BBM Subsidi Tetap Rp10k Meski Minyak Dunia Rp115, Bahlil
Gambar atau konten salah?
Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, mengungkapkan khawatir atas dampak kenaikan harga minyak dunia terhadap bahan bakar subsidi. Pada pertemuan di Jepang, ia menegaskan bahwa harga Pertalite masih tetap Rp 10.000 per liter, sementara Solar (Biosolar) berada di Rp 6.800 per liter.
Menurut Bahlil, meski harga minyak dunia kini melampaui US$ 100 per barel, harga BBM subsidi di dalam negeri belum terpengaruh. Ia menambahkan, “Harga sekarang sudah mencapai 115 dolar, oh di dalam negeri masih stabil. Insyaallah atas arahan Bapak Presiden untuk BBM subsidi sampai dengan sekarang saya pikir Bapak Presiden punya hati untuk memperhatikan rakyat kecil.”
Di sela‑sela kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto, Bahlil menyatakan, “Percayalah nanti tunggu tanggal mainnya Bapak Presiden akan memutuskan seperti apa untuk kebaikan rakyat bangsa dan negara.” Ia menegaskan bahwa keputusan akhir akan datang dari presiden.
Ia juga menekankan, “Bapak Presiden kita ini kan tiap hari memikirkan tentang bagaimana pembangunan negara tapi juga bagaimana memperhatikan kebutuhan dan kondisi masyarakat kita di bawah.”
Sebelumnya, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Laode Sulaeman, menegaskan bahwa BBM subsidi tidak mengalami kenaikan harga. Ia berkata, “Yang penting untuk BBM Subsidi tidak ada kenaikan.”
Dengan latar belakang harga minyak global yang terus meningkat, kedua pejabat menegaskan stabilitas harga BBM subsidi di Indonesia. Keputusan akhir mengenai kebijakan harga akan ditetapkan oleh Presiden Prabowo Subianto, menunggu arahan resmi pada tanggal yang akan diumumkan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
