BBM Subsidi Tetap Harga, Pertamina Naikkan Nonsubsidi
Gambar atau konten salah?
Di Rapat Kerja Komisi XII DPR RI pada 15 Juni 2026, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa pemerintah tidak akan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi maupun LPG 3 kg, meski harga minyak dunia terus naik. Keputusan ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
“Kami melaporkan bahwa di balik dinamika harga minyak global ini terus naik, kami pemerintah tetap bersepakat atas arahan Presiden untuk tidak menaikkan BBM yang bersubsidi. Saya ulangi lagi, kami tidak menaikkan BBM yang bersubsidi, termasuk LPG,” tegas Bahlil.
Untuk BBM nonsubsidi, Bahlil menjelaskan bahwa harga mengikuti mekanisme pasar sesuai ketentuan yang berlaku. Ia menegaskan bahwa BBM nonsubsidi ditujukan bagi kalangan yang mampu. “Yang khusus untuk minyak BBM yang untuk saudara-saudara kita yang mampu, memang itu sesuai dengan Permen ESDM tahun 2022, itu diserahkan kepada harga pasar, memang ada terjadi, ya ada kadang-kadang naik, ada kadang-kadang turun,” ujarnya.
Di sisi lain, Pertamina Patra Niaga memutuskan menaikkan harga Pertamax dari Rp 12.300/liter menjadi Rp 16.250/liter. Pertamax Green 95 juga naik dari Rp 12.900/liter menjadi Rp 17.000/liter.
Harga BBM bersubsidi tetap, dengan Pertalite tetap Rp 10.000/liter dan Biosolar tetap Rp 6.800/liter.
Dengan demikian, meski harga minyak global melonjak, pemerintah menjaga stabilitas BBM subsidi dan LPG 3 kg untuk melindungi konsumen berpenghasilan rendah, sementara BBM nonsubsidi mengikuti dinamika pasar. Pertamina menyesuaikan harga untuk mencerminkan biaya produksi yang lebih tinggi, sehingga konsumen yang mampu tetap dapat memilih harga sesuai kebutuhan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
