapresiasi kerja sama antara Garuda Indonesia dan Singapore Airlines. Saat ini, 17 kota di Indonesia terhubung dengan rute penerbangan Singapura, memperkuat jaringan penerbangan regional.
Di bidang pariwisata, Airlangga menyebutkan bahwa setiap tahun 2,44 juta orang Indonesia mengunjungi Singapura, sementara 1,5 juta orang Singapura berkunjung ke Indonesia. Ia menganggap ini sebagai peluang kerja sama yang baik dan dapat ditingkatkan di masa depan.
Airlangga juga mengangkat 13 potensial kerja sama di sektor pertanian. Saat ini, 13 anak muda Indonesia belajar di Singapura, khususnya di bidang pertanian yang memanfaatkan Internet of Things dan drone. Ia berharap ini akan menghasilkan generasi inovator baru. Ia berkata, “Keenam) ada 13 potensial kerja sama termasuk di agriculture saat ini ada 13 anak muda Indonesia yang belajar di Singapura terutama untuk agriculture yang menggunakan internet of thing sama menggunakan drone dan diharapkan ini akan menciptakan the new generation of innovator,”.
Gan Kim Yong menegaskan bahwa pertemuan ini mencerminkan hubungan bilateral yang panjang dan kuat. Ia menyoroti dinamika global yang cepat dan dampaknya pada rantai pasok. Ia menegaskan, “Investasi kita terhadap Indonesia tetap kuat pada tahun 2025 dengan sekitar US$ 17,4 juta di FDI. Singapura tetap berkomitmen untuk menjadi partner yang berharga dan berkelanjutan untuk Indonesia,”.
Dengan rangkaian kerja sama yang meluas, kedua negara menunjukkan tekad untuk memperkuat hubungan ekonomi, teknologi, dan sosial. Pertemuan ini menandai langkah konkret menuju integrasi ekonomi yang lebih dalam, sekaligus membuka peluang bagi generasi muda Indonesia dan Singapura untuk saling belajar dan berinovasi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
BI Ramalkan Rupiah Menguat ke Rp 16.800‑17.500 per US$ 2027
Rasio Klaim JKN Meningkat 108,72%: BPJS Usahakan Stabilitas
Rumor Chatib Basri Jadi Menteri Keuangan Batal, DEN Tegaskan
BI Rate Naik 25 BP, Fokus Stabilitas Nilai Tukar Indonesia
Pembiayaan Emas Flexi Gold Syariah Naik 1.688% YTD
Bank Indonesia Naikkan BI Rate 5,50%, Mencoba Stabilkan Rupiah
Berita Terbaru
Lenovo Luncurkan Rangkaian Perangkat FIFA 2026 di Indonesia
UMY: Pendaftar Mahasiswa Baru Turun dari 25k ke 18k tahunan
Fajar Riza Mengajak Guru Jadi Arsitek Pembelajaran di Garut
BI Ramalkan Rupiah Menguat ke Rp 16.800‑17.500 per US$ 2027
Rasio Klaim JKN Meningkat 108,72%: BPJS Usahakan Stabilitas
Rumor Chatib Basri Jadi Menteri Keuangan Batal, DEN Tegaskan
